24. Perkara Banci

773 71 3
                                        

ALVARO
By:Alifia valina siva
Sebelum baca tap tombol 🌟bintang di pojok bawah. Beri kritik dan saran di kolom komentar.
✨HAPPY READING✨

24. Perkara Banci

Aletta membenarkan posisi tas nya yang sedikit melorot. Tas nya ngajak gelud.

Ia menoleh ke kanan disana banyak siswa yang sedang mengobrol. Pandangan nya tertuju pada segerombolan lelaki yang sangat dirinya kenal.

Aletta berjalan santai menuju gerombolan itu. Namun, sebelum ia melangkah, tangannya di tahan oleh seseorang.

"jangan." peringat Clarissa menahan lengan Aletta.

"kita nguping dulu oke." sambung Clarissa saat Aletta menatapnya dengan pandangan 'kenapa?'.

Mereka berdua berjalan pelan menghampiri segerombolan lelaki itu.

"lu udah ada caranya Gan?." tanya salah satu lelaki.

"belum, kenapa?." tanya Regan santai.

"firasat gue kali ini berhasil buat ngejatuhin Aletta." ucap lelaki lain.

"Iya tapi gue masih bingung caranya." ucap Regan sambil menggaruk tengkuknya.

"mau gue kasih tau nggak caranya ngejatuhin Aletta?." tanya seseorang dari belakang tubuh Regan membuat Regan beserta kawannya kompak menoleh.

"A-Aletta."

"kenapa? Kaget?." tanya Aletta datar.

"L-lo denger?." Tanya salah satu lelaki.

"ya dengerlah brader...gue punya kuping bukan buat pajangan doang kalik." jawab Aletta santai.

"lo mau ngejatuhin Aletta? Lo duluan yang dijatuhin sama Aletta ke kuburan, mau?." tawar Clarissa. Gadis bar-bar itu ikut tersulut emosi.

"belum lagi kalo lo tau keluarga Aletta kayak gimana. Gue mampusin dah lu pada." lanjut Clarissa masih dengan amarah yang menggebu-gebu.

"wuiih ribut ngajak ngajak kalikk gue juga mau ikutan." ucap Mark tiba-tiba.

"kenapa pada diam? Bisu lu semua?." tanya Clarissa.

"eh elu Gan. Gimana skors-nya enak?." tanya Jevan santai.

"gini ya Gan. Gue tuh udah lama nggak ngerasain darah orang. Mungkin kalo lo jadi target selanjutnya sabi lah ya?." ucap Aletta santai membuat kubu Regan merinding.

"gue kasih tau caranya ya Regan, pertama-tama, lo harus siapin mental dulu kali aja lu yang mati duluan siapin juga kuburan sekalian. Kedua, kalo lo emang berani alias nggak cupu, lo nggak usah bawa-bawa pasukan karena entar pada kena mental kan bahaya. Ketiga, kalo lo emang masih punya dendam sama Aletta, lo lawan dulu pawangnya. Noh ada Nichol, Alvaro, Arya belum lagi ditambah bang Michael, Briyan nah lo habisi dulu mereka. Kalo udah, lo harus berhadapan dulu dengan Tuan Steven dan Opa Garendra dulu, kalo mau minta ijin buat ngejatuhin Aletta. Kalo lo duluan yang mati, gue ngakakin paling depan." jelas Clarissa panjang lebar lalu tertawa.

"pinter dah pacar gue." ucap Jevan bangga.

"palingan lo kalah duluan ama pawang-pawangnya." julid Haikal.

"lo tuh nyerah aja napa sih? Gue yakin mau seberapa pun usaha lo buat jatuhin Aletta lo pasti gagal. Karena apa? Ya karena di tengah misi lo itu kepala lo udah hilang." ucap Nichol memperingati.

ALVARO [Pt.1-32] Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang