Pagi ini kediaman keluarga Djuanda sangat damai tidak ada teriakan melengking Alkana dan Alkena semuanya sangat sepi seakan tidak ada kehidupan di rumah megah itu hanya beberapa pelayan yg bekerja yg terlihat
Tapi sepertinya hal ini tidak akan berlangsung lama sebab salah satu biang keributan sudah terbangun dari alam mimpi dan itu adalah sang kepala keluarga bapak Arsen melihat rumah masih sepi pasti para anak monyet itu masih tidur
Dengan semangat empat lima dia beranjak dari ranjang lalu mengambil senjata yg biasa digunakan untuk membangunkan mereka yaitu ayam mainan, selama ini senjata yg satu ini sangat ampuh bahkan jika digunakan untuk Alkuna yg paling kebo
Memasuki kamar yg bercat biru dengan mengendap-endap Arsen mulai dari ranjang di sulung yg paling dekat dengan pintu.
Arsen mendekatkan ayam mainan itu ke telinga Alkana dan dalam sekejap langsung terbangun saat ayam itu dipencet sampai menimbulkan bunyi
"Papa! Aku kaget!"
"Jangan teriak nanti yg lain bangun, sekarang Kana cucu muka sama gosok gigi terus turun sarapan" Arsen membekap mulut Alkana saat akan berteriak lagi
Setelah Alkana masuk ke kamar mandi sekarang giliran Alkena yg jadi sasaran berikutnya
percobaan pertama masih gagal si anak tengah itu hanya terbangun sebentar lalu tidur lagi Arsen tidak menyerah lalu mencoba lagi akhirnya bangun juga
"Papa aku masih ngantuk malah dibangunin" Arsen melotot saat hampir terkena tendangan dari anak tengahnya
"Gak usah melotot mata papa sipit gak akan bisa"
"Dasar anak durhaka sana susul si kakak, cuci muka sama gosok Gigi"
Dengan nyawa yg masih tercecer kemana-mana Alkena bangkit dari ranjang untuk menyusul Alkana di kamar mandi
Sekarang guliran di bungsu yg paling sulit bangun Arsen harus mengeluarkan usaha ekstra untuk yg satu ini sebelum itu dia mencoba untuk mengumpulkan kesabaran agar nanti tidak sampai menyeburkan Alkuna ke kolam renang
Percobaan pertama Alkuna tidak merespon sama sekali malah semakin nyaman tidurnya percobaan selanjutnya hanya menggeliat memunggungi Arsen
Setelah berkali-kali dicoba tidak ada hasil yg berarti Alkuna hanya melek sebentar lalu tidur lagi Arsen mengacak-acak rambutnya
"Papa kalo bangunin Nana jangan gitu percuma gak akan bangun" Alkana yg baru saja keluar dari kamar mandi bersama Alkena
"Terus gimana cara bangunin nya biasanya pake ini paling mempan"
"Gini caranya" Alkena mendekati ranjang Alkuna lalu menjepit hidung Alkuna
Buk
Yang terjadi selanjutnya adalah Alkena yg terjungkal karena Alkuna menendangnya saat bangun Arsen meringis ngeri ternyata anak-anaknya sangat brutal satu sama lain
"Sakit anjir!"
"Alken mulutnya kasar"
"Maaf pa reflek"
"Jangan diulang itu kasar sama gak sopan, Nana bangun terus sikat gigi sama cuci muka terus turun buat sarapan"
Anak-anak terlalu sering main dengan anak-anak kuliahan dan SMA di warung ko Kun makanya terkadang mereka meniru kata-kata kasar yg mereka ucapkan padahal mereka masih 6 tahun
Arsen turun dengan Kana dan Alken meninggalkan si bungsu menu sarapan keluarga ini sangat sederhana hanya telor ceplok, nasi sama kecap itu biasanya tapi kali ini berbeda tidak ada masakan apapun yg berbau telur
![](https://img.wattpad.com/cover/281866077-288-k58756.jpg)
KAMU SEDANG MEMBACA
Hidrokarbon
FanfictionIni kisah keseharian bapak Jevano Arsen Djuanda dan ketiga putra kembarnya yg minim ahlak