[S2] Chapter 30

9.2K 906 54
                                        

"We do terrible things for the people we love."
᚜ LEONE ᚛

⚜⚜⚜

Lidah Leone menjadi kelu saat melihat mata Alexa berkaca-kaca. Sang istri benar-benar sangat kecewa dan pria itu tidak tahu harus memulai penjelasan darimana agar Alexa bisa mengerti mengapa ia rela melakukan hal yang sebenarnya tidak ingin ia dilakukan.

“Apakah kau pikir obat seperti itu tidak memiliki efek? Aku kesulitan berkonsentrasi karena kepalaku yang sering tiba-tiba sakit dan aku merasa mual tanpa sebab. Bahkan saat sedang tidur denganmu, aku tidak memiliki keinginan untuk bercinta seperti dulu. Kau telah membuatku kesulitan karena egomu, Leone.”

Alexa berdiri di hadapan Leone yang menunduk lesu. Pria itu tidak berani memandang kedua mata istrinya yang mendesak penjelasan. Alexa mencengkram kedua lengan Leone dan mengguncangnya dengan amarah, memaksa sang suami untuk segera berbicara tanpa dusta.

Diamnya Leone membuat Alexa bingung dan mulai bertanya-tanya pada dirinya sendiri. Apakah harus sampai sejauh ini untuk melindunginya? Apakah Leone harus merusak tubuhnya untuk menjauhkannya dari kematian yang ingin dihadiahkan oleh musuh? Mengapa hal seperti ini disebut melindungi? Ini lebih seperti penjara, sebab ia mulai merasa tersiksa.

Leone sangat paham dengan apa yang akan terjadi pada Alexa jika wanita itu mengonsumsi obat kontrasepsi secara teratur, tetapi ia merasa jika itu adalah satu-satunya cara agar ia bisa tetap menjaga Alexa dari dekat dan melindungi masa depan mereka. Ia tidak bisa membiarkan Alexa hamil sebelum menyingkirkan Bratva dan para komplotannya yang mulai merajalela di wilayahnya, atau hal buruk yang pernah terjadi pada keluarganya akan terulang kembali.

Orang-orang itu telah lama mengincar Leone sejak kematian ibunya dan kelahiran Dante. Mereka merasa jika Leone adalah kunci terbesar dari keluarga Luciano dan satu-satunya musuh yang kematiannya akan menguntungkan banyak lawan. Jika seseorang mampu membunuh Leone atau membuatnya tidak bergerak seumur hidup, orang itu pasti akan diagung-agungkan oleh musuh The Five Families.

“Apa kau benar-benar tidak ingin berbicara?” Mata Alexa bergerak gelisah. Ingin sekali ia memakai Leone saat ini.

“Aku hanya ingin kau—”

“Serena,” gumam Leone dengan nada rendah.

Samar-samar wanita itu mendengar sebuah nama. Dahi Alexa berkerut karena bingung, ia tidak pernah mendengar nama itu sebelumnya.

Leone perlahan mengangkat kepalanya dan menatap Alexa yang diam, menunggunya angkat bicara. Pria itu meraih kedua bahu Alexa dan bersiap untuk menceritakan hal yang tidak diketahui banyak orang. Rahasia keluarga Luciano yang selama ini tersimpan rapi selama bertahun-tahun.

“Serena Luciano adalah kakak perempuanku yang dibunuh oleh pemimpin Bratva enam tahun lalu. Dia adalah putri mantan consigliere keluargaku yang juga dibunuh oleh sekutu Bratva karena sebuah kesalahpahaman. Ayah mengangkat Serena sebagai putrinya karena dia adalah anak yang jenius dan patuh. Jika dia masih hidup, kalian pasti akan menjadi akrab karena dia juga ahli bermain senjata sepertimu.”

Mata Alexa mengerjap tak paham. “Lalu apa hubungannya dengan permasalahan kita?”

“Dia dibunuh dua hari setelah mengumumkan kehamilannya saat pesta pernikahan Nicholas dan Teressa. Seseorang menculiknya dan memberinya racun, kami kehilangan dia dan anak yang dikandungnya.”

The DevilTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang