~Mark Masa~
Kami layaknya tokoh utama dalam drama yang kisah cintanya liku. Alur kisah kami bak telenovela yang tidak berhenti hingga tersisa akhir yang bahagia. Ada saja kerikil yang menghambat laju hubungan kami.
Di sini di ruangan yang minimalis kami duduk dengan diam. Aku duduk di atas tempat tidur sedangkan P'Vee duduk di sofa. Aku sudah menjelaskan segalanya tentang siapa P'Pack, namun P'Vee seakan tuli dan masih tidak memberi jawaban akan penjelasanku.
P'Pack, aku hanya mengenalnya dalam kurun waktu 2 bulan. Saat itu aku di Jepang dan P'Pack seorang mahasiswa kedokteran yang sedang melakukan studi banding. Awal mula kami bertemu karena ada pertemuan orang Thailand yang berada di Jepang.
Intensitas pertemuan kami tidak sering, namun itu menjadi bertambah ketika dia melihatku menangis dan dia datang menghiburku. Saat itu aku bingung dengan hubunganku dan kecewa dengan diriku yang malah dekat dengan P'Nuea.
P'Pack hanya teman dan kakak yang mendengarkan ceritaku dan memberiku petuah pada masalahku.
"Mark minta maaf. Phi, tolong bicara."
P'Vee menghembuskan kasar nafasnya. Matanya menatapku dengan raut kecewa.
"Jika Mark punya masalah, ceritakan ke Phi, bukan harus segalanya Mark ceritakan kepada orang lain."
"Mark sudah bilang, saat itu Mark punya masalah dengan P'Vee dan P'Nuea karena perasaan Mark. Lalu Phi pikir Mark akan bercerita dengan P'Vee?"
"Ketika ada masalah Mark akan lari ke orang lain. Nuea, Thew, dan sekarang dokter yang entah siapa itu."
"P'Pack."
"Ya entahlah siapa itu, Phi tidak peduli."
"Phi juga lari ke P'Ploy." Balasku. Ya nyatanya memang dia malah satu daerah magang.
"Phi tidak sengaja satu daerah. Dan Phi tidak pernah menceritakan apapun tentang masalah hubungan kita. Dia hanya datang untuk menjadi teman. Cukup."
"Sama saja dia tahu kita sedang ada masalah."
"Kenapa jadi Phi yang dibahas? Kita sedang membahas pria-pria di sekeliling Mark!"
"Tidak ada siapapun. Semuanya hanya teman."
"Sudahlah! Lebih baik kita istirahat. Sampai pagi pun tidak akan pernah Mark sadar."
"Phi!?"
Perdebatan kami berakhir dengan P'Vee yang kembali diam. Dia melangkah untuk mengambil kaos dan handuk, kemudian pergi ke kamar mandi. Setelah selesai dia mengambil selembar selimut di lemarinya dan mengambil satu bantal dari tempat tidur.
"Phi mau kemana?"
"Tidur."
"Kenapa itu dibawa ke sofa? Phi tidak bermaksud untuk tidur di sana kan?" Curiga ku. Tidak, aku tidak bisa tidur tanpa P'Vee di sampingku.
"Mandilah. Lalu lekas tidur."
Aku melangkah ke tempat dia yang akan berbaring. Menarik selimut yang hampir membungkusnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Obsession || VeeMark / YinWar [End]
FanfictionKetika jarak adalah hambatan Waktu kan menjadi cobaan Apakah cinta masih ada saat dipertemukan Atau ternyata itu obsesi dari dua insan Vee Vivis Wong, sang pewaris dua kerajaan yang merupakan mahasiswa teknik tahun ketiga, memiliki kekasih sejak ke...
![Obsession || VeeMark / YinWar [End]](https://img.wattpad.com/cover/250666802-64-k435510.jpg)