📍Shilla Hotel, Seoul
Pasangan suami istri ini sudah berada di Shilla Hotel 3 jam yang lalu. Lisa menemani Jennie menghadiri makan malam bersama Tressure beserta Timnya. Mereka berbincang - bincang hangat sambil menikmati hidangan sampai ketika Tressure pulang dan tersisa hanya mereka dan Tim Crew yang terus bercanda tawa sambil meminum Alkohol.
Jennie tiba - tiba membuat permohonan kepada Lisa untuk bergabung minum Alkohol bersama mereka. Tentu saja, Lisa lansung menyetujui permintaan, Ia lansung memesan lagi 2 botol Wine dan Arak America. Mereka pun minum alkohol bersama sambil bercanda - tawa.
Sangat mengetahui jika toleransi alkohol istrinya itu rendah, tidak sampai menghabiskan 10 sloki, Jennie sudah mabuk berat. Ia segera membawa sang istri duduk berpindah ke meja lain.
Jennie tiba - tiba berdiri, mengangkat satu tangannya ke atas beerpose seperti superman, "Poopoo liattt!! J bisa terbangg!! Shuuuuu~~~~" Pekiknya gembira membuat Lisa terkikik geli.
"Ah kurang tinggi!" keluh Jennie, ia hendak berdiri diatas kursi namun Lisa segera menarik lengan kirinya, membuat sang istri sekarang menjadi terduduk menyamping dipangkuan.
"Eoh? Kamu siapa? Lepas ih!" Jennie memberontak, memukul - mukul kecil bahu Lisa.
"Aku suami kamu." Jawab Lisa membuat Jennie lansung berhenti memberontak.
"Suami J? Ini Poopoo?" Jennie memiringkan kepalanya ke kanan dan ke kiri sambil menatap detail wajah Lisa.
"Ah bohong! Ka-kamu pasti operasi plastik muka kan biar mirip poopoo kan? Hayoooo~ ngakuu!" Kata Jennie lagi sambil menyipitkan matanya.
Lisa yang gemas pun lansung menggigit - gigit kecil pipi kiri sang istri membuat yang digigit terkikik senang. "Hihihi~ i-iyaa.. ka-kamu emang poopoo! hihihi~"
Cup!
Cup!
Cup!
Jennie menghadiahi Lisa banyak ciuman diwajah, lalu menempelkan dahi nya ke dahi sang suami, membuat hidung mereka bertabrakan.
"Kamu cinta aku?" Tanya Lisa, tangannya mengusap - ngusap punggung sang istri dengan sayang.
"Ne! Ne! J cinta sama poopoo~"
"Oh ya?"
"NE! J cinta banget sama poopoo sampe... umm, sampe gamau jauh - jauh dari poopoo~" Rengek Jennie manja sementara Lisa sudah tersenyum senang.
"Terus kenapa kalo ga ada poopoo, tidur J suka kebangun terus hm? Emamg bener suka mimpi buruk jadi ga tenang hm?" Tanya Lisa lagi.
Sebenarnya ia sudah menanyakan ini kepada sang istri, namun jawaban yang didapat kurang membuatnya puas. Jadi, selagi Jennie mabuk... ini adalah kesempatannya untuk mendapatkan jawaban jujur dari sang istri.
Menjauhkan wajahnya, Jennie berganti menjadi menatap wajah Lisa dengan berkaca - kaca dan bibir yang melengkung kebawah sedih. "Aniya..."
"Hm?"
"J mau sama poopoo terus...hiks~"
"...."
"J takut, hiks~ gimana kalo suatu hari nanti.. J gabisa liat poopoo lagi? Hiks~ J gabisa tidur bareng poopoo lagi hiks~ J takut hiks~" Jelas Jennie sambil terisak.
"J takut hiks~ pas buka mata hiks~ poopoo hiks~ ga ada lagi di sisi J hiks~ huhu~ J selalu khawatirin poopoo tiap hari hiks~ huaaaa~ hiks~ hiks~ poopoo..." Sambung Jennie lagi sambil meremas kuat kemeja Lisa.
Hati Lisa ikut sakit merasakan apa yang dikatakan sang istri. Ia juga merasa sangat tersentuh akan hal itu. Jennie benar - benar sangat mencintainya sampai takut kehilangan.
