Diorama Rasa di Pagi-nya Desa

472 66 80
                                    

"Emang bener, kalo mirip berarti tandanya jodoh?"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Emang bener, kalo mirip berarti tandanya jodoh?"

- Brian Arlando -

➖ KKN ➖

Sang surya mulai terbit dari ufuk timur. Semburat sinar jingganya menyorot hamparan sawah berwarna hijau, embun menyapa lewat dedaunan, dan hembusan angin membawa hawa sejuk nan dingin khas pedesaan menjadi awal pembuka hari ini. Apalagi diikuti suara kicauan burung, sungguh suasana pagi yang indah.

Tak ingin melewatkan indahnya pagi di Desa Bangun Asih, beberapa anak KKN pitulas seperti Saka, Ayu, Ajis, Arlan, Kinar, dan Winda sedang berkumpul di belakang posko. Mereka duduk berkerumpul di bale yang beberapa hari lalu sengaja dibuat Abid dan diletakkan di bawah pohon mangga belakang posko.

Para mahasiswa yang kumpul disana rata-rata mahasiswa yang ngga bisa tidur dan selepas Sholat Subuh. Makanya daripada gabut mending liat sunrise di belakang posko.

"Hoaaaammmmm...."

Ayu yang menguap langsung mendapat nyinyiran dari Ajis. "Anjir Yu, nguap seenaknya ngga ditutup! Saka mau kesedot tuh."

Sadar kalo nguap seenaknya di samping Saka, Ayu langsung menutup mulutnya. Sementara Saka terkekeh dengan tingkah gadis yang duduk di sebelahnya. "Ehehehe sorry."

"Ngga papa, orang nguap ya wajar."

"Sejuk ya kalo pagi. Gue ngerasa sayang abis Sholat Subuh selalu tidur. Padahal liat sunrise viewnya sawah belakang posko cakep juga." celetuk Kinar sambil berdiri dari bale dan berjalan ke arah sawah. Tangan gadis Ashaline itu terulur menyentuh padi yang penuh embun.

"Bener, hawa kayak gini yang bakal dikangenin kalo balik ke kota." ujar Saka sambil pejamin mata dan rasain semilir angin menerpa wajahnya.

Ayu yang liat pemuda dengan poninya berkibar terkena hembusan angin langsung terdiam beberapa saat. Jantungnya beneran ngga sehat kalo liat Saka sedekat itu dengan wajah tampan, adem, nan menyejukkan.

Pengen teriak aja Ayu rasanya. Tapi malu karena banyak orang. Jadinya dia cuma bisa gigit bibir sambil takbiran dalam hati. Kalo kata Ayu buat Saka, "Nikmat tuhan mana yang kau dustakan?"

"Tapi dingin juga lama-lama disini." celetuk Winda. Dari tadi gadis berambut panjang itu menekuk lutut dan mengusap lengannya. Karena pagi ini Winda keluar posko cuma pakai piyama lengan pendek tanpa jaket.

"Salah lo sendiri Win, udah tau ngejogrok disini malah pakek piyama lengan pendek. Mana bahannya tipis lagi." ujar Ayu.

Winda kembali mengusap telapak tangannya sembari sesekali meniupnya. "Ya gue ngga tau kalo bakalan sedingin ini."

"Yaudah sini Ajis peluk Win." celetuk Ajis sambil merentangkan tangannya.

Namun tindakan Ajis langsung mendapat tampolan dari Saka. "Bukan mukhrim jangan aneh-aneh!"

KKN | SKZONETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang