Tiga Puluh Lima

813 52 0
                                        

Mereka sudah duduk manis sambil menonton film horor sesuai permintaan Arlan dan Romy. Sebenarnya Kanaya dan Anggita sudah menolaknya, tapi mereka bilang, ini adalah acara mereka sedangkan Kanaya dan Anggita hanya sebatas tamu undangan, jadi sebagai selayaknya tamu mereka harus menuruti acara pestanya bukan..??

Kanaya duduk disamping Anggita. Sedangkan  disebelah Kanaya ada Benny dan Kemal. Disebelah Anggita ada Raka Doddy Arlan dan Romy. Sebelum film dimulai Kanaya dan Anggita sudah merinding. Tangannya juga berkeringat, mereka sudah takut dulu. Apalagi ini film judulnya "Kuntilanak beranak dalam kubur" masya Allah... judulnya aja bikin merinding. Apalagi filmya... mungkin Kanaya dan Anggita harus waspada memegang erat jantung mereka masing masing agar tidak loncat nanti saat hantunya muncul.

"Aaaaaa kak Gita... gue takut.." ucap Kanaya yang langsung merangkul Anggita. Begitupun Anggita. Ia juga balik merangkul Kanaya.

"Sssstt... lo tenang ya Nay. Ada gue disini." Itu suara Anggita. Sebenarnya ia bicara seperi itu untuk memotifasi dirinya sendiri juga, agar ia tidak ketakutan. Bayangkan saja. Jantungnya sudah berpacu 3x kali lipat dari biasanya.

"Aaaaaaa...(duughh) auuuuwwwhh..." karena saking semangatnya untuk bersembunyi pada Anggita, begitu pula sebaliknya, kepala mereka saling bertabrakan... Benny yang melihatnya langsung meraih kepala Kanaya dan mengelusnya dengan lembut. Raka juga melakukan hal yang sama pada Anggita.

Sedangkan Arlan..??? Dia sudah tertawa senang melihat Kanaya dan Anggita tersiksa.

Sepanjang nonton film. Kanaya bersembunyi dibalik lengan Benny dan Anggita juga sembunyi dibalik lengan Raka. Hanya Benny yang menikmati momen ini.

"Jahad banget lo bang ama kita.." protes Anggita saat mereka telah selesai menonton filmnya.

"Sekali kali aja Git. Gue pengen liat reaksi lo sama Naya begimane... hehe..." jawab Arlan dengan watadosnya.

Seharusnya Benny berterima kasih kan pada Arlan. Karna ide dia, Benny bisa berdekatan untuk waktu yang lama bersama Kanaya.

"Ternyata kamu disini..??? Tidak baik anak gadis pergi malam malam bersama pria."

Suara bariton seseorang berhasil mengalihkan pembicaraan mereka. Mereka menengok kearah sumber suara.

"Anda...??" Itu suara Kanaya. Ia kaget sekali melihat kehadiran Arsha disini. Tau darimana dia kalau Kanaya disini..???

"Ayok sebaiknya kita pulang..." kata Arsha sambil menarik tangan Kanaya. Dengan cepat Raka menarik tangan Kanaya satunya.

"Dia akan pulang bersama kami, karena dia perginya bersama kami." Itu suara tegas Raka.

Belum sempat Arsha menjawab. Sudah ada keributan lagi. Anggita sedang dipeluk oleh Reihan sekarang. Anggita yang sedari tadi sedang melihat keributan antara Arsha dan Raka. Ia kaget karena tiba tiba ada seseorang yang memeluknya dari belakang. Ia melotot kaget. Berusaha berontak melepaskan pelukan itu.

"Leppasin gue... siapa sih ini..??" Berontak Anggita.

"Lepasin dia tuan. Anda menyakitinya...!!" Itu suara Doddy. Ia dengan berani melepaskan tangan Reihan dari tubuh Anggita.

"Kenapa telpon saya tidak dijawab..??" Tanya Reihan pada Anggita tanpa menghiraukan Doddy yang sudah memegang tangan Anggita.

"Kita pulang saja..." Doddy menarik Anggita dan membawa Anggita pergi meninggalkan yang lainnya tanpa menghiraukan pertanyaan Reihan pada Anggita.

Sedangkan Kanaya. Ia masih sama. Kedua tangannya masih dipegang oleh Raka dan Arsha. Kanaya bingung harus bagaimana. Akhirnya ia memilih melepaskan pegangan mereka berdua dan menarik tangan Benny untuk segera membawanya pulang.

Yang lain masih setia menonton adegan yang jarang jarang terjadi ini.
Doddy dan Benny membawa Anggita dan Kanaya pulang kerumah mereka.

Arsha, Reihan dan Raka ia masih melongo melihat gadisnya dibawa pria lain. Setelah memastikan Kanaya keluar dari pintu mall bersama Benny, Raka melihat kearah Arsha sinis, kemudian meninggalkannya.

"Makasih ya bang... kami masuk dulu." Pamit Kanaya pada Benny dan Doddy.

"Sama sama.." jawab mereka kompak.

first love ( END )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang