Hari libur telah tiba
Kali ini hari libur pertama sampai hari ke tiga, Gebby memilih untuk menghabiskan waktunya dengan orang tuanya di rumah. Tidak masalah bagi Mahesa, walaupun janjinya kemarin akan menghabiskan waktu selama sepanjang liburan berdua dengannya. namun, Gebby memilih untuk membagi waktunya dengan orang tuanya. Tentu Ia berikan, selagi itu membuat gadisnya senang.
Hari libur pertama Gebby dan kedua orang tuanya memutuskan untuk menghabiskan waktunya dengan membersihkan seisi rumah. Seperti mengecat tembok, membuat taman di sekeliling lahan rumah yang kosong, dan membersihkan barang-barang yang sekiranya tidak lagi terpakai.
"Za, sini bantu Mama. Masukin tanahnya ke pot bunga yang itu, nanti bawa ke sini biar di isi bunga ya," ujar Mama Gebby
"iya, Ma," ujar Gebby
Papa Gebby yang sedang memotong rumput pun tersenyum menyaksikan interaksi antara anak dan istrinya.
"Pa, ada yang bisa Iza bantu gak? Kayaknya ribet banget dari tadi Iza perhatiin," ujar Gebby kepada Papa nya yang sekarang sudah selesai memotong rumput
"ini udah selesai. Bantu Papa aja yok di dalem. Mau ganti cat rumah," ajak Papa Gebby
Gebby pun mengangguk dan langsung mengekori Papa nya menuju dalam rumah. Setelah masuk, Gebby pun mulai membantu Papa nya mengecat tembok rumah. Di sampingnya sudah berjejer beberapa ember cat dengan warna yang berbeda-beda.
Gebby pun mulai mengecat tembok rumahnya dengan telaten. Beberapa saat Gebby dan Papa nya hampir selesai dengan beberapa ruangan di rumah nya, tidak sengaja Papa nya mengenai tangan Gebby dengan cat yang Beliau bawa."yah Papaaaa! Kok di kenain Iza siihh," ujar Gebby dengan kesal
"ups, sorry, Sayang. Papa gak sengaja hehe," ujar Papa Gebby dengan cengiran kuda nya
" ih Papa! Rasain nih," ujar Gebby sembari menyoretkan cat pada tangan Papa nya
Dan berakhirlah mereka dengan perang cat. Mama Gebby yang sedang membuat kue di dapur pun heran mendengar suami dan anaknya begitu berisik, Ia pun berjalan menuju Gebby dan Papa nya. Saat di lihat, Mama Gebby langsung kaget melihat kondisi Gebby dan suaminya. Bagaimana tidak, sekarang muka, tangan dan kaki Gebby sudah penuh dengan coretan cat. Sama hal nya dengan kondisi suami nya saat ini.
"Kaliaannnnn!" ujar Mama Gebby sembari kedua tangannya bertenteng di pinggang dan menggelengkan kepalanya
"piss Mama. Papa duluan yang mulai," ujar Gebby sembari menunjuk Papa nya
Rama yang di tatap istrinya pun langsung menggaruk tengkuk nya yang tak gatal sembari meringis.
"ck. Kamu ini Mas. Udah tua juga masih aja kayak anak kecil, heran aku Mas," ujar Mama Gebby kepada Papa Gebby
"ya maaf. gak sengaja, Sayang hehe," ujar Papa Gebby
"marahin aja, Ma. Biar kapok, udah tua juga huuu," ujar Gebby sembari meledek Papa nya
"kamu juga Iza. Ngapain di lanjutin, jadi kotor kan badan nya haduhhh," ujar Mama Gebby
Gebby yang di marahi pun hanya diam dan melirik ke arah Papa nya yang sedang menahan tawa karena melihat dirinya juga ikut di marahi Mama nya.
"kalian mandi dulu gih. Abis itu bantuin Mama buat kue, nanti Mama minta tolong Iza anter kue buat Tante Anggun, ya," ujar Mama Gebby
"iya, Ma..." ujar Gebby dan langsung menuju kamar untuk mandi
Setelah selesai membersihkan badan, Gebby dan Papa nya pun membantu Mama nya membuat kue di dapur. Papa Gebby yang memang sedang menggenggam tepung langsung mengenai Gebby dan menatap Gebby dengan tatapan mengejek.
"Papaaaa!!! Kotorrr." ujar Gebby yang kesal dengan tingkah Papa nya
"apa lagi sih, Iza?" tanya Mama Gebby yang mendengar teriakan kesal anak nya
"ini, Ma. Papa nya nakal, masa tangan Iza di kotorin pake tepung," adu Gebby kepada Mama nya sembari memberengut kesal
"eh ng-ngak kok. Bohong, Ma. Orang gak sengaja," ujar Papa Gebby
"dasar ngaduan," ujar nya lagi berbisik"ck, tuh Ma. Iza di katain ngaduan. Cari Papa baru aja, Ma. Ngeselin banget sih!" ujar Gebby
Mendengar itu, Rama pun langsung melototi anak nya. Enak saja mencari Papa baru, tidak akan Ia biarkan.
"apaan kamu, Za. Gak bisa gitu dong. Ya udah Ma, cari anak baru aja yok. Yang ini tukang ngaduan." ujar Papa Gebby
"is Mamaaaaa! Papa nya iniiii." ujar Gebby kesal
"aduuhhh Kalian ini, ya ampunn. Pusing Mama denger nya. Ribut terus, heran. Mama jual dua-dua nya mau?" ujar Mama Gebby
"GAK!" ujar Gebby dan Papa nya dengan serempak
" ya udah anteng. Kata nya mau bantuin Mama. Tapi kerjaan nya berantem terus," ujar Mama Gebby yang frustasi dengan tingkah anak dan suaminya
"iya maaf, Sayang. Iza nya ngaduan tuh," ujar Papa Gebby
"Papa dul-"
"masih mau lanjut? Ke depan aja, Mama jadiin pertunjukan." ujar Mama Gebby
Akhirnya Gebby dan Papa nya pun langsung diam dan kembali membantu menyelesaikan membuat kue nya. Setelah kurang lebih satu jam, akhirnya kue pun selesai. Seperti janji nya, Mama Gebby pun menyuruh Gebby untuk mengantarkan kue itu ke rumah Mahesa.
"Za. Ini kue yang buat Tante Anggun. Minta anter Pak Usman ke sana nya, biar cepet." ujar Mama Gebby
"iya Ma. Iza berangkat dulu, assalamualaikum." ujar gebby berpamitan kepada Mama nya
"waalaikum salam. Hati-hati," ujar Mama nya
Sesampainya di rumah Mahesa, Gebby pun langsung di persilahkan masuk oleh Bu Rinda. Ketika sampai di dalam rumah Mahesa, Gebby pun langsung menuju ke arah dapur. Karena memang Mama Mahesa sedang masak di dapur.
"assalamualaikum, Tante." ujar Gebby sembari menyalimi Mama Mahesa
"waalaikum salam cantik. Ternyata calon mantu, kok gak bilang dulu kalo mau ke sini. Kan biar di jemput sama Esa," ujar Mama Mahesa
"gak papa, Tan. Oh iya, tadi Gebby buat kue sama Mama di rumah. Ini Tan," ujar Gebby sembari menyodorkan kue kepada Mama Mahesa
"wah makasih cantik. Repot-repot sampe bawain kue segala buat Tante, salamin juga buat Mama. Pasti tante suka sama kue nya, Mama kamu emang paling jago buat kue, sini duduk dulu," ujar Mama Mahesa
"iya Tante. Nanti Gebby salamin ke Mama," ujar Gebby
"loh, By? Kok gak bilang kalo mau ke sini. Kan biar aku yang jemput," ujar Mahesa yang baru saja turun dari kamarnya ingin mengambil minum di dapur dan melihat Gebby
"gak papa, Sa. Tadi di anter Pak Usman," ujar Gebby
Setelah beberapa lama dan hari sudah mulai sore, akhirnya Mahesa pun mengantar Gebby pulang ke rumah.

KAMU SEDANG MEMBACA
RUANG WAKTU
Teen Fiction"Sikap dinginmu yang kian menghangat Bagai sang surya yang siap menampilkan sinarnya" ................................................................................. kisah tentang 2 remaja Dimana seorang lelaki yang baru saja pindah dan bertemu de...