22. Together Till The End

413 147 87
                                        

Mereka semua berjalan sama seperti sebelumnya, bedanya, sekarang mereka berjalan seperti zombie. Berjalan tanpa memperhatikan jalan, tatapan mereka kosong, dan sepertinya pikiran mereka sedang tidak karuan.

Bagaimana mereka bisa tenang, mereka baru saja kehilangan orang yang sangat berarti, orang yang menjadi harapan mereka untuk keluar dari tempat ini. Mereka tidak bisa bersikap seolah semuanya baik-baik saja, mereka hanya bisa berpura-pura baik-baik saja.

"Gimana nasib kita ke depannya?" tanya Ayden tiba-tiba.

"Kita hampir sampe di perbatasan kok." MU bersuara.

"Trus gimana cara kita lewatinnya?" kini A-Min yang bertanya.

"Kita tunggu ada keajaiban." Keum menepuk bahu A-Min lalu mendahuluinya.

"GUYS!"

Mereka serentak berhenti melangkah, lalu menoleh ke belakang. Mata mereka membelalak saat mendapati, Wish—bukan, dia seomul sekarang. Mereka berjalan mundur ke belakang saat Wish mulai mendekat, mereka bersiap untuk lari.

"Gue seomul Alpha sekarang!" ujar Wish sembari berjalan mendekat.

"Gue masih bisa berpikir, dan gue masih inget kalian, gue bakal bantu kalian keluar dari tempat ini!" lanjutnya.

"Tunggu!" Yewang berjalan mendekat kearah Wish, namun di tahan oleh Ayden.

"Kok ... mata bang Wish warnanya beda?" tanya Yewang.

"Hah?" Wish kebingungan dengan ucapan Yewang.

"Mata kanan berwarna merah, mata kiri berwarna hitam. Mata bang Wish warnanya gitu." MU menjelaskan.

"Apa bang Wish setengah mutan dan manusia?"

Ucapan Baekseung barusan membuat mereka terkejut seketika. Itu bisa saja....

"Tapi gak mungkin ada mutan setengah manusia?" pekik Keum.

"Maka bang Wish yang pertama." Yewang berjalan mendekati Wish.

"Gimana bang Wish bisa terinfeksi?" tanya Yewang tepat di hadapan Wish.

↬Flashback on

Wish sedang duduk tepat di pintu gua, sembari menikmati pemandangan langit malam yang sangat indah. Keadaan di sekitar benar-benar dikelilingi oleh api, jadi keadaan sekitar tidak terlihat jelas.

Matanya membelalak saat melihat satu seomul menembus api dan berjalan ke arahnya. Wish mengenalinya, dia adalah seomul yang menyerang mereka beberapa hari yang lalu.

Dengan seringaian yang khas, seomul itu berjalan mendekati Wish. Tanpa rasa takut, Wish berdiri, dia tidak takut jika seomul alpha itu hanya sendirian. Dan yang pasti, seomul beta takut dengan api, jadi mereka tidak mungkin datang kemari.

"Apa yang kau inginkan? Kenapa kau selalu mengikuti kami?" Wish bersuara terlebih dahulu.

"Setiap mahluk selalu berbuat apapun untuk bertahan hidup, begitu pula dengan kami. Kami mengikuti mangsa kami, lalu memangsanya di waktu yang tepat."

"Tidak akan ku biarkan!"

Seomul itu terkekeh, "kalian pasti tidak akan bisa bertahan lebih dari seminggu. Lebih baik kalian menyerah, dan kami akan membuatnya lebih mudah."

"Tidak semudah itu." kilah Wish, menekankan setiap perkataannya.

"Kalian tidak akan bisa melewati pagar listrik di perbatasan, kalian tetap akan mati cepat atau lambat."

[i]Lock Down | EPEX ☑Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang