[S2] Chapter 43

4.6K 291 14
                                        

"I don't wanna kill anybody. But if you're standing in my way, one way or the other, you're getting out of my way."
᚜ ALEXA ᚛

⚜⚜⚜

Cahaya fajar merayu untuk mengintip di antara sengitnya gedung-gedung pencakar langit yang menjulang tinggi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Cahaya fajar merayu untuk mengintip di antara sengitnya gedung-gedung pencakar langit yang menjulang tinggi. Pemandangan memukau terbentang di hadapan, dengan bayangan jendela-jendela kaca yang bersinar lembut dan memantulkan sinar matahari perlahan. Jalanan yang biasanya riuh dengan hiruk-pikuk aktivitas kini terhampar tenang, hanya beberapa orang yang berjalan tergesa-gesa menuju tujuan pagi mereka.

Bau kopi segar dan aroma roti panggang bergelayutan di udara, mengundang selera dan semangat dalam setiap napas. Langit biru muda merefleksikan warna dari sungai Hudson yang mengalir tenang, menciptakan kontras yang menakjubkan dengan warna-warna bangunan dan daun-daun yang masih segar. New York di pagi hari adalah saat ketika kota ini tampak terhenti sejenak, menghirup napas sebelum kegilaan dengan energi khasnya yang kembali mengalir dengan semangat menggebu.

Selama dua bulan setelah Alexa keluar dari rumah sakit, ia dan Leone tinggal di apartemen peristirahatan sementara yang berada di Warren St. Mereka akan kembali ke Italia dalam dua hari, namun sebelum itu mereka akan singgah di Waldorf Astoria untuk menghadiri pertemuan penting. Termasuk pertemuan dengan beberapa orang yang mengantri untuk meminta bantuan dari Don Luciano.

Usia kehamilan Alexa telah menginjak empat bulan, ia telah merasakan getaran kehidupan dan perutnya mulai terlihat membesar. Dunianya telah berubah dengan cepat. Setiap pagi, mual merayap seperti kabut tipis, mengingatkannya akan perubahan besar yang sedang terjadi dalam tubuhnya. Ia juga merasa kantuk datang secara tak terduga, seolah-olah tubuhnya sedang membangun fondasi yang kuat untuk menjalani perjalanan yang akan datang.

Dalam diam, hatinya penuh dengan harapan dan doa, memikirkan bagaimana dalam waktu singkat rahimnya menjadi tempat bagi kehidupan yang akan tumbuh dan berkembang. Setiap sentuhan di perutnya seperti sebuah pesan rahasia dari alam semesta, perubahan suasana hati yang begitu drastis membuatnya cepat merasa lelah. Tetapi Leone dapat mengatasi hal itu dengan sabar. Ia berusaha memanjakan Alexa dan membuat wanita itu hanya mengerjakan pekerjaan ringan. Meratukan seorang istri yang mengandung adalah cara untuk mendatangkan berkah kehidupan, itulah kepercayaan Leone.

Menjelang siang, di tengah gemuruh jalanan sibuk kota New York, Leone dan Alexa duduk bersama di sebuah kafe yang teduh. Cahaya kota yang berkilauan memantul ke dalam scangkir kopi mereka. Berbincang-bincang tentang siapa saja yang akan datang dalam pertemuan besok malam dan mengapa banyak orang yang menunggu bertemu dengan Don. Rasa-rasanya seperti ingin bertemu dengan seorang anggota parlemen penting negara.

Sebagai seorang Don, Leone memiliki kekuasaan dan pengaruh yang besar dalam dunianya. Ia memiliki jaringan luas yang mencakup berbagai aspek bisnis yang dimiliki oleh para keluarga, mulai dari perjudian, narkoba, hingga pemerasan yang dilakukan dengan cara elegan. Orang-orang mengakui bahwa dengan dukungan Don Luciano, mereka memiliki akses ke sumber daya dan perlindungan yang lebih kuat. Semua orang berebut mengambil simpati Sang Penguasa.

The DevilTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang