Empat Puluh Lima

787 41 2
                                        

Kanaya dan Anggita sudah duduk manis didepan para calon suaminya. Setelah tadi mereka didandani oleh MUA yang dikirim oleh Arsha dan Reihan.

 Setelah tadi mereka didandani oleh MUA yang dikirim oleh Arsha dan Reihan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Keluarga Arsha dan Reihan sudah datang sejak setengah jam yang lalu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Keluarga Arsha dan Reihan sudah datang sejak setengah jam yang lalu. Tapi para orang tua masih sangat sibuk berbincang bincang.

"Aduh jeng... nggak nyangka loh saya. Arsha tadi pagi datang kerumah untuk pertama kalinya setelah kepulangannya ke Indonesia ini. Dan lebih seneng lagi... dia minta kita buat ngelamar anaknya jeng Maryam... kan saya seneng jeng. Akhirnya anak saya laku juga.." itu suara cempreng dari Yasmine ibunya Arsha.

Arsha melotot mendengar ucapan Yasmine.

"Apa...?? Kan mama ngomong faktanya Ars.." bela Yasmine.

Arsha memutar bola matanya malas.

"Syukurlah jeng. Kalau begitu. Saya ikut seneng dengernya." Kanaya dan Anggita hanya tersenyum mendengar cerita Yasmine.

Arsha memang keras kepala. Dia sama sekali belum pulang kerumah orang tuanya sejak 2 bulan kepulangannya ke Indonesia. Arsha malas saja kalau pulang kerumah orang tuanya pasti Yasmine akan menagihnya seorang istri. Ia bukannya tidak menyayangi orang tuanya. Hanya saja ia malas kalau orang tuanya sudah membahas tentang perjodohan untuknya.

"Naya... Arsha orangnya itu kaku banget terus nggak banyak ngomong tapi maunya menang sendiri. Kamu nanti harus sabar ya ngadepin anak mama ini..." tutur Yasmine pada Kanaya.

"Siap ma. Nanti kalau mas Arsha nggak mau ngalah sama Naya. Nanti Naya pulang aja kerumah mama Maryam. Hehe..." canda Kanaya yang disambut tawa oleh orang orang disana.

"Kanaya...!!" Arsha kini melotot kearah Kanaya. Tapi yang dipelototin hanya senyam senyum saja.

 Tapi yang dipelototin hanya senyam senyum saja

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
first love ( END )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang