07

4.5K 424 10
                                    

Jungkook berangkat lebih awal bahkan lupa sarapan hanya untuk menghindar dari Taehyung.

Jungkook teringat kejadian semalam dan terus terngiang-ngiang diotaknya, membuat perasaan gusar di lubuk hatinya. Jungkook menjadi manusia uring-uringan saat sedang mengecek proposal perusahannya, kadang melamun cukup lama hingga kertas-kertas itu menumpuk di mejanya. Sering menghela nafas seolah ia lelah hidup.

Jimin yang melihatnya jengah sendiri. Tidak biasanya Jungkook menunjukkan sisi lain selain sisi monotonnya di kantor. Jimin menawarkan makan siang bersama di restoran China yang sering mereka kunjungi namun Jungkook menolak, mulutnya berucap 'Aku tidak lapar Jim.' faktanya di lapangan, cacing-cacing di perutnya sudah meronta meminta nutrisi.

Jungkook berubah sekejap karena ia tidak sengaja memandangi pigura Taehyung tadi malam. Awalnya, Jungkook tidak ingin kepo soal pigura yang nampak berbeda dari yang lain. Namun kedua kakinya melangkah mendekat dan reaksi pertama waktu itu adalah kaget.

Bagaimana Jungkook tidak kaget huh?! Pigura itu diisi foto Taehyung. Bukan foto biasa, melainkan potret Taehyung sedang mengandung. Sangat jelas terpampang Taehyung memegang perutnya dengan senyuman kotak menampilkan raut bahagianya.

Yang masih menjadi misteri adalah kemana anak yang di kandung Taehyung sekarang? Dan... kemana suami Taehyung?

Ini pertanyaan yang sedari Jungkook ingin tanyakan ke orangnya langsung tapi tidak jadi karena tangisan Taehyung.

Jungkook kepikiran lagi dan merasa bersalah, memang Jungkook tipe manusia bodoh huh. Sayangnya tampan.

"Kira-kira jika aku hitung mungkin sudah beratus kali setiap aku masuk kesini kau selalu melamun bahkan semua proposal yang aku berikan diangguri. Ada apa denganmu, Kook?"
tanya Jimin dengan sindiran di awal.

Jungkook menggeleng lalu menghela nafas kasar. Jungkook mengusak surai hingga sekarang rambutnya kucel dan berantakan, persis ODGJ di jalanan.

Jimin menggeleng tidak paham dengan sikap Jungkook yang nampaknya punya banyak beban. Jimin menghampiri bos sekaligus temannya lalu berdiri di samping kiri Jungkook yang masih duduk, menepuk dua kali pundak kokoh temannya. Bermaksud menyalurkan energi penyemangat.

"Jika kau memiliki masalah cobalah untuk tidak menutupinya sendirian. Kita sudah berteman lama dan aku kenal jelas watakmu saat kau di terpa masalah." tutur Jimin.

Jungkook berdengung samar. Ia melirik sebentar ke arah Jimin yang masih berdiri di dekatnya dengan wajah penasaran.

Apa ia harus bertanya tentang Taehyung ke Jimin?

"Jim."

"Ya?"

"Apa kau tahu Taehyung pernah hamil? Dimana anak itu sekarang? Dan kemana suaminya?"

Tubuh Jimin menegang mendengar pertanyaan Jungkook barusan. Dalam hati ia terus bertanya, 'darima Jungkook tahu?'

Jimin terpaku. Ia bingung harus memberi jawaban apa yang pas untuk Jungkook. Ia tidak bisa mengalihkan topik pembicaraan, karena wajah Jungkook seolah meminta penjelasan lebih disana.

Raut putus asa. 

Jimin mengurungkan niatnya untuk bertanya soal kejanggalan yang terjadi diantara kedua sejoli itu. Jimin meneguk ludahnya kasar karena kerongkongannya terasa seret seketika.

Jimin mundur beberapa jarak lalu memandang Jungkook dengan tatapan sendu,

"Taehyung...."

.
.

Taehyung tetap kekuh bekerja. Selesai membereskan flatnya Taehyung segera berangkat. Ia berjalan kaki beberapa kilo untuk sampai ke halte bus lalu menaiki bus menuju daerah perumahan elit di Seoul, tempat rumah  keluarga Jeon disana.

Sesampainya di halte dekat kawasan perumahan elit, Taehyung segera turun dari bus dan mengeretkan mantelnya karena ia sedikit merasa kedinginan. Taehyung harus melewati jalan turunan lalu sedikit menanjak untuk sampai di tujuannya.

Lima belas menit berjalan kaki akhirnya ia sampai di depan rumah mewah dengan dominan warna gelap namun tidak membuat orang sakit mata. Taehyung menekan intercom sebelum masuk, lalu pagar mini terbuka otomatis Taehyung langsung melangkah masuk kedalam.



Taehyung menaiki beberapa tangga dulu menunu ke pintu utama, ia bisa melihat kegiatan Nyonya Jeon lewat kaca besar di depan. Ia tetap berjalan menuju pintu lalu membukanya setelah itu menutupnya kembali. 

Tadinya Luhan sedang membaca majalah fashion namun karena kedatangan Taehyung ia menjeda acara membacanya lalu menyambut Taehyung dengan tatapan bingung.

"Loh, bukannya hari ini kamu ijin sakit? Jungkook yang memberi tahuku tadi pagi. Apa kondisimu baik, Tae?" tanya Luhan khawatir bahkan jarak mereka berdekatan.

Luhan mengusap pucuk kepala Taehyung dan mengecek suhu tubuh Taehyung lewat telapak tangan yang tetempel di dahi.

Taehyung tersenyum kikuk sekaligus merasa tidak enak karena membuat Luhan menjadi khawatir seperti ini. Padahal tidak perlu, ia kan hanya bekerja disini dan statusnya orwng asing.

"Aku baik-baik saja nyonya." tutur Taehyung.

"Kamu yakin? Jika kondisimu memburuk kamu bisa istirahat sebentar disini, aku sudah menyipakan kamar kosong untukmu. Dan.. jangan panggil aku 'nyonya' panggil aku eomma saja ya."

Taehyung mengangguk mengiyakan karena tidak mengerti jelas situasi yang terjadi sekarang, semalam Tuan Jungkook terus pagi ini Nyonya Jeon.

Bisa jelaskan sedikit? Taehyung tidak paham kenapa dia tidak boleh memanggil mereka formal.

Taehyung tidak mau memikirkannya terlalu lama, ia segera berpamitan untuk ke lantai atas. Tujuannya, mengurus Eumji sebaik mungkin hari ini.

Hati Taehyung gusar saat tidak menemukan batang hidung Jungkook. Apa mungkin Jungkook menghindarinya?

Taehyung merutuki kebodohannya untuk puluhan kalinya.















Revisi total lagi dan pembaruannya tidak ada adegan uwu adanya melow hehehe, aku harap kalian tidak kecewa ya.

[ kurang lebih gambaran rumah keluarga Jeon

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

[ kurang lebih gambaran rumah keluarga Jeon. Pasti yang udah nonton PARASITE tau jelas seluk beluk rumah ini ]

My Cute Babysitter Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang