Ps.(Khusus cerita ini tolong sambil dengarkan lagunya.. tolong bgt ini wkkwkw soalnya, aku bikin ceritanya terinspirasi dari lagunya, di ulang terus smpe kelar ngetik. enak bgt :' ada di spotifai kok, syngnya disini ga bisa taro link nya :') aku juga nyelipin sedikit liriknya di cerita ini )
.
.
.
Hari ini adalah hari dimana dirinya akan menjadi manusia yang paling beruntung di dunia.
Bukan karena memiliki banyak uang, bukan juga karena dia memiliki jabatan tinggi, bukan, ini bahkan lebih berharga dari semua itu. Hari ini, dia akan sepenuhnya memiliki sesosok lelaki tinggi yang begitu manis dan cantik, dengan mata bulat dan senyum menggemaskan.
Sosok yang telah setia menemaninya selama 7 tahun. Mengisi sebagian dari jalan cerita hidupnya, menemaninya dalam keadaan apapun, selalu mengerti dirinya, dan hari ini dia akan memiliki lelaki manis itu seuntuhnya, untuk dirinya, untuk menemani dan mengisi sisa cerita hidupnya.
Song Mingi akan menikah dengan Jeong Yunho.
Ini bukanlah mimpi lagi. lelaki tampan dengan mata sipit itu tidak bisa berhenti mengukir senyum di wajahnya. Jantungnya berdegup kencang ketika melihat detik jarum jam yang semakin dekat menuju waktu yang sudah di tunggu-tunggu.
"Kau sudah siap?" Tanya Seonghwa di sampingnya. Pria itu tersenyum lembut, mengusap dan menepuk punggung Mingi, membantu temannya untuk melepaskan gugup yang menyelimutinya sejak tadi malam.
Mingi menoleh, dia tersenyum kepada Seonghwa.
"Aku sebentar lagi akan menjadikan Yunho milikku," Gumam Mingi pelan. Rasa bahagia membuncah didalam dadanya, membayangkan akan seindah apa kekasih manisnya di balut dengan tuxedo nanti.
Mingi menghela napasnya sekali lagi, mencoba membuang rasa gugupnya walaupun dia tau itu sama sekali tidak berguna. Bisa kau bayangkan bagaimana bahagianya dia hari ini? Keluarga, sahabat, teman bisnis, semua orang yang dia kenal akan menyaksikan dirinya mengikat Jeong Yunho, kekasihnya, untuk menjadi suaminya nanti.
Dentingan piano mulai terdengar dari ruang utama, yang menandakan acara akan segera di mulai. Jantung Mingi semakin berdegup kencang, hembusan napasnya semakin berat, dia sangat gugup.
"Tenangkan dirimu, aku dan yang lain akan keluar sekarang. Paman Song juga sudah menunggumu di luar" Ujar Seonghwa. Dia tersenyum lembut, mengusap kepala Mingi dengan pelan untuk memberi semangat sahabatnya karena dia sudah menikah dengan Hongjoong dan tau betul bagaimana rasa berdebar itu serasa membuatnya ingin mati.
Seonghwa dan beberapa orang lainnya keluar dari ruangan Mingi, menyisakan lelaki tampan itu seorang diri didepan cermin besar. Dia melihat pantulan bayangannya di cermin, dirinya terlihat sempurna, dengan balutan tuxedo sederhana namun indah, riasan wajah tipis yang membuat wajahnya semakin terlihat tampan, dan dia tidak sabar ingin melihat betapa indahnya Yunho sekarang.
"Mingi?"
Suara itu memecah lamunan Mingi. Dia menoleh dan mendapati ayahnya yang tersenyum kecil di depan pintu. Pria tua itu melambaikan tangannya, menyuruh Mingi untuk segera menghampirinya.
"Tenang saja, kau sudah sangat tampan" Bisik Tuan Song tepat di telinga anaknya. Dia tersenyum lembut, menggenggam tangan Mingi dengan erat dan tanpa kata dia mengajak Mingi untuk berjalan menuju ruang utama. Menuju altar.

KAMU SEDANG MEMBACA
Buku untuk Minyun (Mingi & Yunho)
FanfictionBook ini menjadi wadah untuk beberapa cerita, judul yg berbeda menandakan cerita yg berbeda. On going : - Another You ( maaf, bagian ini di unpub. Nnti akan di tulis ulang dan up kalau sudah end) - It's Fine! WARN!! Gay Homo TOP(Mingi) BOTT(Yunho...