Haechan menatap jengah wanita di depannya, benar-benar merusak suasana pagi cerahnya. Kenapa pula wanita itu sepagi ini sudah berada di depan rumahnya?!
"Jaehyun ada di dalam sana kan?" tanya Naeun. Ya, Naeun yang ada di depannya sekarang, wanita itu bahkan datang kerumahnya sepagi ini, disaat Ten belum menyelesaikan sarapan dan Jaena baru mandi untuk berangkat sekolah,
"Tidak, dia tidak disini, ini rumahku bodoh," jawab Haechan, namun sepertinya keadaan sangat tidak mendukungnya karena Jaehyun dengan bodohnya malah menghampiri Haechan, membuat Naeun mengulas sebuah senyum.
"Jaehyun-ah, aku membawakanmu sarapan," ucap Naeun.
Haechan menatap wanita di depannya ini sinis, ia tersenyum kecil. Dia pikir tamu dirumahnya tidak diberi makan apa?!
"Kembalilah Naeun aku-" sebelum Jaehyun menyelesaikan kalimatnya, Haechan sudah berbalik badan dan masuk ke dalam rumah, terlalu malas melihat wajah Naeun yang sok manis itu sampai membuatnya muak.
Jaehyun menatap Naeun,
"Jangan pernah datang menemuiku lagi Naeun," ucap Jaehyun.
"Aku hanya ingin tetap menjaga hubungan kita," jawab Naeun.
"Kita tidak pernah punya hubungan apapun Naeun," balas Jaehyun.
"Oh ya, sebelum kau menyuruhku untuk menggugurkan kandunganku. Iya kan?" pertanyaan Naeun sontak membuat Jaehyun mengeraskan rahangnya,
"Dia bukan anakku, kau pikir aku tidak tahu jika kau berhubungan dengan lelaki lain selain aku?" tanya Jaehyun.
Naeun masih mengulas senyum,
"Kita tidak pernah tahu jika anak itu tidak lahir, beruntung sekali kau berhasil membuatku menggugurkan kandunganku secara 'paksa' waktu itu," ucap Naeun.
"Pergilah dari sini, aku tidak mau melihatmu lagi. Cukup bicara soal bisnis," ujar Jaehyun sebelum dia berbalik badan hendak menyusul Haechan,
"Kau tahu kalau aku tidak akan berhenti sampai disini kan?" ucapan Naeun membuat Jaehyun menghentikan langkahnya,
"Aku akan melakukan apapun agar bisa mengalahkan bocah itu dengan memilikimu," dan itu adalah kata-kata terakhir yang Jaehyun dengar dari Naeun sebelum dia kembali melanjutkan langkahnya menuju ke dapur untuk menyusul kekasihnya.
Begitu sampai di meja makan, dia bisa melihat Haechan yang sedang memakan sarapannya dengan raut wajah yang kentara sekali kalau masih kesal. Jaehyun mengambil tempat disebelah Haechan,
"Oh sudah selesai urusanmu dengan MANTAN jalang-mu itu?" tanya Haechan yang sengaja menekankan kata 'mantan'. Tidak sudi Haechan memanggilnya dengan mantan kekasih, terlalu bagus untuk wanita seperti Naeun,
"Haechan aku tidak akan pernah menerima Naeun, jadi berhenti seolah aku sudah berselingkuh dengannya," ucap Jaehyun yang mulai lelah menghadapi sifat childish Haechan. Namun sepertinya hal itu tidak membuat keadaan semakin baik, malah semakin buruk dengan Haechan yang menaruh sendoknya dengan keras ke meja.
"Tidak sebelum kau menyingkirkan wanita itu," setelah itu Haechan pergi ke kamarnya untuk mengambil jaket denim miliknya dan kunci mobil, pergi dari rumah adalah hal yang diinginkan Haechan sekarang.
Jaehyun menatap Johnny, meminta saran, tetapi sahabatnya itu hanya menggelengkan kepalanya pertanda dia juga tidak tahu.
"Aku berangkat dulu," ucap Jaena, anak perempuan Jaehyun itu keluar tanpa kata setelah itu, ikut merajuk karena Haechan juga merajuk,
"Mereka seperti anak kembar," ucap Ten yang dibalas anggukan setuju oleh Johnny,
Haechan mengendarai mobilnya hingga sampai di kampus Jisung, ia sudah mengabari Jisung jika dia akan ke kampus sahabatnya itu, beruntung kelas Jisung masih dimulai dua jam lagi dan lelaki itu sudah ada disana untuk menemani kekasihnya, Chenle.

KAMU SEDANG MEMBACA
SUGAR DADDY (JAEHYUCK) (END)
Fanfic"Apa yang kau lakukan?" "Ssstt...ada Papa-ku, diam," "Sshh.." -------------------------------------------------------------- Desclaimer: - Cerita ini mengandung unsur bxb - Tidak ada hubungannya dengan Sugar Daddy di lapak sebelah - 18+ - Action...