Desiree tidak tahu bagaimana ayahnya bisa sampai di rumahnya? Wajahnyapun menunjukkan wajah penuh amarah karena sesuatu yang di lakukan oleh Desiree sendiri.
Untuk pertama kalinya Desiree takut pada ayahnya yang menatapnya sangat tajam hingga kedua alisnya bertautan.
Pria itu berdiri sangat menjulang di ruang tamu di posisi yang sama seperti Lydia saat mendatanginya dan melihat foto pernikahannya.
Desiree yakin, ayahnya pasti sudah tahu tentang pernikahannya.
Desiree diam tidak bergerak, tubuhnya kaku dan rasanya ada gunung yang sebentar lagi akan meletus, runtuh dan menimpanya.
Edward masih diam dan terus menatap marah pada Desiree. Pria itu mendekati putrinya, perlahan, tapi Desiree seperti akan mendapatkan giliran hukuman matinya.
"Plak?"
Telapak tangan Edward mendarat dengan mulus di pipi Desiree.
"Aaaww? " Desiree terpekik sambil memegangi pipinya yang memanas akibat tamparan ayahnya.
"Papa..." rintih Desiree. Air matanya bergulir saat itu juga.
"Memangnya apa yang sedang kau lakukan Desiree? Kamu mikir nggak sih? Punya otak nggak kamu?" Geram Edward. Edward menunjuk-nunjuk kepala Desiree.
"Papa, aku...
"Kau membodohi Papa? Mempermainkan keluarga kita? Bisa-bisanya kamu mempermalukan Papa? Padahal kamu tahu Geronimo adalah musuh keluarga kita?"
Mulut Edward tidak berhenti bicara. Desiree hanya bisa diam. Ayahnya memang tidak menyukai Dua Geronimo. Jeno yang sombong dan menyebalkan dan juga Lyon yang telah merenggut kebahagiaannya.
"Apa yang ada dalam pikiranmu Desiree? Jeno telah melecehkan kita, Lyon yang juga telah mengambil Mamamu dari Papa, kenapa kau melakukan ini nak? Papamu ini sayang sama kamu tapi kamu taruh kotoran di wajah Papa, tega kamu ya?"
Edward sangat marah tapi tidak tahu cara memarahi putrinya. Desiree diam, dia menunduk sambil menangis kesegukan.
"Lyon tidak pernah berselingkuh dengan Mama." teriak Desiree.
Edward kembali menampar Desiree. Desiree semakin menangis tersedu-sedu, dan merasakan pedih dan juga panas di pipinya. Pipinya memerah akibat tamparan dari ayahnya.
"Kamu nggak usah belain bajingan itu. Kamu tidak tau apa-apa."
"Aku tahu." sentak Desiree.
"Dia membohongimu." teriak Edward
Desiree diam, di tatapnya mata Ayahnya, berharap Desiree menemukan kebohongan, tapi sepertinya ayahnya berkata benar. Tiba-tiba saja Desiree jadi kesal pada ibunya yang sudah meninggal. Kenapa Mamanya harus meninggal tanpa menjelaskan apa-apa. Satu-satunya yang tahu mamanya selingkuh dengan Lyon atau tidak itu hanya dia.
Pengakuan dari Lyon seorang tidak akan cukup.
"Peselingkuh tetap saja Peselingkuh, kamu hanya di jadikan alat pemuas birahinya, apa kamu tidak sadar? Dia menyelingkuhi istrinya yang cantik. Buat apa? Atau kamu yang gatal padanya?" Edward menatap Desiree dengan tatapan menuduh.
"Stop Papa! Aku mencintainya, aku tidak keberatan di jadikan simpanan. Aku tidak mau berpisah darinya... "
Desiree berteriak membabi buta dengan air mata yang berderai.
Ia tidak peduli pada siapapun asalkan bisa bersama Lyon, ia tidak akan pernah meninggalkan Lyon. Lyon telah memintanya untuk tidak meninggalkannya.
"Desiree... "
Suara Edward kembali menggema dan melayangkan telapak tangannya lagi. Tapi kali ini pria itu tidak menampar pipi Desiree. Tangannya mengambang di udara dengan gemetar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Affair #2
RomancePerjanjian : 1. Tidak boleh berselingkuh 2.Bersedia tidak melahirkan anak. 3.Tidak boleh menuntut apapun. 4 Hanya untuk bersenang-senang. Tidak lebih. 5.Sangat Rahasia. Lyon Geronimo terlibat skandal. tidak. lebih tepatnya terpaksa melakukan p...
