Aku memang belum bisa
mengungkapkan perasaan ini,
tetapi aku tidak rela jika kamu
dimiliki oleh orang lain:)
Sekarang Azkia dan keluarga nya tinggal di perumahan Asri Indah, karena barang-barang mereka banyak jadi ada sebagian barang yang belum dipindahkan dari rumah lama ke rumah yang sekarang. Ditambah lagi jarak dari Surabaya ke Tangerang bukan lah jarak yang dekat.
"Ma papa berangkat kerja dulu ya, sebentar lagi mobil yang mengangkut barang kita sampai" ucap papa Azkia
"Iya pa"
"Papa udah minta tolong supir untuk mengangkat barang-barang nya, papa berangkat ya assalamualaikum"
"Walaikumsalam" mama Azkia pun bergegas masuk kedalam rumah
•••
Zahra masih kepikiran tentang kondisi Rafi saat ini, ia berniat untuk menjenguknya nanti setelah pulang sekolah. Tidak seperti biasanya dari kemarin Zahra tidak semangat sekolah karena memikirkan Rafi.
"Ra lu gua perhatiin daritadi kayak gak semangat gitu, ada apa?" tanya aca
"Jadi gini ca, kak Rafi itu sakit gua takutnya dia sakit gara-gara kehujanan pas waktu itu" jelas Zahra
"Kehujanan nya bareng lu?"
"Iya, jadi pas itu kak Rafi nganterin gua pulang sampe rumah"
"Aku niat nya nanti pulang sekolah mau jenguk kak Rafi, kamu mau nemenin aku gk ca?" lanjut nya
"Emm boleh" jawab Aca
"Makasih ya ca"
"Iya sama-sama"
***
Sebenarnya Zahra baru pertama kali menjenguk langsung seorang cowo kerumah nya sebelumnya ia ramai-ramai dengan teman nya, tetapi kali ini hanya berdua dengan aca saja. Di parkiran mereka berdua bertemu dengan Farhan dan Bagas.
"Haii kakk" sapa zahra
"Eh zahra, ada apa?" Bagas dan Farhan meletakkan helm nya kembali karena zahra memanggil nya
"Gimana kondisi kak Rafi, udah mendingan belum kak?"
"Katanya udah agak mendingan"
"Aku sama temenku boleh jenguk gak?" tanya zahra
"Boleh, bareng aja kalo gitu" jawab Bagas sambil tersenyum
"Tapi kita mau beli sesuatu dulu"
"Yaudah kita ikut aja nemenin kalian, iya kan han" Bagas menyenggol lengan Farhan
"Iya" jawab Farhan dengan singkat
"Nanti malah ngerepotin kakak"
"Gak kok, santai aja"
"Kita kan suruh jagain lu Ra sama Rafi" batin Bagas sambil melihat kearah Zahra
"Ayo han ngapain masih berdiri disitu" panggil Bagas kepada Farhan
Flashback On
Selesai makan di kantin bersama Zahra dan teman-teman nya waktu itu, ketika hendak menuju ke kelas Bagas menanyakan sesuatu kepada Rafi.
"Raf gua liat pas di kantin tadi lu merhatiin Zahra terus, jangan-jangan lu suka ya"
Rafi menganggukan kepala nya, sebenarnya Rafi masih bimbang dengan hati nya sendiri namun ia juga tida bisa mengelak jika ia mulai menyukai Zahra.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bukan Untukku
Fiksi RemajaCinta adalah anugerah terindah yang Tuhan berikan kepada manusia. Merasakannya adalah fitrah dan menjaganya adalah ibadah. Namun tak mudah menjaga cinta itu hingga sampai halal. Sebelumnya maaf jika ada kesamaan nama tokoh, alur, judul dan lain-lain...
