Fall in Love With Him, Again

554 38 1
                                    


Sambil dengerin lagu di atas bole bgt 👍❤

.
.
.
.
.
.
.
.

“Gi, boleh masuk?”

Suara dari arah pintu mengagetkan Mingi yang baru saja hendak memakai headphonenya. Dengan raut wajah bingung, Mingi memberi isyarat agar Yunho masuk ke dalam studio. Jarang-jarang anak itu muncul di studio, tengah malam pula.

“Tumben?”

“Gabut” Jawab Yunho sekenanya. Ia langsung mendudukan diri pada sofa panjang disana. Belanjaan yang dibawanya ia letakan asal di bawah kaki. “Mau air biasa atau cola?”

“Cola, boleh”

“Kenapa sekarang kamu juga addict sama cola”

“Salah siapa dulu aku dicekokin hampir setiap hari”

Yunho yang mendengarnya tertawa kencang, mengabaikan raut muka Mingi yang menatapnya dengan sebal. Ia melemparkan botol minuman itu kearah Mingi, setelahnya merebahkan tubuhnya di sofa.

“Ini udah tengah malem”

“Terus kenapa? Aku gak boleh disini?”

“Gapapa sih, aneh aja. Biasanya kamu paling ogah diem di studio”

“Dibilang aku tuh gabut. Yeosang udah tidur duluan, yang lain juga udah tidur si kecuali kamu sama Hongjoong, tapi aku males ke studionya karena disana pasti udah ada Maddox. sekarang biarin aku disini, janji gak bakalan gangguin” Jelas Yunho panjang lebar. ia mengeluarkan ponsel beserta earphone miliknya, berusaha meyakinkan Mingi bahwa keberadaanya disini benar-benar tidak akan mengganggu sama sekali.

“Cih, alesan”

“Gak terima protes”

Keduanya fokus dalam dunia masing-masing. Mingi kembali berkutat dengan lagu yang sedang ia kerjakan, sedangkan Yunho mulai tenggelam pada game di ponselnya. Suasana hening memenuhi studio itu, tidak ada yang saling berinteraksi.

Setelah hampir sejam Yunho bermain, ia merasa bosan. Mingi diseberangnya terlihat masih begitu fokus menatap layar monitor dengan jemari yang tidak bisa diam menekan keyboard. Pada akhirnya Yunho memutuskan berjalan mendekat kearah Mingi dan berdiri di belakangnya, memperhatikan Mingi yang sedang bekerja dalam diam.

Yunho sebenarnya merasa begitu kagum dengan Mingi dan juga Hongjoong. Mereka berdua sangat bertalenta dan jenius karena bisa membuat banyak lagu yang tidak jarang berakhir dengan sebuah mahakarya. Kadang, Yunho ingin meminta Mingi untuk mengajarinya, tapi saat itu baru saja Mingi menyuruhnya duduk dan memperkenalkan komponen serta aplikasi yang biasa ia gunakan, Yunho sudah merasa mual.

“Ngapain bengong?”

Yunho sedikit terlonjak karena Mingi memutar bangkunya dengan tiba-tiba hingga menghadap padanya. Si sipit itu menatap Yunho dengan serius, sedangkan Yunho balas menatapnya dengan tatapan jenaka.

“Gapapa, seru aja liatin kamu ngotak-atik, tapi lama-lama pusing juga” Ucap Yunho, mencoba sebisa mungkin memutus kontak mata dengan Mingi.

Mingi hanya tertawa kecil, lalu menepuk kepala Yunho beberapa kali sebelum kembali memutar bangkunya kearah monitor. “mau coba dengerin gak? Kalo punya saran lebih bagus sih”

“Udah jadi emang?”

“Baru 40%”

“Buat album?”

Buku untuk Minyun (Mingi & Yunho)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang