Apartemen Ayden dan Yewang sangat berisik saat ini, sebab kedelapan pemuda itu sedang mempeributkan siapa yang akan membuang sampah yang sudah menumpuk. Semuanya menolak untuk keluar rumah, padahal tempat pembuangan sampah ada disamping gedung apartemen. Karena semuanya sudah terlanjur parno dengan keadaan yang terjadi saat ini.
Tidak ada yang mengalah diantara mereka, bahkan orang tertua yang biasanya menengahi justru sedang rebahan tidak menghiraukan perdebatan yang terjadi.
"Ayden sama Baeksung aja yang buang sampahnya, biar mereka makin akrab!" celetuk Keum.
"Akrab nggak, gelud iya!" ucap A-Min lalu tertawa.
"Suit aja biar adil, gitu aja ribet!" final Ayden.
"Suit gak worth it, batu kertas gunting aja!" usul Yewang.
"Batu, kertas, gunting!" Keum memimpin sesi.
"Asik menang." celetuk A-Min antusias, padahal MU juga menang namun dia tetap tenang.
Pertandingan batu, kertas, gunting kembali dilakukan dengan hasil Wish, Jeff, dan Yewang menang, menyisakan Ayden, Baekseung, dan Keum.
"Kalo Keum yang menang, Ayden sama Baekseung beneran jodoh keknya," celoteh A-Min mengundang tawa yang lain.
"Batu...kertas...gunnnn...ting!" ucap Baekseung dramatis.
Keum mengeluarkan kertas, sedangkan Ayden dan Baekseung kompak mengeluarkan batu.
"Anjing" celetuk keduanya kompak, Keum malah asik menari freestyle atas kemenangannya.
"Gini amat nasib gue." Ayden misuh-misuh.
"Gue yang sial deket lo mulu!" Baekseung tidak mau kalah.
"Gelud mulu, kapan buang sampahnya!" Keum menginterupsi.
"Iya-iya, otw nih." ucap Ayden sebelum melesat keluar bersama Baekseung.
Mereka berdua keluar apartemen dengan masing-masing membawa 2 kantong kresek hitam besar berisi sampah. Mereka berdua menaiki lift untuk turun ke lantai satu, setelah lift terbuka karena sudah sampai, mereka justru celingak-celinguk mengecek sekitar.
"Aman!" ucap keduanya kompak sambil mengangguk.
Mereka berdua pun berjalan ke samping gedung apartemen tempat pembuangan sampah berada.
"Grrr"
"Jangan nakut-nakutin gue Den!"
"Siapa yang nakut-nakutin sih, gue diem lo daritadi."
"Grrr"
"Tuh, denger gak?" Baekseung menghentikan langkahnya.
"Kek suara harimau bukan sih?"
"Suara monster kali?"
"Siang-siang begini mana ada monster sih!" saut Ayden.
"Grrr"
"Kok kayak deket banget ya suaranya?" celetuk Ayden.
"Nah, padahal gak ada siapa-siapa selain kita."
"AAAAAAA."
Ayden dan Baekseung kompak menoleh kearah sumber suara, sontak mata mereka langsung terbelalak saat melihat seekor seomul yang melompat dari dalam tong sampah. Mahluk itu langsung menerjang orang yang akan membuang sampah tersebut.
Mereka melihat dengan mata kepala mereka sendiri, orang itu dicakar dan digigit dengan buas oleh seomul. Bahkan darah orang itu sampai terciprat ke aspal akibat keganasan serangan seomul.
KAMU SEDANG MEMBACA
[i]Lock Down | EPEX ☑
Fiksi PenggemarHᴀɴʏᴀ ᴀᴅᴀ ᴅᴜᴀ ᴘɪʟɪʜᴀɴ, ᴍᴀᴛɪ ᴀᴛᴀᴜ ᴍᴇɴᴊᴀᴅɪ ᴍᴏɴsᴛᴇʀ. Nᴀᴍᴜɴ ᴍᴇʀᴇᴋᴀ ᴍᴇᴍʙᴜᴀᴛ ᴘɪʟɪʜᴀɴ ᴋᴇᴛɪɢᴀ. ᴇᴘᴇx ғᴛ ᴄɪx ❉𝓢𝓽𝓪𝓻𝓽 » ⁰⁷·⁰⁷·²¹ ❉𝓔𝓷𝓭 » ¹¹·¹¹·²¹
![[i]Lock Down | EPEX ☑](https://img.wattpad.com/cover/275425653-64-k923954.jpg)