[FOLLOW SEBELUM BACA KARENA SEBAGIAN CERITA DI PRIVATE]
RECOBRA CHRONICLES BOOK 1
•••
Perjanjian sumpah darah dari masa lalu menyatukan Alexa dan Leone dalam sebuah ikatan pernikahan. Tidak ada jalan lain bagi Alexa selain kematian jika ia ingin kel...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
2 AM
Dua jam setelah Leone mengeluarkan perintah kepada Verdant, pria itu kembali bersama anak buahnya dan enam pria yang merupakan boyevik dan shestyorka. Verdant hanya membutuhkan waktu tiga jam untuk membawa para targetnya.
Dalam hierarki Bratva, boyevik adalah para prajurit atau enforcer yang bertugas memeras, mengintimidasi, dan melalukan aksi kekerasan atas perintah Pakhan. Shestyorka adalah para kaki tangan yang menjalankan perintah tanpa banyak pengaruh. Mereka adalah orang-orang yang dipekerjakan oleh tangan kanan Pakhan namun tidak terlibat secara langsung dalam organisasi. Mereka dibuang begitu saja setelah mendapatkan imbalan sesuai perjanjian. Beberapa diantaranya dibunuh untuk menjaga kerahasiaan.
Sudah lebih dari satu jam Leone duduk dihadapan para pria sekarat yang terikat di kursi kayu. Mata mereka tertutup, wajah mereka penuh luka, punggung mereka berdarah karena cambukan maut. Tiga pria sudah tak bernyawa dengan luka sayatan dileher dan bekas tembakan di dahi. Mereka yang saat ini masih disiksa oleh adalah mantan mata-mata dan pembunuh bayaran yang pernah bekerja sama dengan Carter.
Suasana ruangan bawah tanah semakin mencekam. Lampu neon yang berkedip menciptakan bayangan panjang di dinding batu, dan udara terasa semakin sesak. Di sekeliling Leone, para pengawal berdiri tegap, siap untuk merespon setiap gerakan-perintah-kecil tuannya. Terdapat meja besi dengan banyak perkakas, pistol, hingga jarum suntik yang berisi racun. Ruangan itu telah menjadi saksi bagi banyak orang yang tidak akan pernah keluar hidup-hidup. Jika masuk ke ruang bawah tanah penyiksaan milik keluarga Luciano, maka nyawa tawanan adalah milik Don.
Leone memberi isyarat pada Verdant untuk membuka penutup mata pria dihadapannya. Pria itu membuka matanya perlahan. Namun suara teriakan terdengar setelahnya karena Leone melemparkan bubuk mesiu ke mata pria itu. Hanya dalam hitungan detik, kedua mata pria itu memerah, ia tidak mampu membuka mata dan hanya meringis kesakitan selama beberapa menit. Penglihatannya menghilang.
Keji. Leone adalah monster yang tidak akan memberi celah musuhnya untuk bernapas tenang. Terlebih lagi ini menyangkut nyawa Alexa dan bayinya. Leone tidak memiliki rasa takut untuk melawan musuh.
"Mr. Jack, aku tahu jika kau telah bertemu dengan Ivanov dan Carter dalam pertemuan Bratva empat hari lalu," Leone berkata dengan suara yang sangat tenang. "Bicara, atau kau akan merasakan apa yang ada di balik setiap kata yang kalian sembunyikan."
Meskipun tubuhnya lemah karena penyiksaan, Jack masih mempertahankan sikap keras kepala. "Лучано - ублюдки!" Katanya dengan suara parau. Ia masih berani mengutuk keluarga Luciano. "Bratva tidak akan kalah." Jack tertawa dengan percaya diri. Umurnya sudah tidak muda, empat puluh enam, namun Leone merasa pria itu tidak cerdas sama sekali. Ia terus mengelak dari setiap pertanyaan Leone. Bahkan setelah semua kukunya habis dicabut paksa.