Lydia mengunjungi pengacara pagi ini. Tidak tahan dengan situasi yang sedang menjeratnya Lydia harus melakukan gugatan cerai terhadap Lyon Geronimo, suaminya.
Lydia telah memikirkannya selama berhari-hari. Lyon telah ratusan kali menelfon untuk mngajaknya bicara, tapi Lydia terlalu malas dan muak. Harga dirinya sangat tinggi sehingga masalah ini bukan masalah yang bisa di selesaikan dengan cara bicara.
Pengacara Lydia adalah Lukas Morino SH. Pengacara itu bukan orang baru, seorang pria bukan hanya sekadar tampan dan mempesona. Seorang Lukas adalah sang mantan terindah Lydia sebelun Lyon.
Kejadiannya sudah lama sekali. Lydia ingat apa yang membuat ia dan sang pengacara tidak bisa bersama. Lukas terlalu tampan waktu itu. Lydia harus bersaing dengan banyak wanita yang juga menyukai Lukas.
Lukas lebih muda beberapa tahun dari Lydia. Meski begitu, Lukas sebenarnya memilih Lydia di banding wanita-wanita yang mengejarnya. Lukas dan Lydia akhirnya menjalin hubungan cinta. Tapi hidup Lydia tidak pernah tenang karena wanita itu sering menerima teror yang isinya adalah peringatan supaya Lydia meninggalkan Lukas.
Lydia akhirnya memutuskan hubungan sepihak dengan Lukas serta mendoakan pria itu semoga mendapatkan kebahagiaan yang lainnya.
Lydia meninggalkan Jakarta untuk melanjutkan kuliah S2nya di London. Di sanalah ia bertemu Lyon Geronimo yang tampan. Sebagai orang Indonesia, Lyon lebih terlihat seperti orang Indo campuran. Darah yang mengalir di dalam tubuhnya adalah Jawa, Portugis dan sedikit darah Brasil dari kakek buyutnya.
Tidak heran sebenarnya. Ketika Lydia dan Lyon menikah akhirnya ia melahirkan dua orang anak yang luar biasa tampan dan cantik sejati.
Tapi siapa yang menyangka jika pernikahanya akan berakhir dengan perceraian sebentar lagi, dan untuk yang ketiga kalinya.
"Saya Lydia Veronica, ingin bicara dengan Pengacara Lukas."
"Anda sudah membuat janji?"
"Sudah."
"Tunggu sebentar Bu."
Setelah bicara melalui interkom Asisten Lukas Morino mengantar Lydia menemuinya.
Lukas, pria yang tampan meskipun tidak muda lagi. Pria dengan mata berwarna hazel menatap Lydia penuh takjub. Wanita itu tidak berubah sama sekali. Kecantikan Lydia masih kecantikan yang sama. Lukas tidak berkedip dalam beberapa menit.
"Hai Lukas."
"Lydia, ya ampun kau tidak berubah sama sekali."
Lukas menyambut kedatangan Lydia, seperti reuni, mereka mengobrol ringan sambil duduk di sofa yang empuk. Lukas bercerita sudah memiliki dua anak perempuan yang tinggal di Amerika bersama bibinya.
Lukas adalah seorang duda yang sudah lima tahun belum memikirkan untuk menikah lagi. Maureen istrinya meninggal dunia karena kanker payudara.
"Jadi Kau mau apa Lydia Veronica?"
Tanya Lukas setelah selesai bercerita. Mata hazel Lukas menatap serius penuh minat pada mata Lydia yang bening seperti genangan air yang tenang.
"Aku ingin menggugat cerai suamiku."
Jawab Lydia jujur.
Lukas terkejut, tapi dia diam dan matanya tidak berkedip beberapa saat.
"Lagi?" tanya Lukas pelan. Wajahnya datar tanpa ekspresi. Tapi pria itu merasakan ketidakberdayaan Lydia. Lydia hanya terlihat kuat di luar, tapi rapuh di dalam hatinya.
"Ya?" jawab Lydia singkat.
Lukas menghela nafas panjang lalu berdiri. Lukas sangat tampan dengan setelan lengkap berwarna hitam.
KAMU SEDANG MEMBACA
Affair #2
RomancePerjanjian : 1. Tidak boleh berselingkuh 2.Bersedia tidak melahirkan anak. 3.Tidak boleh menuntut apapun. 4 Hanya untuk bersenang-senang. Tidak lebih. 5.Sangat Rahasia. Lyon Geronimo terlibat skandal. tidak. lebih tepatnya terpaksa melakukan p...
