CW // Mpreg, Omegavers
.
.
.
Pagi ini cuaca terasa lebih dingin karena tadi malam salju pertama turun.
Mingi menggeram pelan, tangan kirinya terasa agak kaku karena Yunho memeluknya semalaman, mendusal untuk mencari kehangatan dari tubuhnya. Sebenarnya, Mingi sudah bangun dari satu jam lalu, tapi ia tidak beranjak dari ranjang. Ia tidak ingin mengganggu tidur si manis kesayangannya, jadi ia hanya memejamkan matanya sambil sesekali mengusak rambut Yunho pelan.
Tiba-tiba saja Mingi merasa ada sesuatu yang menyentuh bibirnya beberapa kali. Ia mengintip dan mendapati wajah Yunho yang hanya berjarak beberapa centi dari wajahnya, tetapi si manis tidak menyadari jika Mingi sudah bangun.
Yunho memajukan wajahnya, mengecup lagi bibir tebal Mingi tapi kali ini tangan besar Mingi berhasil mengalung sempurna di leher Yunho, mencegah lelaki manisnya untuk melepas ciuman mereka. Setelah beberapa kali lumatan diberikan pada bibir tipis itu, Mingi melepaskan panggutan mereka lalu tersenyum pada Yunho yang merengut dihadapannya.
“Pagi, cantik”
“Curang”
“Kan kamu duluan yang cium aku”
Yunho mengerucutkan bibirnya, merasa sebal dengan serangan Mingi yang tiba-tiba. Ia membawa tubuh besarnya naik ke atas badan Mingi yang masih berbaring di ranjang, lalu merebahkan dirinya tepat diatas badan kokoh itu.
“Pagi, Alpha” Bisik Yunho pelan dengan suara seraknya, tepat di kuping Mingi. Mingi tentu saja tidak bisa melihatnya, tapi sekarang wajah Yunho sudah memerah. Ia merasa malu dengan kelakuannya sendiri yang berubah sikap dengan begitu cepat, tapi mau bagaimana lagi dia ingin bermanja pada lelaki kesayangannya ini. Ia memeluk tubuh Mingi dengan erat ketika merasakan sang dominan membawa tubuh mereka pada posisi bersandar di kepala ranjang.
Yunho menegakkan duduknya lalu menatap Mingi, dengan tiba-tiba saja ia mendaratkan satu ciuman di bibir tebal itu, kemudian satu lagi, setelahnya ia langsung membenamkan kembali dirinya pada pelukan Mingi. Mencegah sang alpha melihat wajahnya yang sudah semerah tomat saat ini.
Mingi yang mendapatkan perlakuan manis dari omeganya tentu saja merasa gemas buka kepalang. Ia memeluk Yunho dengan erat, sesekali menepuk-nepuk pelan punggung lebar Yunho dan mengecupi bahunya. Kini kamar mereka dipenuhi aroma cookies dan juga cinnamon, pheromone mereka bercampur dan menciptakan wangi yang begitu menenangkan. Yunho semakin masuk ke dalam pelukan Mingi, wajahnya ia usakkan pada leher sang dominan, merasa begitu nyaman dan juga aman hingga tanpa sadar dia mengeluarkan purring pelan.
“How’s my baby doin, hm?”
“Good, papa”
Mingi tertawa. Sekali lagi dia mengecup kepala Yunho dengan sayang. Omeganya ini seperti bayi besar, ia bahkan tidak percaya bahwa mereka sebentar lagi akan memiliki puppy, bisa dibilang Mingi akan memiliki dua bayi, satu bayi besar yang sekarang ada didalam pelukannya dan satu lagi sesosok puppy mungil yang lucu.
“Belanja bulanan, yuk?”
“hhngg”
“Stok makanan udah mau abis, mbul”

KAMU SEDANG MEMBACA
Buku untuk Minyun (Mingi & Yunho)
FanfictionBook ini menjadi wadah untuk beberapa cerita, judul yg berbeda menandakan cerita yg berbeda. On going : - Another You ( maaf, bagian ini di unpub. Nnti akan di tulis ulang dan up kalau sudah end) - It's Fine! WARN!! Gay Homo TOP(Mingi) BOTT(Yunho...