[S2] Chapter 47

2.8K 181 9
                                        

"My Love, My Sun, My Everything, Alexa Rachele Luciano."
LEONE

⚜⚜⚜

Langit senja di taman berpendar lembayung, membingkai dua bayang yang duduk di bangku kayu. Leone dan Alexa menghabiskan waktu bersama hari ini sejak pagi. Hembusan angin lembut menyapa kulit mereka, membawa aroma mawar dari kebun sekitarnya. Leone menggenggam tangan Alexa dengan hati-hati, seolah-olah menggenggam sesuatu yang begitu rapuh dan berharga. Ia melirik perut Alexa yang mulai tampak membulat di balik gaun musim panasnya, tapi tak berkata apa-apa. Sebaliknya, ia tersenyum lembut dan menatap lurus ke cakrawala, di mana matahari perlahan-lahan tenggelam.

"Kau tahu," Leone membuka percakapan setelah hening yang panjang, suaranya terdengar lembut, "aku tidak pernah membayangkan hidupku akan seperti ini. Bersamamu, rasanya seperti mimpi."

Alexa tersenyum tipis, menoleh menatap Leone dengan matanya yang bersinar lembut. "Apa kau takut?" tanyanya, mencoba membaca ekspresi suaminya. Ia tahu, di balik ketenangan Leone, selalu ada rasa takut yang tersembunyi.

Leone menggeleng pelan. "Bukan takut, lebih ke... cemas. Tapi juga bahagia. Sulit dijelaskan," ucap pria itu dengan sedikit tawa. Sikapnya sedikit berubah semenjak kehamilan istrinya. Ia menjadi lebih lembut dan perasa.

Alexa tertawa kecil. "Aku juga merasa seperti itu. Rasanya seperti berjalan di atas tali, antara khawatir dan antusias." Ia menunduk, mengusap lembut perutnya. "Tapi aku tahu, selama kita bersama, kita bisa melewati apa pun."

Leone mengangguk, menggenggam tangan Alexa lebih erat. "Dan aku janji, aku akan selalu ada. Untukmu dan anak kita." Ia melirik perut Alexa, senyum kecil menghiasi wajahnya.

"Sayang, apakah kau yakin dia laki-laki?" Alexa menggoda, matanya berbinar penuh kehangatan.

Leone tertawa. "Tidak penting laki-laki atau perempuan, My Love. Aku hanya ingin kalian sehat dan aman bersamaku. Itu saja sudah cukup bagiku."

Alexa tersenyum, lalu bersandar di bahu Leone. Untuk beberapa saat, hanya keheningan yang menemani mereka, diiringi suara dedaunan yang berbisik diterpa angin. Namun, Alexa tiba-tiba mengangkat kepalanya dan menatap Leone dengan tatapan serius.

"Leone," katanya pelan, tetapi tegas, "apa pun yang akan terjadi di masa depan, aku ingin kau berjanji. Tetaplah tegar. Jangan pernah menyerah, tidak peduli seberapa sulit jalan yang harus kau lewati."

Leone menatapnya dengan alis sedikit berkerut, mencoba memahami maksud di balik kata-kata istrinya. "Apa maksudmu, Alexa? Tentu aku tidak akan menyerah untuk kita. Aku akan melindungimu dan keluarga kecil kita."

Alexa menghela napas, tangannya meremas tangan Leone dengan lembut. "Aku hanya... aku hanya merasa, ada hal-hal yang tidak bisa kita kendalikan. Tapi aku percaya, bahwa kita cukup kuat untuk menghadapi apa pun, saat bersama ataupun sendirian." Matanya berkabut sejenak sebelum ia menambahkan dengan senyum samar, "Kita harus selalu saling menguatkan. Untukmu, untukku, dan untuk anak kita."

Leone tidak menjawab seketika. Ia hanya menatap Alexa dengan dalam, lalu mengangguk perlahan. "Aku berjanji, Alexa. Aku tidak akan menyerah. Aku tidak akan membiarkan apa pun memisahkan kita." Suaranya penuh tekad, dan genggamannya pada tangan Alexa menjadi lebih erat. "You are my wife, my soul, my sun, my everything. I promise I will protect you, protect all of us. Don't be afraid, Love. Just hold my hand and everything will be fine, okay?"

Alexa tersenyum tenang. "Okay. Thank you for everything." Ia mencium pipi Leone dengan lembut. Dibalas oleh pria itu kecupan di bibir merah merona yang membuatnya candu.

The DevilTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang