Bab 4 - Moons and Stars

1.9K 193 28
                                        

~Vee Vivis~


"Ulangi lagi."

"Lagi."

"Jalan yang benar."

Suara keras menggema di Auditorium. Seorang senior wanita bersedekap, matanya awas melihat para junior yang berjalan berpasangan silih berganti. Senior lainnya berada di sekitar juga ada yang mengawasi, ada pula yang sibuk mempersiapkan keperluan untuk kegiatan Bulan dan Bintang Universitas.

Sejak beberapa minggu lalu aku dan mahasiswa lainnya sudah berjibaku mempersiapkan kegiatan yang akan dilaksanakan lusa. Tapi aku disini hanya sebagai pengawas dan mentor, ada panitia sendiri yang bertugas di lapangan.

"Hari ini adalah terakhir latihan, besok agendanya gladi bersih. Jadi semuanya harus sudah siap baik peserta maupun panitia." Bulan Universitas tahun kemarin berbicara menutup sesi hari ini.

Mataku menangkap Mark bersama kelompoknya hendak pergi. Mereka selalu setia menunggu Fuse selesai berlatih. Yeah Fuse teman Mark mewakili Fakultas Teknik sebagai Bulan tahun ini. Jujur, awalnya mayoritas senior mengajukan Mark sebagai perwakilan. Dia tampan sekaligus manis, berpenampilan menarik, berbakat bidang musik dan olahraga, serta pintar. Dapat dikatakan Mark paket tepat. Tapi kembali keputusan juga ada di tanganku sebagai Bulan Universitas dua tahun lalu. Aku menolak gagasan itu. Aku paling tahu tentang Mark, dia bukan tipe orang yang bersedia tampil di muka umum. Mark pemalu. Lebih lagi aku tak akan mengizinkan Mark dinikmati oleh khalayak ramai, cukup hanya untukku. Saat aku berbicara tentang ini kepada Mark, jawaban seperti dugaanku.

"Itu bagus, Phi paling tahu Mark juga tak mau."

Namun Mark tidak bisa begitu saja tak ikut campur dalam kegiatan. Dia diminta untuk melatih Fuse dalam bermain gitar dan bernyanyi. Seperti hal nya sekarang ini, aku kemudikan mobilku menuju dimana Mark dan teman-temannya berada, studio milik Papa.

"Belum selesai?"

"Ah swasdee khrab, P'Vee." Salam mereka bersamaan. Aku balas memberi wai.

Langkahku secara otomatis menuju dimana Mark duduk. Berdiri di sampingnya, bermain di rambut tebal Mark. Mark tidak terganggu, dia fokus memperhatikan Fuse yang sedang berlatih.

"Oke, sudah cukup." Suara Mark mengakhiri.

"Kau harus tampil optimal, Fuse."

"Aow, P'Vee... aku bukan Phi yang unggul disegalanya." Fuse.

"Tentu kamu bukan aku, karena aku tak tertandingi, unggul dari segala segi baik wajah, otak, dan bakat."

"Ckck, sungguh percaya diri."

"Ohoo Mark, itu fakta dari kekasihmu ini."

Mark tidak menjawab lagi. Dia hanya memutar bola matanya, malas. Mark tahu jika dibalas maka akan semakin panjang.

"Tapi pelatihmu spesial langsung didatangkan dari Jepang." Godaku.
"Awwww Mark!"

"Spesial apanya?"

Cubitan Mark tidak main-main, ini cukup sakit. Tapi aku senang menggoda Mark seperti ini, apalagi mendapat delikan dari mata Mark yang seperti anak kucing. Menggemaskan.

"Mark spesial untuk Phi."

"Hoekkkk...." Aku tahu teman-teman Mark pasti akan kompak bereaksi seperti ini. Tapi aku tak peduli.

Plakk

Mark menggeplak lenganku yang dapat ia jangkau.

"Ish.. cukup Phi."

Lihat, pipinya yang muncul semburat merah benar ingin aku cium.

"Hmm.... narak..."

"P'Vee~..."

Obsession || VeeMark / YinWar [End]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang