Pagi harinya...
Hari senin adalah hari yang akan membuat semua murid merasakan malas. Ketika harus bangun lebih pagi dan juga harus berdiri di bawah terik matahari untuk melakukan upacara.
Amanat yang di bawakan oleh Pak Hadi selaku Kepala Sekolah, membuat mereka semua mengantuk. Dengan kalimat yang sangat panjang dan terkesan ngalor ngidul membuat siapa saja yang mendengarnya menjadi malas.Selesai upacara, Gebby langsung menuju ke kantin untuk membeli minuman, dengan di temani sahabatnya. Ia bernama KARIN DWITA, kerap di sapa KARIN. Gadis cantik dengan lesung di pipinya, Mulutnya yang cerewet dan suka blak-blakan membuatnya terkesan galak dan terlihat lucu.
Seperti yang sudah dijelaskan sejak awal. Bahwa Karin dan Gebby sudah bersahabat sejak kecil.
Gebby yang memang paham akan sifat Karin yang sangat cerewet, mampu membuatnya terkadang tertawa ketika melihat tingkahnya.
Dan juga, Karin yang paham akan sifat Gebby yang cuek, membuatnya terkadang kesal ketika celotehannya tidak ditanggapi oleh Gebby.
Meskipun begitu, Gebby dan Karin yang sudah hafal satu sama lain, pun tidak terlalu memperdulikannya. Karena bagi mereka, sifat yang sangat berbeda itulah yang dapat saling melengkapi satu sama lainnya."Rin, ayo buruan. Keburu bel masuk nih" ujar Gebby
"Bentar Za, gua mau beli roti dulu" ujar Karin
"Nah udah ni. Yok ke kelas, keburu bel" ujarnya lagi sembari membuka bungkus roti di tangannya, berniat untuk di makan sambil berjalan.
Brukk!
Namun, belum sempat roti itu masuk ke dalam mulut Karin, seseorang berlari dan menabraknya. Membuat roti yang awalnya sudah siap untuk di makan, malah sekarang berada tepat beberapa senti dari sebelah kakinya.
Melihat rotinya yang sudah tak layak untuk di makan, Karin pun hanya bisa meneguk air liurnya dan memasang wajah sedihnya. Sedetik kemudian, Ia langsung menoleh kepada sang pelaku yang telah membuat rotinya jatuh ke lantai dengan wajah kesal.
Pupus sudah roti kesukaan yang Ia beli dengan rasa yang pastinya sangat menggiurkan bagi Karin. Apalagi, saat ini Karin sedang sangat lapar, karena memang pagi tadi Ia tak sempat sarapan.
"Aduhh jalan yang bener dong. Liat! Roti gua jatoh kan!" ujar Karin kepada lelaki yang memakai topi di hadapannya ini
"Udah rin, nanti bisa beli lagi" ujar Gebby menenangkan
"Gak mau! Gua tu udah siap mau makan itu roti. Lo tau gak sih, itu roti kesukaan gua! Makanya hati-hati kenapa sih kalo lewat. Ngeselin banget!" ujar Karin dengan menggebu-gebu
Melihat itu, Gebby pun lantas memutarkan bola matanya malas.
Sudah di bilang jika Karin ini cerewet. Bahkan masalah sepele saja, akan menjadi besar jika berurusan dengannya."Udahlah Rin. Namanya juga gak sengaja. Ntar gua beliin yang banyak" ujar Gebby membujuk sahabatnya
"Gak mau! Lo! Ayok ikut gua. Gua mau masukin lo ke penjara karena udah berani-beraninya jatohin roti kesukaan gua!" ujar Karin sembari menarik tangan lelaki tersebut
Mendengar ucapan sahabatnya, mata Gebby pun lantas melotot. Bagaimana bisa hanya masalah rotinya yang tak sengaja jatuh, bisa di masukkan penjara.
"Ehh sorry. Aduhh sorry banget deh, gua ga sengaja. Jangan penjarain gua juga dong elah" ujar lelaki tersebut
Dengan sangat kesal, Karin pun langsung membuka topi lelaki tersebut.
"Lo??? Lo kan cowok yang kemaren di pinggir trotoar dan minjemin gua jaket kan?" ujar Gebby
"Lo?? Wah kita ketemu lagi. Btw, bantuin dong ini, temen lo serem amat" ujar Mahesa sembari menunjuk Karin
Mendengar dirinya disebut seram, Karin yang tak terima pun tak tinggal diam, Ia langsung memukuli Mahesa tanpa ampun.
"Au au... Iya gak serem, au ma-af. Udah kenapa sih elah. Sial banget gua hari ini" ujar Mahesa sembari meringis kesakitan
"Rin! Udah, kasian anak orang" ujar Gebby yang tak tega melihat Mahesa yang masih terus dipukuli sahabatnya
Yap, cowok itu Mahesa. Yang kemarin tidak sengaja bertemu Gebby di tepi trotoar saat hujan dan meminjamkan jaketnya pada Gebby.
"Za, lo kenal dia?" ujar Karin setelah puas menghajar Mahesa. Tentunya masih dengan wajah yang kesal melihat Mahesa.
"Iya, kemaren gak sengaja ketemu pas keujanan. Kenalin Sa, ini sahabat gua, Karin. Maaf ya tadi sempet marah-marah ke lo. Btw, thanks jaket nya kemaren" ujar Gebby
"Oiya gapapa. Gua juga maaf banget gak sengaja nabrak temen lo. Soalnya gua lagi bingung nyari ruang kepsek, gua baru pindah kesini" ujar Mahesa
Mendengar penuturan Mahesa, Gebby pun menganggukkan kepalanya.
"Jadi di maafin gak nih? Ntar gua dapet dosa kalo ga dimaafin" ujar Mahesa menyindir Karin
"Iya gua maafin!" ujar Karin sembari melotot
"Nah gitu kan enak. Btw, ternyata kita satu sekolah ya" ujar Mahesa kepada Gebby
Mendengar itu Gebby pun hanya mengangguk.
"Pantes gua baru liat lo, ternyata lo siswa baru" ujar Karin
"Iya, pindahan dari Jakarta" ujar Mahesa
"Karena kita baik, gimana kalo kita anter aja?" ujar Karin
"Boleh. Thanks ya sebelumnya" ujar Mahesa
"Iya sama-sama " ujar Karin
Di ruang kepsek
Tok tok tok!
"Permisi Pak" ujar Gebby
"Oh Gebby. Ada apa Gebby?" ujar Pak Hadi
"Ini Pak, saya bawa siswa baru. Ya sudah, kalau begitu permisi Pak" ujar Gebby
Pah Hadi pun mengangguk sebagai jawaban.
Setelah mengantarkan Mahesa ke ruang kepala sekolah, Gebby dan Karin pun langsung menuju kelas.
"Almahesa Abraham? Siswa pindahan dari Jakarta?" ujar Pak Hadi
"Iya Pak, saya Almahesa Abraham" ujar Mahesa
"Orang tuamu sudah memberi tahu alasan mengapa kamu pindah kesini, Ayahmu itu teman Bapak waktu zaman SMP dulu, Beliau bilang sedang ada pekerjaan disini makanya kamu harus ikut pindah, betul?" ujar Pak Hadi
"Iya Pak betul" ujar Mahesa sembari mengangguk
"Oke Mahesa, Kamu masuk ke kelas XII MIPA 2. Mari ikut saya" ujar Pak Hadi
"Baik Pak, terima kasih" ujar Mahesa
Di perjalanan menuju kelas XII MIPA 2, Pak Hadi pun menjelaskan bahwa Ia adalah teman ayah Mahesa saat SMP dulu. karena di masa SMA berbeda sekolah, akhirnya Pak Hadi dan Ayah Mahesa tidak pernah bertemu dan baru bertemu kemarin saat mendaftarkan Mahesa di sekolah tersebut.
"Oh iya Sa. Yang tadi mengantar kamu ke ruangan saya itu namanya Gebby dan Karin. Mereka termasuk anak Osis di sekolah ini. Kebetulan kalian sekelas, jadi kamu bisa bertanya kepada mereka, jika masih ada yang bingung. Termasuk tentang lingkungan sekolah ini. Nanti saya akan minta khususnya Gebby untuk membantumu" ujar Pak Hadi
Mendengar itu Mahesa pun hanya mengangguk.

KAMU SEDANG MEMBACA
RUANG WAKTU
Fiksi Remaja"Sikap dinginmu yang kian menghangat Bagai sang surya yang siap menampilkan sinarnya" ................................................................................. kisah tentang 2 remaja Dimana seorang lelaki yang baru saja pindah dan bertemu de...