Yoongi keluar dari ruangan dokter setelah mendengarkan penjelasan dari sang dokter tentang keadaan Seokjin. Seokjin terlalu kelelahan dan stress membuat ginjalnya bekerja terlalu keras. Disamping itu Seokjin belum lama ini melakukan operasi dan harusnya dia lebih banyak menghabiskan waktunya untuk istirahat. Yoongi mengetahui semua itu, karena itu pula dia selalu stand by di dekat hyungnya selama di Korea. Kekhawatiran Yoongi selama inipun terjadi begitu saja seperti hari ini.
Dia masuk ke dalam ruang inap yang merawat Seokjin setelah dipindahkan dari IGD.
"Kau tidak jadi ke kampus Tae?" tanyanya, duduk di sofa, mengawasi Taehyung yang masih setia duduk di samping kakaknya.
Seokjin tertidur dengan lelap di ranjang pesakitannya, dengan selang infus di lengan kirinya.
"Aku tidak akan pergi setelah melihatnya begini hyung," katanya dengan suara dalam.
"Kalian bertengkar?"
"Tidak,"
"Ah, apa kau pikir kalian bisa menipuku?" desak Yoongi.
"Kau sepertinya yang harus jujur dengan keadaan hyung yang sebenarnya," Taehyung berdiri dan berbalik menghadapi Yoongi.
"Haaah..." Yoongi membuang nafasnya berat, "Kita keluar, jangan di sini, kita akan mengganggu tidur hyung,"
Mereka pergi ke cafeteria rumah sakit. Yoongi memaksa Taehyung untuk makan karena sudah waktunya makan siang, tapi Taehyung menolak dan mereka akhirnya hanya pesan minuman.
"Ada apa sebenarnya? Kenapa kau menutupi dari aku dan yang lain?" tagih Taehyung tak sabar.
"Aku sudah membujuknya Taehyung, tapi hyung selalu menolaknya, kau tau bagaimana keras kepalanya dia,"
"Lalu?"
"Dengar, bukan aku yang harusnya menceritakan semuanya, tapi kau," Yoongi menatap Taehyung yang menunggu jawabannya dengan sangat tak sabar. Taehyung juga sepertinya tidak peduli dengan alasan yang Yoongi akan buat, dia hanya ingin mendengar fakta yang sebenarnya tentang Seokjin.
"Iya baiklah, aku akan ceritakan padamu," Yoongi menyerah melihat Taehyung dengan tatapan mengintimidasinya.
Yoongi menyandarkan bahunya ke kepala kursi dan mulai bercerita.
"Ketika sampai di Amerika hyung tidak langsung mendapatkan donor ginjal yang di janjikan, tiba-tiba pendonor membatalkannya. Sungguh membuat keluarganya sangat panik, di sisi lain keadaan hyung semakin menurun saat dia di pindahkan dari Korea. Aku tahu semua karena aku bolak balik ke sana untuk memastikan keadaannya, tapi hyung tidak ingin kau dan adikmu yang lain tau Tae,"
Taehyung mendengarkan, dia sudah menduga hal seperti pasti akan terjadi, dia tidak menutup telinga selama ini. Dari sikap kakaknya yang dia lihatpun dia bisa membaca situasinya. Hanya saja Taehyung menunggu Seokjin menceritakan semuanya, meski dia sangat kecewa karena Seokjin tetap menutupi semua kebenaran itu darinya.
"Sebulan kemudian hyung baru bisa melakukan operasi dengan pendonor baru, semua berjalan dengan baik pada awalnya, dia bisa melakukan aktifitas seperti biasa, kau ingat saat kita video call bersama dan dia sedang jalan-jalan di luar? Kondisinya sangat bagus, dia bahkan berencana akan pulang di pertengahan tahun." Yoongi mengesap kopinya sebelum melanjutkan.
"Tapi dia drop lagi, tubuhnya menolak ginjal itu. Keluarganya harus mencari pendonor lagi. Dan hyung operasi sebulan lalu. Kau bisa bayangkan berapa lama dia menunggu? Menahan rasa sakit itu sendirian?" Yoongi menghabiskan kopinya sekali teguk. Dia tampak frustasi.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Hero
Overig"Sabarlah sedikit Jin hyung, biarkan Taehyung lebih terbuka padamu, dia pasti bisa melewati semua ini." . . . "Hyung, jangan tinggalkan aku juga ya?" kata Taehyung di antara isakannya. "Tidak, hyung akan selalu bersamamu," . . . "Hyung, ini aku Hose...
