Kedua❤️

7.7K 547 24
                                        

Jungkook mendengus kesal, sudah sepuluh menit ia menunggu Yeonjun di parkiran dengan bersandar nyaman di pintu mobil kekasih mudanya. Jemari indah itu bergerak mengetik sesuatu dilayar persegi, hingga tak lama benda mahal ditangannya mengeluarkan suara dering, tanda seseorang berusaha menelponnya

'Hallo sayang'

"Kau dimana Yeonjunie!"

'Aku baru saja selesai latihan. Ini sedang membereskan barang-barangku di tas. Apa hyung sedang menungguku?'

"Ya. Aku menunggu sudah sangat lama. Jika dalam tiga menit kau belum menemuiku, jangan harap ada cici popok mmhh mmhh dariku!!!" Ucap Jungkook jengkel yang mana membuat seseorang diseberang sana gelagapan

'Oke oke. Aku segera kesana. Tunggu aku darling'

Tut

"Is dasar tidak berperikejungkookan! Main tutup tutup telpon saja! Pokoknya aku marah!!" Kesal Jungkook mengerucutkan bibirnya

Tidak tau saja kelakuan dan ucapannya sedari tadi sudah dilihat dan didengar sosok pemuda tampan yang duduk diam dikursi mobilnya lebih tepatnya didalam mobil yang terparkir di samping kendaraan milik Yeonjun

Sosok itu menatap nanar mantan kekasihnya yang kini terlihat sangat manis dengan tingkah manjanya yang sudah lama tak terlihat. Sudut mata Taehyung perlahan menetes, menjatuhkan bening kristal yang menjadi sebuah bukti penyesalan karena kelakuan hinanya dulu pada mantan kekasih yang teramat dicintai hingga sampai saat ini.

"Bolehkah aku egois untuk memiliki mu kembali chagi? Aku mencintaimu dan itu akan berlaku sampai maut menjemputku"

Tatapan sendu itu berubah menjadi seringaian menakutkan. Ia bersandar dengan mata yang masih menatap puja sosok cantik yang masih berdiri di samping mobilnya sembari menggerutu. Bibir merah merekah Jungkook menjadi fokus utamanya saat ini. Namun nikmat memandangi bidadari surga itu seketika musnah saat pemuda yang notabene sepupunya sendiri dengan santai mengecup kilat bibir kesayangannya

Taehyung mengeraskan rahangnya melihat kelakuan Yeonjun barusan. Tangannya mencengkram erat setir mobilnya guna melampiaskan amarah yang sudah mengarunginya

Sedangkan dua seloji itu sama sekali tidak mengetahui keberadaan Taehyung karena mobil yang sedang diduduki empunya memang baru dipakai, apalagi kaca mobilnya itu berwarna hitam tak akan terlihat tembus dari luar

Jungkook mencebikkan bibir merahnya tanda kesal. Ia memandang tajam kearah Yeonjun sok menakuti namun nyatanya hal itu malah terlihat menggemaskan di mata dominannya.

Yeonjun menaikkan sebelah alisnya menggoda "Apa sayangku? Kau marah em?"

Jungkook memalingkan wajahnya "aku ngambek! Jangan membujukku!!"

"Benarkah? Yasudah kalau begitu, aku pergi saja dari pada mengurus bayi gendut ini" ucap Yeonjun pura pura ingin berjalan meninggalkan Jungkook yang sudah berkaca-kaca

"K-kau HUWEEE!!!!! J-jahad!! Koo benci hikseu huwweeee.. jahad jahad JAHAD!!!!" Pukulan brutal dilayangkan Jungkook pada punggung Yeonjun sembari menangis keras

Yeonjun jadi gelagapan sendiri "h-hei hei sudah nee. Aku bercanda tadi– astaga sayang sakit sakit akhh.."

Yeonjun memekik karena bayi gendut itu menjambak rambut birunya kuat. Jungkook semakin cemberut dan menangis lebih keras saat Yeonjun malah meminta ampun agar jambakkanya dilepaskan. Dan lagi, apa apaan perkataan Yeonjun itu

'Rambut indahku baru kemarin di salon mahal sayang, lepas ya nanti rambutku tidak keren lagi' ucap si biru

"Bukannya membujukku membelikan sesuatu, kau malah mementingkan rambut jelekmu ini!! Kubuat botak tau rasa kau biru sialan huwee!!!"

Yeonjun semakin meringis "Iya iya. Jungkookie sayang i-ingin apa em..?"

Jungkook melepaskan jambakkanya. Ia malah bergelut manja di lengan kekasih tingginya

"Um, Aku ingin Action figure Ironman, ice krim, cooky, dan panci pink limited edition"

"Baiklah, tapi ngg panci pink? Untuk apa sayang?" Tanya Yeonjun bingung

"Jinie Mommy besok berulang tahun, jadi panci itu akan ku jadikan hadiah hehe" cengir si bayi gendut

Yeonjun mendengar penjelasan kekasih hanya terkekeh geli. Astaga bayinya ini suka sekali membuatnya khilaf

"Kalau begitu cici popok dulu sayang"

Jungkook merona malu. Perlahan ia mendekatkan wajahnya dan mengecup singkat bibir Yeonjun. Saat hendak memutuskan tautan bibirnya Yeonjun malah menahan tengkuk Jungkook dan mulai melumat bibir manis kekasihnya tanpa tau tempat

Sedangkan Jungkook sendiri dengan senang hati membalas melumat balik bibir Yeonjun walau sedikit kaku karena mereka masih berada di tempat terbuka

Hingga pangutan keduanya terlepas secara tiba-tiba saat bunyi klakson mobil di sebelah mereka memekik telinga

Yeonjun mengerang kesal dan menatap mengintimidasi siapa yang berada di dalam mobil sport hitam tersebut. Dan Jungkook? Ia menyembunyikan wajahnya di ceruk leher kekasih dengan wajah memerah menahan malu karena terciduk seseorang yang tak di kenali

Baru saja Yeonjun ingin mengetuk kaca mobil sebelum si pelaku dengan tidak berdosa malah menekan pedal gas dan melesat pergi meninggalkan Jungkook dan Yeonjun yang memasang muka kesalnya

I
S
S
U
E
S





Taehyung terdiam menatap kosong gadis dihadapannya. Gadis itu Rose Park, kekasih yang dulu menjadi selingkuhannya saat masih menjalin hubungan dengan Jungkook. Rose menatap sedih Taehyung yang tidak merespon ucapannya. Ia berjalan mendekati Taehyung sebelum tangan kanan kekasihnya terangkat menghentikan langkahnya

"Oppa.."

"Aku ingin mengakhirinya Rose. Yang aku cintai hanyalah pemuda itu, Jeon Jungkook bukan yang lain"

Rose menggeleng tak percaya hingga kedua matanya berlinang membasahi pipinya "a-apa maksudmu oppa? Selama ini kau selalu memperhatikan ku dan menyayangi ku, kita sering bercumbu dan mengatakan cinta satu sama lain. Apa ini oppa hiks.."

Taehyung menatap datar Rose "Untuk soal itu, aku berbohong. Aku baru sadar ternyata selama ini aku sama sekali tidak mencintaimu, melainkan hanya nafsu dan terpesona sesaat. Sekarang bisa kau pergi? Aku muak melihat wajah yang sudah membuatku menghianati Jungkookku"

"Tidak!! Kau mencintaiku Tae!! Kau mencintaiku!! Jangan menyalahkan siapapun kalau kau sendiri yang datang dan memintaku untuk menjadi yang kedua. Kau harus sadar itu hiks.."

"Pergi"

"Tae tidak–"

"KU BILANG PERGI SIALAN!!"

BRAKKK

Rose terkejut dengan apa yang baru saja Taehyung lakukan. Ia menendang meja tepat di samping kiri gadis itu yang semakin dibuat bergetar. Perlahan Rose berjalan mundur lalu berbalik meninggalkan Taehyung yang menatapnya tajam dengan wajah memerah

Pria itu beralih memandang foto dirinya dan Jungkook yang masih terpajang di dinding samping kamarnya "Jungkook kau hanya milikku, HANYA MILIKKU BANGSAT!!!"





TBC



Issues [Complete]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang