Jangan Deket-deket!

961 84 9
                                    

Content Warning ⚠

- Mpreg (Male Pregnant)
- Bahasa Semi-baku

________

"Mingi"

"Hm?"

"....gi"

Mingi menyerah. Sekali lagi, dia menoleh kearah lelaki manis yang masih sibuk memeluk boneka beruang besarnya di sofa seberang. Tubuhnya tertutup sepenuhnya oleh gumpalan cokelat itu, yang terlihat hanyalah sepasang tangan yang memeluk erat perut bonekanya.

"Kenapa, sayang?" Tanya Mingi sekali lagi, tapi sama saja, suami manisnya masih enggan untuk melihatnya.

"Gi.. Mingi" Gumam Yunho pelan, entah untuk keberapa kalinya. Dia kini mengintip dari balik bonekanya, mata bulat dan pipi gembilnya menyembul.

Mingi menghela napasnya, kemudian dia berdiri. Tapi baru beberapa langkah dia berjalan, suara rengekan Yunho lagi-lagi menghentikannya. "Jangan kesinii", Ucap si manis dengan wajah merengut.

"Dari tadikan kamu manggil terus, Giliran ditanya malah diem. Kamunya juga gamau aku deket-deket, terus aku harus gimana?"

Kalau boleh jujur, Mingi gemas sekali dengan kelakuan Yunho. Lelaki manis itu sedari bangun tidur terus merengek, tapi tidak mau didekati sama sekali. Yunho bilang, dia tidak mau mencium bau Mingi disekitarnya, Padahal Mingi sudah mandi dua kali.

Alasannya? Karena Yunho sedang isi. Baru kehamilan awal dan dia sangat, sangaat sensitive.

Dan sangat tidak bisa ditebak.

"Tapi mau peluk"

Demi tuhan, Mingi tidak tau harus bagaimana sekarang. Mana tega dia melihat Yunho yang wajahnya mulai memerah dan menatapnya dengan mata bulat yang memelas? Tubuhnya yang besar nan tinggi itu susah payah menyamankan diri dibalik beruang besar miliknya, kalau kau bertanya kenapa dia bersembunyi?

Tentu saja karena dia bilang itu adalah tamengnya, agar Mingi tidak bisa mendekat. Dan sejujurnya, ingin sekali Mingi membuang jauh gumpalan menyebalkan itu.

"Terus aku harus gimanaa, sayaang? Kan kamu gak mau aku deket-deket??" Lagi, Mingi bertanya dengan nada frustasi. Pria sipit itu mengusak rambutnya yang mulai memanjang, dia pusing. Lebih pusing lagi karena dari bangun tidur hingga sekarang dia sama sekali belum mendapat ciuman pagi dan pelukan hangat dari si pipi gembil kesayangannya.

"Ga tau.. tapi mau Igi.." Yunho kini merebahkan dirinya di sofa panjang, beruang cokelatnya masih setia didalam pelukkanya, malah semakin erat. Dirinyapun tidak tau sebenarnya dia mau bagaimana.

"Aku buatin susu aja ya?"

"Hng.."

"Cokelat atau stroberi?"

"Stroberi"

Mingi langsung berjalan menuju dapur. Tangan panjangnya dengan cekatan meraih kotak susu dan gelas, kemudian langsung menyeduh minuman manis itu untuk Yunho. Bagaimanapun, Yunho harus sarapan.

Derap langkah kakinya kembali memenuhi ruangan yang sunyi, tidak ada suara rengekan Yunho lagi dari ruang tengah dan Mingi pikir Yunho tertidur lagi. tapi ternyata dia salah.

Buku untuk Minyun (Mingi & Yunho)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang