CW / Mpreg, Omegavers
.
.
.
.
“Mingi.. Ayo main hujan”
Seruan pelan itu terdengar dari samping, membuat Mingi langsung menolehkan kepalanya kearah lelaki manis yang menatapnya dengan pandangan sayu -memohon.
“Kamu lagi isi, sayang. Kalo sakit gimana?” Jawab Mingi lembut. Suaranya sengaja dia pelankan agar omega manisnya ini mengerti dan bisa menerima jawabannya, tapi sepertinya memang percuma saja karena Yunho kini malah menatapnya dengan alis menukik dan bibir yang mengerucut tidak senang.
“Kita disini udah 2 jam. Es krimku sama kamu udah abis, lagian hujannya gak gede kok” Elaknya sambil menunjuk wadah-wadah kosong di hadapan mereka.
Hari ini, niatnya mereka berdua hendak jalan-jalan santai mengelilingi dan melihat-lihat toko yang ada didekat apartemen. Tapi siapa sangka hujan turun lumayan deras dari 2 jam lalu dan menyebabkan mereka terjebak di kedai es krim karena memang mereka tidak membawa mobil, payungpun tidak.
Si dominan hanya menghela napasnya. Ada benarnya juga, tapi dia masih khawatir Yunho akan sakit jika berjalan di bawah hujan. Bagaimanapun, omega manisnya ini sedang isi, kesehatan dan keselamatan keduanya tentu saja menjadi prioritas teratas baginya.
“Ayolah, gi.. Aku cape duduk” Pinta Yunho lagi. Kali ini dia menyusupkan jari telunjuknya pada tangan Mingi yang terkepal diatas meja, lalu menarik-narik tangan besar itu dengan lembut. Aroma cookies dari Yunho tercium lebih jelas, menandakan bahwa tingkat stress sang omega naik cukup drastis yang membuat Mingi mau tidak mau harus mengikuti kemauan mate manisnya itu.
“Ok kita pulang sekarang,” Ucap Mingi mengalah. Keputusan akhir itu membuat Yunho tersenyum senang, wajahnya terlihat cerah kembali membuat Mingi yang melihatnya juga turut merasakan lega karena lelaki dihadapannya tidak lagi cemberut.
Mereka membereskan kantung-kantung belanjaan, lalu keluar dari kedai es krim. Rintik hujan lembut menyapa mereka tepat ketika melangkah keluar, “Kamu yakin?” Tanya Mingi sekali lagi sebelum mereka semakin menjauh dari kedai, memastikan keputusannya tepat. Yunho yang berjalan di sebelahnya menatap Mingi dengan mata bulat yang berbinar, lalu mengangguk.
Ah, Mingi lupa kalau mate manisnya ini suka sekali dengan hujan. Dulu, dia pernah menyangka jika Yunho sedikit tidak waras ketika dia melihat lelaki cantik itu berjalan di bawah hujan gerimis yang cukup deras, tanpa jas hujan maupun payung yang melindunginya dari derasnya titik-titik air.
“Kamu taukan aku suka hujan, hehe” Kekehan kecil terdengar dari bibir tipis Yunho. Obsidian bulat miliknya berkilau sendu, namun bibirnya masih memancarkan senyuman cantik. Jemari panjangnya yang menggenggam tangan Mingi mengerat, mencoba mencari kehangatan dari tangan besar itu.
Mingi mengangguk singkat untuk menanggapi, tanpa bersuara. Omega besar di sampingnya ini terlihat begitu kuat dan kokoh dari luar, namun dia tau jika Yunho sebenarnya tidak.
“Kamu pernah bilangkan, kalo hujan itu kaya rumah buat kamu” Ucap Mingi setelah sekian lama berdiam. Yunho langsung menolehkan kepalanya, matanya yang sendu tadi membulat lucu menatap Mingi. “Kamu inget?” Tanyanya tidak percaya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Buku untuk Minyun (Mingi & Yunho)
Fiksi PenggemarBook ini menjadi wadah untuk beberapa cerita, judul yg berbeda menandakan cerita yg berbeda. On going : - Another You ( maaf, bagian ini di unpub. Nnti akan di tulis ulang dan up kalau sudah end) - It's Fine! WARN!! Gay Homo TOP(Mingi) BOTT(Yunho...