34.What comes will go..

393 39 35
                                        

Vote yorobunnn....⭐😚

Pembaca yang budiman pasti tau cara menghargai seorang penulis😊⭐






"Aku suapin mau?"tawar Mark

"Gak usah,aku masih bisa"jawab Ayna sambil tersenyum pelan,gemas dengan Mark yang kelewat perhatian.

Mereka berdua pun sarapan dengan tenang

Setelah sarapan,Mark menyuruh Ayna berbaring lagi.

"Bosan baring terus"keluh Ayna,sambil memperhatikan Mark yang sibuk dengan laptopnya

Mark menghentikan kegiatannya,lalu ikut berbaring di samping Ayna.

"Maaf ya"ujar Mark pelan,ia sungguh tidak kuat melihat Ayna yang kesakitan akibat ulahnya.

Kemarin Mark memang sedikit liar,ia tidak bisa mengontrol dirinya

"Hei,kok minta maaf,jangan salahin diri kamu oke?"mohon Ayna

Mark mengangguk lalu memeluk Ayna

"Aku harap semoga secepatnya ada bayi disini"guman Mark sambil mengelus perut Ayna.

Ayna merasa seperti ada kupu kupu yang beterbangan di perutnya,saat Mark mengucapkan kalimat itu sambil mengelus perutnya

"Aku juga berharap gitu"balas Ayna,lalu memeluk Mark dengan erat

"Kalau anak kita nanti cowok,nama yang bagus apa?"

Ayna terkekeh pelan,bisa bisanya Mark membahas hal sejauh itu.

"Mickey,gimana?"usul Ayna

"Kenapa usulin nama itu?"

"Ah itu,Mashiho suka ajak aku nonton anime,judulnya 'Tokyo Revengers'terus disana ada karakter favorit aku,namanya Mickey,meskipun cebol dia hebat banget"Ayna mendadak sangat ceria membahas anime itu.

"Gak boleh,gimana kalau anak kita cebol juga"tolak Mark,yang berhasil membuat Ayna tertawa

"Bodoh bgt"

"Sayang bahasanya"dengus Mark membuat Ayna langsung menyatukan kedua tangannya.

"Kalau misalnya,gak ada dedek bayi disini gimana?"lirih Ayna pelan

Mark mengelus Perut Ayna dengan lembut"Jangan ngomong gitu sayang"

"Geli"adu Ayna,karna Mark masih setia mengelus perutnya

Tapi Mark tidak menggubris Ayna,ia kecanduan mengelus perut Ayna.

"Udahh,geli tau!"sungut Ayna karna Mark tak berhenti

"Iyaaa"pasrah Mark

"Sayang boleh cium?"

Ayna mengangguk,detik berikutnya Mark melumat bibir Ayna.

Mark memperdalam ciumannya,menikmati bibir Ayna yang semakin hari membuat dirinya candu

Logikanya semua hal tentang Ayna,membuat Mark candu













.........

Irene dan Lay kini sibuk mengurus kepergian mereka ke kanada,hari ini waktunya mereka berangkat

Ayna sebenarnya sedih,karna baru beberapa minggu merasakan perhatian seorang ibu dari Irene

"Ayna sehat terus yah sayang?mama sebenarnya belum siap pergi lagi,tapi keadaan yang mengharuskan papa sama mama ke kanada secepatnya"Irene kini terisak sambil memeluk Ayna

[END]COLD HUSBAND||MARK LEETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang