~Vee Vivis~
Pasir dihantam oleh ombak yang berdebur. Di langit sana kelipan bintang bertabur. Angin dari segala arah menghambur. Semua itu tak mampu membuat rinduku terkubur.
Aku rindu, pada dia yang aku tinggal dengan kesepian. Aku rindu, pada dia yang selalu memenuhi penjuru hatiku. Aku rindu, pada dia yang singgah selalu pada pikiranku.
Sedang apa dia? Dengan siapa dia? Dimana dia? Apakah dia makan dengan baik? Apakah dia mampu menjalani hidup dengan baik? Apa dia juga merindukanku? Apa dia juga memikirkanku?
Pertanyaan itu berkeliaran pada pikiranku. Tidak pernah aku lepas barang sejenak untuk tidak memikirkannya.
Rutinitasku hanyalah tempat magang, dorm, dan pantai seperti saat ini. Memandang pantai, berharap pesan rinduku tersampai.
Di tempat magang, aku bukanlah bos seperti ketika aku di WongWei ataupun Vivis. Aku hanyalah mahasiswa magang biasa yang disuruh dan patuh. Mereka tidak sadar aku berkuasa? Jawabannya mereka sadar. Siapa yang tidak mengenal diriku yang berseliweran di media-media. Namun aku memerintahkan mereka untuk menganggap aku sama saja dengan mahasiswa magang pada umumnya.
Kembali sadarku berkelana pada dia yang disana, juga pada pembaharuan aktivitas seharian dia melalui media sosial. Bukan dia yang aktif di media sosial, tapi orang-orang di sekitar dia yang mengabarkan.
"Phi kira Mark bisa belajar dari kesalahan sebelumnya, sesulit itukah untuk merenungi? Apakah janji masih bisa ditepati?"
~oOo~
"Nong Vee, bisa kau bantu di bagian pemasaran? Kami sedikit ada masalah dalam administrasi."
"Khrab Phi."
"Hai Neung, aku pinjam anakmu dulu."
"Jaga anakku."
Aku menggelengkan kepalanya atas kelakukan dua seniorku di tempat magang. P'Cherry adalah senior di bagian pemasaran yang meminta bantuanku. Dan P'Neuang adalah yang bertanggungjawab atas anak-anak magang di bagian produksi.
Perusahaan ini adalah perusahaan manufaktur yang memproduksi kabel. Bukan perusahaan besar namun juga tidak kecil. Perusahaan ini memasok hampir seluruh kebutuhan kabel di Thailand dan ekspor ke luar negeri pula. Bahkan perusaahan Vivis yang bergerak di bidang elektronik bekerjasama dengan perusahaan ini.
Sering kali aku diminta bantuan oleh beberapa bagian perusahaan untuk mengurus beberapa pekerjaan. Tentu mereka dengan percaya diri mengandalkanku karena aku pewaris dua perusahaan besar yang pastinya sudah mahir dalam urusan seperti ini. Bukan berarti aku sombong, tapi itu fakta dan realitanya. Mereka tidak takut aku mencuri data, menjadi mata-mata, atau malah merusak perusahaan? Mereka menjawab tidak. Alasannya tidak ada yang perlu ditakuti ketika reputasiku jadi taruhannya. Ckck sungguh percaya diri walau nyatanya itu benar. Toh sebenarnya mereka tidak meminta bantuan mengurus hal rahasia, hanya masalah umum saja.
Tiba-tiba aku berhenti dari langkahku ketika selesai dari bagian pemasaran. Aku tersenyum dan menyapa orang yang sangat aku kenal.
"Oh Paman Manis, apa yang paman lakukan disini?"
"Tee dan Fuse merindukanmu bocah."
"Aku juga."
"Saat libur tidak akan pulang?"
"Liburan untuk membuat laporan."
Disinilah aku sekarang, sebuah cafe dekat tempat magang. Tempat sederhana dengan menu khas Thailand.
Aku bertemu dengan Paman Peak di perusahaan. Paman datang karena kerjasama dua perusahaan. Kemudian saat makan siang beliau mengajakku keluar.
"Bagaimana dengan Mark?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Obsession || VeeMark / YinWar [End]
FanfictionKetika jarak adalah hambatan Waktu kan menjadi cobaan Apakah cinta masih ada saat dipertemukan Atau ternyata itu obsesi dari dua insan Vee Vivis Wong, sang pewaris dua kerajaan yang merupakan mahasiswa teknik tahun ketiga, memiliki kekasih sejak ke...
![Obsession || VeeMark / YinWar [End]](https://img.wattpad.com/cover/250666802-64-k435510.jpg)