Waktu kecil, Haechan bermimpi ingin menjadi seorang guru, mengajar disekolah bersama dengan anak-anak kecil. Namun karena suatu kejadian, Haechan memilih untuk mengikuti jejak Johnny, waktu itu Haechan masih berumur sepuluh tahun, ketika sebuah bom meledak dihalaman belakang rumahnya secara tiba-tiba,
Haechan terbangun, langsung beranjak dari kasurnya kemudian berlari keluar dari kamarnya mencari Mama dan Papanya yang ada di kamar. Api sudah menjalar membakar bagian belakang rumah, Haechan sesekali terbatuk karena menghirup asap. Saat dia melihat ke kamar orang tuanya, mereka tidak ada disana.
"Mama! Papa!" ia berteriak memanggil, berharap kalau salah satu dari mereka menjawab, namun hasilnya nihil. Suara tembakan mulai terdengar, Haechan refleks berjongkok dan menutup telinganya, mengintip dari balik pagar besi lantai dua dia bisa melihat kalau kedua orang tuanya ada dibawah sana dan mulai menyerang musuh, Ten ada dibelakang Johnny dan menjaga di ujung tangga.
"Jemput Haechan dan bawa dia keluar darisini," perintah Johnny yang dibalas anggukan oleh Ten.
Posisi mereka sekarang sedang berada di villa keluarga yang ada di Jeju, jadi tidak ada yang bisa dimintai tolong karena mereka bertiga dalam masa liburan keluarga. Saat Ten berlari menaiki tangga, Haechan bisa melihat dengan jelas kalau ada seseorang yang membidik mamanya dari belakang. Tetapi Haechan tiba-tiba membeku ditempat, lidahnya kelu hingga dia terlambat memberikan peringatan pada Mamanya. Peluru itu berhasil mengenai kaki Ten hingga membuat ia harus terjatuh ditengah-tengah tangga dengan kaki yang mulai berdarah.
"Mama!" Haechan berlari mendekati Ten dan hendak menolongnya, tetapi belum juga reda suara tembakan itu sudah kembali terdengar hingga Ten memilih untuk memeluk Haechan dan menjadi tameng bagi anak kesayangannya itu.
"Tidak! Mama! lepaskan aku!" protes Haechan, namun Ten tidak melepaskan pelukan itu hingga ia kehilangan kesadarannya sendiri.
Haechan menatap tubuh Ten yang berlumuran darah, entah darimana keberanian itu muncul, membuat Haechan yang hanya pernah mendengar penjelasan tentang pistol dari Johnny itu langsung mengambil senapan yang dibawa Ten dan mulai menembak secara acak musuh yang ada disana. Yang Haechan pikirkan saat itu hanyalah membalaskan dendam pada orang yang telah menyakiti Mamanya.
Dan sejak saat itu Haechan bekerja keras hingga menjadi pembunuh bayaran seperti Ayahnya, memang benar buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Meskipun Haechan berusaha untuk mencari jalan keluar dari menjadi seorang pembunuh, pada akhirnya dia tidak bisa melakukan itu dan tetap melakukan pekerjaan berbahaya itu bersama dengan Johnny.
Saat itu mereka sangat beruntung saat Ten masih bisa selamat meskipun sempat koma selama satu setengah bulan,
Namun kini, yang berada di posisi Ten adalah Haechan, ketika dokter didepan Haechan berusaha untuk mengeluarkan peluru yang bisa bergerak perlahan menuju ke jantung. Jenis peluru yang sangat baru, jika dokter tak segera melakukan pengeluaran peluru dengan sensor itu, Haechan bisa mati. Sedikit saja salah langkah maka Haechan akan kehilangan nyawanya.
Prang!
Dokter berhasil mengeluarkan peluru yang tinggal beberapa cm lagi mengenai jantung Haechan, namun kegembiraan itu tak berlangsung lama karena tekanan darah Haechan tiba-tiba menurun dan jantungnya melemah. Semua orang diruang operasi itu terkejut bukan main, padahal tadi Haechan masih normal.
"90 joule!" dokter sudah memegang alat kejut jantung ditangannya, dalam hitungan ketiga dokter mengejutkan jantung Haechan. Suara elektrokardiograf dengan garis lurus itu masih terdengar hingga dokter kembali melakukan kejut jantung.
Diluar ruang operasi itu Johnny, Jaehyun, Yuta dan Sungchan menunggu dengan was-was. Perasaan khawatir dan takut kehilangan langsung menyelimuti mereka, tidak boleh seperti ini...rasa ketakutan itu semakin menjadi ketika mereka masih melihat garis lurus di elektrokardiograf.

KAMU SEDANG MEMBACA
SUGAR DADDY (JAEHYUCK) (END)
Fanfiction"Apa yang kau lakukan?" "Ssstt...ada Papa-ku, diam," "Sshh.." -------------------------------------------------------------- Desclaimer: - Cerita ini mengandung unsur bxb - Tidak ada hubungannya dengan Sugar Daddy di lapak sebelah - 18+ - Action...