Hal yang tak terduga. Dimana sehari tepat sebelum UTS selesai Mama dan Papa Gebby pulang. Mereka bilang akan datang ke acara sekolah Gebby. Hal itu membuat Gebby senang, walaupun harus melalui perdebatan antara dirinya dengan orang tua nya. karena dari dulu Mama dan Papa nya tak pernah menghiraukan dirinya. Namun, saat pulang ke rumah, Mama dan Papa nya langsung meminta maaf karena terlalu sibuk sampai tidak ada waktu untuk putri semata wayang mereka.
Hari ini tepat acara penutupan UTS diselenggarakan. 2 jam lagi acara di mulai, Gebby dan Mama Papa nya sedang bersiap-siap untuk datang ke acara itu.
"Za! Cepetan keburu telat, takut macet!" teriak Mama Gebby dari ruang tamu.
Tak tak tak.
Bunyi suara heals di anak tangga yang Gebby kenakan mampu membuat Mama nya melihat kearah dirinya.
"cantik banget anak Mama. Yaudah, yok berangkat Papa kamu udah nunggu di mobil," ujar Mama Gebby
Ya, setidaknya untuk hari ini Gebby merasakan kebahagiaan yang nyata. Walaupun Ia sendiri belum tau akan seberapa lama kebahagiaan ini bertahan.
Sesampainya di parkiran Mahesa lantas menghampirinya. Ya, memang Gebby yang meminta nya untuk menunggu di parkiran. Awalnya Mahesa berniat menjemput nya, tapi Gebby menolak dengan alasan ingin pergi bersama orang tua nya. Mahesa yang mengerti pun langsung menurutinya.
"halo Om, Tante. Saya Mahesa teman sekelasnya Gebby," sapa Mahesa sembari memperkenalkan diri nya pada orang tua Gebby
"ekhem, temen kok sampe harus jemput kesini ya," goda Mama Gebby dengan candaan nya menyindir.
"ehe iya, Tante. Mau ajak Gebby bareng ke dalem nya," ujar Mahesa
"udah lah Ma, biarin aja anak muda. Oke Mahesa, Om titip anak Om, ya. Kalo gitu Om dan Tante langsung masuk ke acara," ujar Papa Gebby sambil menggandeng Mama Gebby dan meninggalkan mereka berdua.
Mahesa pun tersenyum sebagai jawaban. Sebenarnya Mama dan Papa Gebby sangat baik, tapi karena kesibukan kedua nya membuat nya seperti tak menghiraukan adanya Gebby. Setelah nya, ia menatap Gebby. Tatapan yang dalam dan tulus mampu membuat Gebby si gadis cuek merasa gugup. Namun, dengan cepat Gebby menetralkan kegugupan nya.
Dress putih selutut dengan heals yang apik di kaki nya. Tak ketinggalan tatanan rambut yang membuat Gebby semakin terlihat anggun. Perfect, satu kata yang terlintas difikiran Mahesa begitu melihat Gebby.
Sedangkan Mahesa,dengan Celana hitam panjang dan badan kekarnya berbalut tuxedo hitam yang membuat ia semakin terlihat menawan.
Dengan sigap Mahesa pun langsung menggandengkan tangan Gebby pada tangan nya.
"sudah siap, Tuan Puteri?" tanya Mahesa sembari menoleh kepada Gebby setelah menggandengkan tangan nya tadi.
Gebby pun hanya mengangguk dan tersenyum tulus ke arah Mahesa.
Setelahnya mereka pun masuk ke dalam acara.Ketika masuk ke dalam acara tersebut. Banyak sekali pasang mata yang memandang kearah mereka. Banyak pekikan-pekikan yang mengatakan kalau mereka cocok dan lain-lain.
"aaa so sweet bangett Mahesa. Di gandeng dongg!!"
"cocok bangett. Yang satu ganteng yang satu lagi manis!"
"jadian dong, masa gak!"
"couple goals bangett gilaaa!!!"
"apaansi lebay banget. Cocok darimana coba, biasa aja. Si Gebby juga gak cantik-cantik amat!"
"lo yang apaan. Bilang aja sirik sama Gebby, karena gak mampu di samping Mahesa. Iya kan!"
"apaan sih lo! Ikut campur aja."
Banyak pekikan yang tertuju pada mereka berdua. Hal itu membuat pipi Gebby merah merona karena malu. Gebby gugup, sangat gugup.
"buat aku menghilang sekarang juga, Tuhan," batin Gebby sambil tersenyum meringis mendengar pekikan dari murid-murid yang lain.
Niat awal Gebby yang ingin menghampiri Karin dan Wisnu pun pupus. Saat tiba-tiba tangannya di tarik dengan lembut menghampiri orang tua Mahesa.
"malam Om, Tante," sapa Gebby kepada orang tua Mahesa sambil tersenyum ramah.
"malam, Gebby..." balas Papa Mahesa
"cantik bangett sih kamu, sayang. Cocok deh sama Mahesa," ujar Mama Mahesa sambil mengusap pipi Gebby dengan lembut.
"Tante bisa aja. Tante juga cantik banget." balas Gebby memuji Mama Mahesa
"Sa, yang kaya gini jangan di lepas." ujar Papa Mahesa
"haha siap, Pa. Aman lah," ujar Mahesa kepada Papa nya
Mendengar itu pipi Gebby pun semakin merona seperti kepiting rebus karena malu.
Tiba-tiba terdengar suara bas memanggil Gebby yang membuat mereka semua menoleh.
"Za!" panggil Papa Gebby
"loh, Ranti?!" pekik Mama Mahesa yang kaget melihat Mama Gebby
"Anggun!" ujar Mama Gebby yang sama-sama kaget nya.
Setelah nya, mereka pun saling berpelukan untuk mengurangi rasa rindu. Ternyata, orang tua Mahesa dan Gebby dulu nga adalah teman dekat. Namun, Karena pekerjaan akhirnya mereka sudah lama tidak bertemu.
"Rama! Kok lo bisa di sini? Jangan bilang anak kalian juga sekolah di sini. Wah kebetulan banget, ya," tutur Papa Mahesa kepada Papa Gebby
"ekhem.. Anak gadis yang kalian puji itu anak gua. Jadi Mahesa ini anak lo yo?" ujar Papa Gebby kepada Papa Mahesa-,Cahyo
"lahiya ini anak gua. Gak nyangka banget bisa ketemu lo di sini. Dan tentu gua gak nyangka juga kalo Gebby ini anak lo, Ma." ujar Papa Mahesa yang masih tidak menyangka
"haha iya, terakhir kita ketemu waktu lo dateng ke pernikahan gua ya. Bukannya setau gua lo langsung pindah ke jakarta, sejak kapan balik ke sini?" tanya Papa Gebby
"udah setengah tahun ini gua di sini," jawab papa doni.
Mahesa dan Gebby yang bingung mendengar percakapan antara orang tua mereka pun langsung bertanya.
"bentar-bentar, ini maksudnya gimana? Jadi Mama sama Papa udah kenal sama Mama Papa nya, Gebby?" tanya Mahesa kepada kedua orang tua nya.
"dulu Om Rama sama Tante Ranti ini sahabat Mama sama Papa, Sa. Tapi setelah mereka menikah, akhirnya Mama sama Papa pindah ke jakarta dan kita jadi gak pernah ketemu. Mama sama Papa lebih dulu nikah nya dari mereka," jelas Mama Mahesa
"biasa lah, Papa kamu udah gak sabar nikahin Mama kamu, Sa. Soalnya takut direbut orang lain kata nya haha," ujar Papa Gebby bergurau
"diem lo, Ma. Jangan buka kartu!" kesal Papa Mahesa
Akhirnya mereka semua pun tertawa melihat perdebatan antara dua sahabat lama itu. Umur mereka yang sudah paruh baya tidak mengurangi gaya gaul dalam diri mereka.
"yaudah, kalian nikmatin dulu ya acara nya. Mama Papa sama Om Cahyo dan Tante Anggun mau ngobrol-ngobrol dulu. Udah lama gak ketemu," ujar Mama Gebby
"iya, Ma." ujar Gebby
"iya, Tan." ujar Mahesa

KAMU SEDANG MEMBACA
RUANG WAKTU
Novela Juvenil"Sikap dinginmu yang kian menghangat Bagai sang surya yang siap menampilkan sinarnya" ................................................................................. kisah tentang 2 remaja Dimana seorang lelaki yang baru saja pindah dan bertemu de...