"Oke Wish, tetap pantau sekitar! Kalo situasinya darurat, kasih tau kita ya." final BX.
"Kalian berempat mending keluar duluan aja, bahaya disini!" Yonghee bersuara.
"Tapi kita gak tau jalan keluarnya bang." saut Yewang.
"Kalian tinggal ikutin aja lorong tadi, pasti ketemu pintu keluar kok." Baejin menjelaskan.
Mereka melihat satu sama lain, lalu mengangguk bersamaan.
"Oiya, kalian pake kartu akses ini ya buat keluar." BX menyodorkan kartu akses milik ayahnya.
"Oke bang, kalo gitu kita duluan ya." Keum menerima sodoran yang diberikan oleh BX.
"Hati-hati bang!" ucap mereka berempat kompak, lalu meninggalkan tempat itu.
Mereka berempat pun berjalan menuju lorong tadi, dan mengikuti kemana lorong itu akan membawa mereka.
Sejauh ini lorong sangat sepi, tidak ada petugas yang berlalu lalang. Mereka segera berjalan cepat sebelum ada orang yang melihat mereka.
"Ini jalannya bener kan?" tanya Ayden ragu.
"Semoga aja bener, mereka bilang kan cuma lurus aja ngikutin lorong, pasti bener kok." ucap MU.
Saat melewati pintu yang membutuhkan kartu akses, Keum segera meletakkan kartu akses pada tempat scan.
Mereka pun terus berjalan tanpa henti, setiap melewati pintu yang membutuhkan kartu akses, Keum melakukan hal yang sama.
Tak jauh di depan sana, sudah terlihat pintu gerbang utama. Sepertinya itu adalah jalan keluar.
Mereke segera berlari mendekati pintu, namun setelah mendekat, tidak terlihat ada gagang pintu disini.
"Kok gak ada gagangnya? Gimana cara bukanya?" tanya Ayden panik.
"Tenang dulu, kita gak bakalan bisa pikir jernih kalo panik." MU bersuara.
Mereka melihat pintu besar di depan mereka dengan seksama. Namun mereka tetap saja tidak bisa menemukan sesuatu untuk membuka pintu.
Pintu itu hanya sebuah beton yang merapat, tidak mungkin bisa di buka apalagi di dobrak. Mereka semua hanya bisa celingak-celinguk ketakutan.
Bagaimana jika petugas menemukan mereka dan membawa mereka kembali ke dalam kandang seomul tadi. Mereka semua panik, tak terkecuali yang biasanya paling tenang pun juga ikut panik.
"Gimana nih?" Ayden tidak henti-henti bertanya.
"Kalo di pintu gak ada gagangnya, berarti bukanya pake tombol atau pake kartu akses ini." Yewang mengeluarkan opininya.
"Tapi mana? gak ada apa-apa disini!" panik Ayden.
Mereka semua berpencar untuk mencari tombol ataupun tempat scan, namun nihil, tidak ada apapun di sekitar pintu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.