[S2] Chapter 37

5.7K 397 36
                                        

"Where there is love, there is a pain."
XANDER

⚜⚜⚜

Malam di Buenos Aires memikat dengan lampu berkilauan dan alunan tango ikonik

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Malam di Buenos Aires memikat dengan lampu berkilauan dan alunan tango ikonik. Kasino-kasino mengundang para penggemar hiburan, sementara budaya, seni, dan keramahan penduduknya menambah pesona. Sebuah paket tak tertahankan, seperti daya tarik Las Vegas yang selalu memikat para pencari kesenangan. Terutama Verdant yang melintasi jalanan dengan Porsche barunya.

Setelah makan malam, Leone, Verdant, Xander, dan Xavier memutuskan untuk pergi ke Rambla, kasino terbesar di Buenos Aires. Ketika mereka tiba di sana, cahaya gemerlap menyambut mereka, menyinari jalur marmer yang mewah dan suara riuh kerumunan yang bersemangat. Rambla dikenal sebagai salah satu kasino terbesar di kota itu, menawarkan hiburan, perjudian, dan kemewahan yang tak tertandingi. Surga bagi para pendosa.

Mereka menghirup udara beraroma rokok dan alkohol, serta dikelilingi oleh mesin slot berkilauan dan meja permainan yang sibuk. Suara gelas berdenting dan tawa riang menyebar di seluruh lantai kasino.

Puluhan pasang mata terpesona dengan ketampanan dan tubuh atletis mereka yang sempurna. Keempat pria itu terlihat seperti pria muda kaya raya dengan pekerjaan yang memiliki gaji puluhan ribu dollar disaat mereka hanya mengenakan kemeja putih polos, kaos hitam panjang, dan celana panjang santai. Aura mereka seperti permata mahal.

Mereka mencoba mencari tempat duduk yang nyaman dan membaur. Namun, tak lama kemudian mereka bertemu dengan wajah yang tak asing dari keluarga Cassano. Menyapa mereka dengan ramah di dekat permainan Roulette.

 Menyapa mereka dengan ramah di dekat permainan Roulette

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Good evening, gentlemen! Senang bertemu kalian di sini.”

Wait! Revian Luis Cassano?,” seru Xavier dengan mata berbinar saat melihat salah satu mantan murid menembaknya.

“Mr. Xavier? Lama tidak bertemu.” Ucap Revian yang kemudian berpelukan dengan pria dengan kemeja putih didepannya.

"Dengan siapa kau kemari?" tanya Leone dengan tangan terlipat seperti ingin memberi hukuman pada laki-laki dihadapannya.

The DevilTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang