[warn, strong language]
Ini kamu yang meninggal karena kesialan dan kekuranganmu sendiri. Dan kau, yang mengikuti Takdir bodoh mu.
"Sial, apa apaan nasibku ini?"
Tapi ya, namanya juga [Name] [Surname]. Dia ga bakal menyerah begitu saja kan? Iya. i...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
" Jangan sembunyikan sisi gelapmu. Keluarkan semuanya, dan lihatlah siapa yang tinggal." - Joker
[Name] menatap orang didepannya dengan jijik. Dasar bodoh, apa [Name] kelihatan seperti orang tolol yang mudah dibohongi?
" Orang yang sudah hidup selama 7 generasi sepertimu menikah dengan ibuku?! Oh hell, kau kira ibuku suka dengan kakek kakek sepertimu?!"
Dan kalaupun iya, apa yang ibu [Name] lihat dari diri All For One?! Jahat, kere, tidak punya muka pula. Dengan kata lain, tidak punya apa apa .
" Kau gadis yang sangat pintar. Tapi cobalah untuk menjaga mulut menusukmu itu." Ucap All For One memberi saran
" Hey, kau tidak dalam posisi bisa menceramahiku seenaknya dasar bodoh. Kalau kau memang tidak bisa membantuku, jangan bicara yang tidak tidak." Sudah kubilang, Tata Krama [Name] itu minus.
Gadis itu hendak pergi, muak dengan muka dan suara All For One, Tapi,
" Ayahmu adalah sesorang yang hebat. Kegelapan dalam cahaya, dan cahaya dalam kegelapan. Seseorang yang bisa membuat sesuatu yang istimewa, sehingga 'sesuatu' itulah yang akan menurunkan apa yang dilakukan oleh ayahmu." Ucap All For One, anehnya, tanpa seringai seperti biasa.
[Name] hanya memprosesnya pelan, kenapa orang orang disekelilingnya sangat hobi memainkan teka teki.
Akhirnya gadis itu pergi tanpa mengucapkan sepatah katapun. Sudah tidak peduli lagi dengan apa yang dikatakan oleh All For One.
Satu kalimatlah yang paling mencolok,
' Kegelapan dalam Cahaya, dan Cahaya dalam kegelapan.'
Membagongkan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Malam itu [Name] dipanggil ke Komisi Publik Pahlawan, padahal gadis itu tidak mendapatkan banyak informasi tentang keluarganya.
" Ada serangkaian serangan terhadap pahlawan sejak pekan lalu. Semua korban tidak sadarkan diri, dan kehilangan bakatnya. Shigaraki memiliki obat penghilang bakat, yang diseludupkan oleh liga penjahat."