34. Congratulations

4.5K 407 37
                                    

Di dalam sana Haechan masih berjuang, sedangkan Jaehyun bersama dengan Jaena dan teman-teman Jaehyun dan Haechan ada disana. Bahkan kekasih Jaena juga, Taehyun kemari karena Jaena menyuruhnya. 

"Jadi adik akan lahir premium?" tanya Jaena,

"Pfft!" Taehyun tak kuasa menahan tawanya, mengundang tatapan kesal Jaena, 

"Prematur, dasar bodoh!" ejek Taehyun sembari menoyor kepala Jaena, namun dengan cepat lelaki itu mendapat balasan dari Jaehyun. 

"Berani kau bilang anakku bodoh?" pertanyaan Jaehyun membuat Taehyun tersenyum canggung sembari menggumam kata 'maaf'. 

Suara tangis bayi akhirnya terdengar dari balik pintu, semua orang bernafas lega. 

"Aku tidak percaya cucuku akan lahir secepat ini," ucap Ten sembari mengusap ujung matanya karena menangis haru. 

"Kau sudah kakek-kakek John," ejek Yuta. 

"Sialan kau, daripada belum mempunyai anak sama sekali," balas Johnny menunjuk pada Yuta. Sialan, dia malah yang terpukul telak padahal berniat mengejek temannya itu. 

Selang sepuluh menit seorang perawat keluar dari ruangan,

"Suami dari Tuan Haechan bisa masuk," ucap si perawat. Jaehyun dengan jantung yang masih berdegup kencang berjalan menuju ke dalam ruangan Haechan. Haechan masih menjalani proses jahit di bagian perutnya, sedangkan Jaehyun menghampiri inkubator yang ada disana, meskipun ukuran tubuh anaknya lebih kecil daripada bayi kebanyakan karena lahir prematur, dokter bilang tidak ada yang perlu dikhawatirkan darinya. Bayinya sehat. 

"Dia laki-laki," ucap Haechan dengan senyumnya, ia menoleh menatap Jaehyun. Kepala Jaehyun mengangguk, ia ikut tersenyum ketika melihat anaknya di dalam inkubator, menatapnya penuh sayang. 

"Bayi harus ada di inkubator selama beberapa hari untuk memastikan dia baik-baik saja," ucap perawat yang dibalas anggukan oleh Jaehyun. 

"Siapa namanya?" tanya Haechan, 

"Hm....Jaewo. Jung Jaewoo, kau suka?" setelah mengucapkan nama yang terlintas di pikirannya itu Jaehyun kembali menatap Haechan, suami manisnya itu menganggukkan kepala. 

"Bagus, Jaewoo...jadi anak yang baik ya?" tambah Haechan, kemudian Haechan memejamkan matanya, efek dari obat bius sih, dosisnya kembali ditambah karena Haechan yang meminta. Haechan akhirnya tertidur, sedangkan Jaehyun akhirnya keluar setelah dua puluh menit melihat anaknya. 

"Bagaimana? perempuan?" tanya Yuta,

"Laki-laki, aku memberinya nama Jaewoo." jawab Jaehyun.

"Asikkk adik laki-laki, akhirnyaaaaaaaaa!" Jaena berseru senang, dia sampai memeluk Taehyun dengan erat, saat hendak mencium Taehyun bukan bibir yang Jaena dapatkan tapi malah tangan Jaehyun.

"Tidak ada cium-cium," ucap Jaehyun.

"Tidak adil!" protes Jaena. Padahal Jaehyun sendiri sering mencium Haechan tanpa tahu tempat bahkan di depan Jaena. 

Setelah Haechan dipindah ke ruang rawat, mereka berkumpul disana sembari menunggu Haechan sadar dari tidurnya. 

"Oh iya, aku merencanakan liburan minggu depan, tapi karena Haechan baru operasi mungkin bisa dilakukan dua minggu lagi," ucap Ten. 

"Padahal aku masih ingat kalau Haechan sering ke restoran Winwin dan makan disana bersama dengan Yangyang dan Kun. Kenapa sekarang sudah-"

"Haechan!!" suara Yangyang dan pintu terbuka mengalihkan atensi semua orang yang ada disana. Si manis itu datang bersama dengan Kun dan Winwin. 

SUGAR DADDY (JAEHYUCK) (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang