Camaraderie
/ˌkæm.əˈrɑː.dər.i /ˌkæm.əˈrɑː.dɚ.i/
(n.) mutual trust and friendship among people who spend a lot of time together
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Yamaguchi, ayo bangun."
Yamaguchi membuka matanya yang masih mengantuk secara perlahan. Matanya samar-samar menangkap sosok Tsukishima berbaring di sebelahnya sembari menatap dirinya. Yamaguchi mengerang dan menarik selimut hingga menutupi kepalanya, menolak untuk bangun.
"Yamaguchi, bangun." Tsukishima menggoyang pelan tubuh Yamaguchi, tapi Yamaguchi tidak kunjung bangun juga. "Kita bisa terlambat ke sekolah."
Ugh. Sekolah. Salah satu tempat yang dibenci Yamaguchi. Ia tidak suka tempat yang dipenuhi oleh orang-orang. Terlebih lagi, jika beberapa orang itu merupakan para penindasnya. Memikirkan hal itu membuat Yamaguchi semakin bersembunyi di dalam selimut tebalnya.
"Tsuki, aku tidak mau sekolah," ucap Yamaguchi dengan suara parau, khas bangun tidur.
"Jangan bercanda, Yamaguchi." Tsukishima turun dari tempat tidur dan menarik selimut yang menutupi tubuh sahabatnya itu dengan mulutnya yang mulai mengomel, "Kau tidak punya alasan untuk bolos sama sekali. Sekarang, ayo bangun."
Yamaguchi bergeming. Tsukishima sudah paham dengan kejadian seperti ini, jadi ia duduk di dekat laki-laki berwajah manis itu. Tangannya bermain-main dengan rambut halus Yamaguchi yang berbaring di sisi berlawanan dengannya. "Yama, apa kau masih merasa takut dengan kejadian kemarin?"
Yamaguchi tidak menjawabnya, tapi Tsukishima tahu itu adalah jawabannya. Ia memaklumi perasaan yang dialami oleh Yamaguchi. Ia sendiri juga kesal oleh ulah teman sekelasnya itu yang terus mengganggu Yamaguchi. Andai saja, ia bisa memberi beberapa pelajaran kepada laki-laki yang menindas sahabatnya itu.
Terlebih lagi, ia tahu Yamaguchi selalu menghabiskan waktunya sendirian, tanpa sosok ayah atau ibunya. Yamaguchi hampir tidak mempunyai tempat untuk bercerita sama sekali. Sahabatnya itu kesepian, kurang lebih sama seperti dirinya. Ia sendiri tidak mudah bergaul dan terkesan kasar dengan orang-orang di sekitarnya sehingga hanya sedikit orang yang mau berurusan dengannya. Ditambah lagi, hubungannya dengan kakak laki-lakinya juga tidak berjalan dengan baik seperti dulu.
Mungkin, karena inilah, mereka dipertemukan untuk bersama.
"Hey, kau 'kan punya aku. Aku bisa menjagamu di sekolah, jadi kenapa harus takut pada bocah ingusan itu?"
Yamaguchi menatap Tsukishima dengan ragu. Pada akhirnya, ia mengangguk pelan dan beranjak dari kasurnya untuk bersiap-siap. Tsukishima menghela napas lega. Cukup sulit untuk membujuk sahabatnya itu di situasi seperti ini. Walau begitu, jika Tsukishima sudah berbicara seperti tadi, ia tahu Yamaguchi pasti akan memilih untuk mempercayainya.
"Yamaguchi, kemari sebentar," panggil Tsukishima pada Yamaguchi yang baru saja ingin masuk ke kamar mandi.
"Ada apa, Tsuki?"
Tsukishima kemudian menangkup wajah Yamaguchi dan matanya menatap laki-laki itu dengan lekat-lekat. Lebih tepatnya, ia ingin memeriksa luka-luka Yamaguchi. Yamaguchi gugup, tidak pernah terbiasa dengan perlakuan seperti ini, walau Tsukishima sering melakukannya sebelumnya. Menyadari lukanya mulai membaik, Tsukishima tersenyum.
"Lukamu sudah mulai membaik, Yamaguchi," ujar Tsukishima. "Aku akan mengobatimu lagi nanti."
Ia melepaskan Yamaguchi, lalu pergi ke dapur untuk membuat sarapan. Di sisi lain, Yamaguchi merasa pipinya menghangat dan ia buru-buru berlari masuk ke dalam kamar mandi. Ia tidak memerlukan waktu yang cukup lama untuk bersiap-siap, lalu segera turun ke dapur setelah ia selesai dengan urusannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
ORPHEUS [Tsukiyama]
FanfictionYamaguchi Tadashi mungkin memang dilahirkan sebagai seorang anak laki-laki pengecut. Takdir mempertemukannya dengan Tsukishima Kei di waktu yang tepat. Walau ia memiliki Tsukishima Kei di sisinya, tidak semua dalam kehidupannya selalu berjalan denga...
![ORPHEUS [Tsukiyama]](https://img.wattpad.com/cover/274363071-64-k215846.jpg)