19. Give back

831 76 0
                                        

Taehyung masuk ke kamar pesakitan itu. Dia akhirnya bisa bertemu dengan orang yang berhari-hari ini sangat dia rindukan. Taehyung mendekat dan duduk di samping ranjang Seokjin. Seokjin tidur dengan damai. Wajah kakaknya itu tetap tampan meski terlihat pucat.

"Hyung, aku datang," katanya lirih

Taehyung akan menangis, tapi ditahannya. Dia sudah berjanji akan kuat di depan Seokjin. Dia berjanji pada Jungkook dan Jimin sebelum masuk ke dalam.

Seokjin tidak merespon, matanya tertutup dengan rapat.

"Hyung, maaf karena aku marah padamu, aku tahu harusnya aku mempercayaimu," katanya lagi,

Tubuh Seokjin tiba-tiba bergerak, dia sedikit merintih.

Taehyung panik, padahal beberapa menit yang lalu kakaknya masih tenang dalam tidurnya. Apa dia menganggunya?

Mata Seokjin perlahan terbuka. Taehyung bisa melihat Seokjin mengerjapkan mata hazelnya, menyesuaikan cahaya yang masuk ke matanya. Tak lama Seokjin menyadari kehadiran Taehyung di kamarnya.

"Taehyung-ah," panggilnya lirih.

"Iya, ini aku hyung," Taehyung menunjukan senyuman manisnya. "Aku disini,"

Seokjin bangun dengan mendadak, dia memeluk Taehyung erat-erat.

"Maafkan aku, maafkan aku Taehyung-ah,"

Taehyung mengelus lengan Seokjin,

"Tidak apa-apa hyung, aku baik-baik saja,"

Seokjin melepas pelukanya, untuk melihat Taehyung lebih teliti.

"Kau kurusan,"

Taehyung terkekeh,

"Kau juga,"

Seokjin mengernyit, melihat adiknya tampak lebih ceria dari biasanya.

"Kau merindukanku kan?" tanya Taehyung.

Seokjin mengangguk, perasaan bersalah tiba-tiba menyelimutinya. Dia mengingat kata-kata dan perlakuan buruknya pada Taehyung yang berhati lembut dan rapuh seperti kaca.

"Aku sudah memaafkan hyung," kata Taehyung, seperti bisa membaca pikiran Seokjin.

Seokjin menghapus air mata yang tiba-tiba mengalir dari matanya. Dia sungguh lega, senang melihat adiknya di sini. Sehat dan bahagia.

"Kau tidak boleh menangis, aku ada di sini," kata Taehyung.

Seokjin tersenyum dengan susah payah.

"Aku boleh tidak tidur di sampingmu?"

Seokjin mengangguk,

"Ini seperti de javu," kata Taehyung, meluruskan kakinya, dan tidur di samping Seokjin. Seokjin menyenderkan setengah badannya di kepala ranjang, sementara tanganya mengelus kepala Taehyung.

"Nyaman sekali," kata Taehyung, memejamkan mata.

Seokjin terus melakukannya, mengelus surai hitam Taehyung.

"Hyung hebat sekali," bisik Taehyung,

"Apa?" tanya Seokjin tidak paham,

"Kau hebat telah menjaga semua orang, kau seperti Hero,"

Seokjin kembali tersenyum, "Sejak kapan kau belajar kata-kata seperti itu?"

"Aku jujur tau," kata Taehyung kesal, membuka matanya. Lalu mengedip seperti kebiasaan Seokjin yang di diikutinya.

"Arra," saut Seokjin. Tersenyum.

Tiba-tiba Taehyung merasa mengantuk, dia ingin mengobrol lebih banyak dengan Seokjin tapi matanya sangat berat. Apalagi Seokjin tidak berhenti mengelus kepalanya.

My HeroTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang