Sesuai dengan ucapan Jaehyun mereka akan pergi ke Jepang untuk liburan, bahkan mereka berangkat hari itu juga sehingga mereka sampai ke Tokyo ketika jam menunjukkan pukul empat sore karena mereka berangkat ketika siang.
Jaehyun menyewa sebuah rumah daripada hotel, dia selalu seperti itu jika liburan. Menginap di hotel hanya untuk saat menjalankan misi, karena liburan merupakan hal yang harus dinikmati dengan benar.
"Akhirnya! sudah lama tidak menghirup oksigen di Jepang!" Jaena berlari masuk ke dalam rumah, anak itu terlihat sangat lucu dengan tas punggung pink yang masih di punggungnya, berlari kesana kemari takjub melihat keindahan rumah yang disewa oleh Jaehyun. Gayanya klasik Jepang, seperti rumah zaman dulu dengan pintu kamar yang digeser,
Jaehyun menatap Haechan ketika mereka sudah berada di depan kamar,
"Kau akan tidur denganku," ucap Jaehyun,
"Whatever," balas Haechan setelah merotasikan matanya kemudian dia memilih untuk masuk ke dalam salah satu kamar diikuti oleh Jaehyun dibelakangnya, Jaehyun tersenyum kecil, setidaknya Haechan tidak menolak keberadaannya.
Haechan merebahkan tubuhnya diatas kasur sedangkan Jaehyun menaruh koper disebelah lemari, kemudian ikut merebahkan dirinya disamping Jaehyun.
"Babe," panggilnya.
Haechan menoleh dengan mengernyitkan dahi,
"Aku bukan kekasihmu lagi Jaehyun," balasnya. Ia mengambil bantal kemudian menaruhnya diantara mereka. Jaehyun menghela nafas,
"Bisakah kau memberikanku kesempatan lagi?" tanya Jaehyun.
"Ini sudah yang kedua kalinya," jawab Haechan.
"Aku tidak sadar, hari itu aku ingin mengembalikan barangnya dan memberikan hukuman padanya," jelas Jaehyun.
"Semua sudah berlalu dan tak bisa diulang, faktanya adalah kau sudah berpacaran dengannya selma tiga bulan, menelantarkan Jaena, menganggapku bahwa aku yang memutuskanmu dan kau menghamili wanita itu. That's the fact," balas Haechan.
"Apa yang harus aku lakukan?" tanya Jaehyun,
"Tidak ada, menyerahlah," jawab Haechan.
Menyerah? tidak, itu bukan sesuatu yang akan dilakukan oleh Jaehyun, tidak boleh ada dalam kamus hidupnya.
"Tidak, aku tidak akan menyerah, Haechan," jawab Jaehyun. Kini Haechan yang mengela nafas, ia lantas bangkit dari posisinya dan duduk menatap Jaehyun sepersekian detik kemudian secara tidak terduga lelaki manis itu mendudukkan dirinya di perut Jaehyun dengan kedua tangannya yang bertumpu pada bahu Jaehyun.
Keduanya saling bertatapan sebelum akhirnya Haechan mencium bibir Jaehyun, melumatnya dengan kasar dan tergesa. Rasanya masih sama, bibir Haechan masih sama manisnya dengan balutan lipbalm rasa stroberi itu.
Jaehyun menekan lembut tengkuk Haechan, satu tangannya lagi bergerak mengusap punggung hingga ke pinggang Haechan. Lidah mereka berbelit saling bertukar saliva, suara kecipak basah memenuhi kamar itu. Keduanya sama-sama terhanyut dalam ciuman hingga mereka melupakan sesuatu,
"Setidaknya tutup pintunya kalau ingin melakukan sex tuan-tuan," suara Jaena menginterupsi keduanya, gadis itu berdiri diambang pintu sembari menatap kedua orang yang dia sayangi yang masih dalam posisi Haechan diatas Jaehyun.
Haechan mengusap bibirnya kemudian menatap Jaena,
"Ada apa?" tanya Haechan,
"Aku lapar dan ingin makan sushi," jawab Jaena.
"Tunggu di mobil," balas Jaehyun. Setelah itu Jaena pergi, Haechan kembali menatap Jaehyun.
"Menjadi partner sex lebih cocok untuk kita," ucap Haechan.

KAMU SEDANG MEMBACA
SUGAR DADDY (JAEHYUCK) (END)
Fanfiction"Apa yang kau lakukan?" "Ssstt...ada Papa-ku, diam," "Sshh.." -------------------------------------------------------------- Desclaimer: - Cerita ini mengandung unsur bxb - Tidak ada hubungannya dengan Sugar Daddy di lapak sebelah - 18+ - Action...