[S2] Chapter 35

6.5K 474 20
                                        

YANG VOTE DAN KOMEN
MASUK SURGA!

⚜⚜⚜

"Behind every successful fortune there is a crime."
᚜ D'ANGELO ᚛

⚜⚜⚜

Setelah menjelaskan rencananya, Alexa menerima berbagai macam saran dan kritik dari beberapa petinggi yang memiliki lebih banyak pengalaman sebagai pebisnis dan telah bekerja sama dengan para miliarder terpandang hingga keluarga kerajaan. The Redlist bisa menjadi senjata ampuh untuk menaklukkan para pesaing mereka yang berada diposisi teratas piramida penguasa.

Alexa ingin membuat Morel Bank menjadi perusahaan paling berpengaruh di Eropa, bukan hanya di Italia. Misi besar dengan pengorbanan dan resiko yang besar apabila diketahui oleh musuh. Meskipun mereka paham jika resiko terbesar adalah dengan tidak mengambil resiko apapun. Namun, Alexa meyakinkan semua orang bahwa tidak akan ada yang tahu tentang The Redlist selain orang-orang yang berada di ruangan itu.

Alexa telah menyusun segalanya dengan sangat rapi. Ia akan memastikan siapapun yang membicarakan daftar tersebut atau pertemuan hari ini kepada orang lain, mereka akan mati sebagai bayarannya. Alexa telah memberikan peringatan dan tidak ada yang berkutik dengan ancamannya, semua orang yang berada di ruangan itu menyetujui rencana sang pemimpin.

Alexa kemudian membagikan sepuluh  lembar kertas kepada setiap orang sebagai permulaan. Mereka diperlihatkan tiga target yang akan menjadi sasaran pertama mereka. Ketiga orang itu adalah politikus yang pernah membantu Morel Bank saat awal mereka berdiri, namun mereka berkhianat dan mencuri dokumen rahasia milik D'Angelo. Tidak hanya mengkhianati perusahaan, mereka juga berkhianat pada rakyat.

Alexa berencana merebut apa yang telah mereka ambil dan menghancurkan apa yang telah mereka bangun. Mengembalikan hak-hak yang telah mereka rampas dari orang-orang tidak berdosa.

Mulai dari Marco Di Mauro, seorang politikus yang terlibat dalam penyalahgunaan kekuasaan, korupsi dana publik, dan penggelapan pajak. Ia memanfaatkan posisinya untuk memperoleh keuntungan pribadi dan merugikan kepercayaan publik. Marco memiliki sebuah perusahaan finance yang masih berjalan hingga saat ini dengan dirinya yang mengambil keuntungan sangat besar dan hanya diketahui oleh keluarganya.

Kemudian seorang politikus wanita yang terlibat dalam skandal penyuapan, nepotisme, dan manipulasi informasi, Gabriella Conti. Ia menjual kepentingan publik demi keuntungan pribadi dan menggunakan media untuk mengendalikan narasi. D'Angelo pernah mendapati artikel tentang Morel Bank yang melakukan penyuapan kepada anggota dewan pemerintah, padahal hal itu sangat dihindari olehnya untuk menjaga citra perusahaan dimata publik.

Hingga yang berada di lembar ketiga dari akhir adalah Giovanni Rossi, seorang politikus terlibat dalam pengalihan dana publik, konspirasi politik, dan pencucian uang. Ia menggunakan posisinya untuk mengakumulasi kekayaan pribadi dan mencapai tujuan politiknya tanpa mempedulikan etika. Mr. Castiel mengenal Giovanni dan ia merasa senang karena pria dengan perut buncit itu berada dalam daftar kematian.

Rapat berjalan selama berjam-jam hingga semburat jingga menyambangi langit Roma. Sebelum mempersilahkan semua orang pergi, Alexa kembali meyakinkan para kolega kakeknya dengan percaya diri. "Mungkin ini akan membutuhkan waktu lama, tetapi aku yakin kita akan berhasil dan Morel Bank akan menjadi salah satu perusahaan keuangan terbesar di dunia."

Mr. Castiel berbisik pada pria disampingnya, "Sangat ambisius seperti kakeknya."

Pria dengan kumis dan jambang membalas dengan seringai. "Aku mendengar panggilannya adalah Bel Diavolo, itu sangat cocok untuknya."

The DevilTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang