[S2] Chapter 48

2.3K 118 8
                                        

[Let The World Burn - Chris Grey]
---

"I just want to live a normal life.
With my husband."
᚜ ALEXA ᚛

⚜⚜⚜

Leone berdiri di tepi jendela, menatap kosong ke luar dengan cemas. Udara malam yang dingin memenuhi ruang kerja dan memeluknya, namun ia tak merasa sedikit pun kesejukan. Seluruh tubuh terasa panas, dibakar oleh amarah yang terus membara. Ini sudah lebih dari 24 jam sejak Alexa menghilang. Selama waktu itu, ia telah mengerahkan segala sumber daya yang dimilikinya dan memerintahkan semua orang untuk menyisir setiap sudut tempat pernikahan Xavier dan Clara, memeriksa setiap kemungkinan. Namun, hasilnya nihil.

Ia memejamkan mata sejenak, mencoba meredakan pikiran yang kacau. Setiap detik, menit, jam, berlalu membawa rasa takut ke dalam dirinya. Ia tahu bahwa jika ia tak segera menemukan Alexa, konsekuensinya akan lebih buruk dari yang ia bayangkan. Ia harus segera menemukan sang istri dan calon anaknya. Apapun yang terjadi, Alexa harus kembali ke pelukannya dengan selamat.

Verdant datang dengan mengetuk pintu, ia memberi tahu Leone jika seorang pramusaji tidak sengaja melihat seorang pria membawa Alexa entah kemana. Pramusaji itu berpikir jika yang membawa Alexa adalah suaminya, jadi ia tidak menghiraukannya karena ia adalah orang baru dan tidak mengetahui siapa tamu-tamunya malam ini. Ciri-ciri pria yang dijelaskan hanyalah pria tinggi tegap yang mengenakan jas hitam, memakai sepatu hitam dengan bagian bawah berwarna merah, potongan rambut buzz cut, dan tato kalajengking dibagian punggung tangan. Hanya itu yang dilihat oleh satu-satunya saksi mata.

"Fuck!" Leone menggebrak meja begitu keras setelah mendengarkan penjelasan Verdant. "I can't breathe without my wife beside me!" Leone begitu frustasi. Ia yakin jika yang membawa Alexa adalah orang-orang dari Bratva.

Leone memandang Verdant penuh tanya. "Apalagi yang dia katakan?"

"Tidak ada. Hanya itu."

"Hanya orang-orang dari Bratva yang memiliki tato kalajengking. Mengapa mereka tiba-tiba bergerak dan membuat kehebohan seperti ini?"

Verdant menghela napas. "Aku sudah meminta orang-orangku mengumpulkan informasi. Kita akan segera tahu dimana Alexa."

"Aku ingin istriku kembali. Lebih baik kalian bekerja dengan benar." Leone menatap Verdant, menusuk seperti belati yang mencari celah.

"Yes, Sir."

Alexa adalah separuh jiwa Leone. Meskipun ia tahu jika sang istri adalah mesin pembunuh seperti dirinya, namun kondisi Alexa sedang tidak stabil dan hal itu sangat membuatnya berhati-hati. Ia akan melakukan segalanya untuk menjaga sang istri dan calon anaknya meski dalam jarak yang jauh. Ia tidak menyangka jika dirinya teralihkan sejenak dan merasa bahwa tempat dimana semua orang yang ia kenal adalah tempat yang aman. Bahkan ditempat paling tersembunyi, bahaya bisa menyelinap tanpa suara.

Leone masih berdiri di tepi jendela ketika suara ketukan lain terdengar. Kali ini, ia mempersilakan dengan lebih pelan namun tegas. "Masuk."

Seorang wanita dengan gaun merah ceri berdiri di depan pintu dengan buah tangan. Jade menghampiri Leone dengan wajah serius. Wanita itu dikenal karena kecerdasan dan keahliannya dalam menganalisis situasi dengan ingatannya yang luar biasa. Ia berhenti beberapa langkah di depan Leone sembari memberikan berkas tipis di tangannya.

"Leone," ucap Jade dengan nada berat, "Aku sudah mendengar penjelasan tentang ciri-ciri pria yang dilihat oleh pramusaji itu." Ia menatap Leone, memastikan bahwa ia mendapatkan perhatian penuh dari lelaki itu.

The DevilTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang