Lima Puluh ( End )

2K 51 0
                                        

Setelah lelah berdiri menyambut uluran tangan para tamu undangan yang hanya untuk mengucapkan selamat kepada mereka sang pengantin bahagia. Kanaya dan Anggita memilih masuk ke kamar mereka masing masing.

Membersihkan diri dikamar mandi kemudian membaringkan tubuh mereka yang sudah meronta ingin merasakan empuknya kasur busa dikamar mereka. Arsha dan Reihan masih menemani tamu tamu mereka. Entahlah.. apa mereka tidak capek setelah seharian dipajang di pelaminan dan berfoto bersama lalu kemudian malamnya mereka menyalami para tamu undangan.

Kanaya mulai memejamkan matanya. Sayup sayup ia masih mendengar suara musik khas pengantin baru dilantai bawah rumahnya.

Kanaya terbangun karena merasakan sakit diperutnya. Ia sedikit membuka matanya melihat Arsha yang tertidur disampingnya. Ia kaget... kemudian ia ingat bahwa Arsha sudah sah menjadi suaminya sekarang.

Ditatapnya wajah Arsha yang sudah seminggu ini ia tidak melihatnya. Bohong jika ia tidak merindukan pria ini. Karna sesungguhnya ia sangat merindukannya. Semuanya yang ada pada pria ini.

Sedikit sakit pada perutnya. Ia melihat tangan Arsha ada diatas perutnya. Memeluknya erat. Tapi tak mau berbohong. tangan Arsha benar benar berat menindih perutnya. Ia melihat jam dinding dikamarnya. Jam 04.30 wib. Itu artinya waktu subuh sudah datang. Dengan hati hati Kanaya menyingkirkan tangan itu. Dan ia berniat untuk mandi serta menunaikan sholat subuh bersama dengan suaminya untuk pertama kalinya.

"Mas... bangun mas... sholat subuh dulu yok.." ajak Kanaya pada Arsha saat ia sudah siap dengan mukenahnya.

"Jam berapa sayang.." tanya Arsha dengan suara khas bangun tidur.

"Jam 4 lebih 50 menit mas. Aku tungguin kamu ya mas. Kita sholat bareng." Kata Kanaya sambil ia berjalan untuk menuju tempat kosong dikamarnya yang biasa ia gunakan untuk sholat.

Setelah ritual sholat subuh dan ngaji bareng selesai mereka tunaikan. Kanaya beranjak menuju dapur untuk memasak sarapan mereka.

"Masih sepi. Belum pada bangun mungkin yak... yaudah. Masak dulu deh..." gumamnya sambil mengambil bahan bahan dikulkas untuk ia masak.

Kanaya dan Arsha menikmati pemandangan pagi hari dari balkon kamar Kanaya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Kanaya dan Arsha menikmati pemandangan pagi hari dari balkon kamar Kanaya.

"Mas.."

"Hmm..."

"Katanya mau jawab pertanyaan aku yang waktu itu...??" Tagih Kanaya

"Pertanyaan yang mana..??" Tanya Arsha bingung. Ia mengernyitkan dahinya lama. Mencari pertanyaan yang dimaksud Kanaya. Tapi tidak ia temukan.

"Yang itu loh. Kenapa mas bisa suka sama aku..??" Ingati Kanaya.

"Mmm.... (Arsha mengangguk mengerti) seperti yang sudah saya bilang sebelumnya. Kalau cinta tidak membutuhkan alasan kan..??"

"Tapi kan mas..."

Arsha menyentuh bibir Kanaya dengan jari telunjuknya.

"Sebentar. Saya belum selesai bicara."

first love ( END )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang