Di sebuah rumah besar dan megah di ibukota, hiduplah seorang Direktur Utama muda Perusahaan Tambang Batu bara bernama Lalisa Tama Wibawa yang berusia 36 tahun.
Ia seorang interseks yang berstatus duda dan mempunyai anak bernama Minji dengan gender sama sepertinya juga.
Minji adalah hasil hubungannya dengan mendiang kekasihnya bernama Diana di usia 18 tahun.
Mereka menjalin kasih di semester pertama kuliah di Harvard, lalu ia tidak sengaja menanam benih setelah kampus mengadakan pesta prom night di malam valentine.
Di saat Minji berusia 5 tahun, Diana meninggalkan mereka berdua karena kanker yang dideritanya.
Hal ini menjadi luka dalam baginya dan tentu saja Minji yang masih membutuhkan sosok ibu. Namun ia berusaha sebisa mungkin untuk setia meskipun mendiang berpesan untuk menikah lagi.
Namun itu tidaklah mudah, beberapakali ia mencari pengganti, menjalin kasih, tetep saja tidak berhasil. Ia akhirnya memutuskan untuk tenggelam dalam pekerjaan saja dan merawat anak mereka.
Tepat pukul 12 malam ini, Minji resmi berusia 17 tahun.
Ia lansung membangunkan sang anak untuk memeriksa halaman rumah.
Mata Minji yang tadinya mengantuk lansung berbinar cerah melihat mobil Jeep Wrangler impiannya kini di depan mata.
"Ini serius buat aku, Dada?!"
"Serius dong." Balas Lisa sembari memberikan kunci mobil kepada sang anak.
Minji dengan senang menerima dan memeluk erat sang Dada.
"Thanks Dad!!!"
"Haha My pleasure, Jagoan! Kamu mau test drive sekarang?"
Minji melepaskan pelukan. "Besok pagi aja, Dada. Oh iya, dinner nanti jadi kan?"
Lisa menggaruk tengkuknya yang tak gatal, ya, Minji sudah membicarakan ini seminggu yang lalu dan ia setuju.
Di hari yang spesial ini, Minji ingin pesta makan malam private dengan sang Dada, Kekasihnya dan kakak dari sang kekasih.
"Kamu gamau gelar party kayak biasanya aja?"
"Ga ah. Aku mau dinner sama orang-orang yang aku sayang aja. Sekalian aku juga mau ngenalin Dada sama pacarku, kemarin kan Dada sibuk mulu bolak balik luar negeri! Dada gamau ya?!" Minji menyipit matanya menyelidik
"Mau, sayang. Dada cuma takut nanti ngerasa awkward aja ngobrol sama kakaknya pacar kamu. Kenapa ga ajak orangtua mereka juga?"
"Ih Dada gimana sih?! Kan aku udah kasih tau kalo Hanni itu anak adopsi dari keluarga Kakaknya. Mereka sekarang cuma tinggal berdua karena orangtua kakaknya juga udah meninggal karena kecelakaan mobil 10 tahun yang lalu."
"Astaga, Dada lupa banget. Maap ya, otak Dada penuh sama kerjaan. Yaudah noted. Besok selesai meeting Dada dateng. Oke?"
"Oke, Dad!"
"Yaudah ayo masuk. Lanjut tidur lagi."
"Siap bos tambang!" Balas Minji jenaka sembari hormat membuat Lisa tertawa sembari mengacak - acak rambut anaknya.
Mereka berdua sambil berangkulan, kembali masuk kedalam rumah untuk tidur.
—
Keesokan harinya, Minji pergi kesekolah seperti biasa. Begitu jam istirahat, teman sekelasnya lansung menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuknya beserta kue ultah dibawakan oleh Danielle yang merupakan sahabat karibnya.
Tiup Lilinnya, tiup lilinnya,
Tiup lilinnya sekarang juga,
Sekarang juga,
