Minggu pun berganti. 15 menit lagi acara pernikahan Mahesa dan Gebby akan di mulai. Saat ini, Gebby sudah di make up oleh MUA pilihan Mama Mahesa. Acara di rayakan di gedung ternama di kota Bandung. Karena memang, acara akad dan resepsi akan di langsungkan sekaligus. Keluarga dan mempelai pria pun sudah siap di bawah, di mana itu adalah tempat acara akan di langsungkan.
Saat ini, Gebby sedang berada di ruang make up di temani Karin dan Mama Gebby. Nanti setelah akad, Ia akan turun bersama Mama nya dan juga Karin menemui Mahesa.
Sedangkan di lain sisi, kini Mahesa sudah duduk di hadapan penghulu dan Papa Gebby yang di sekitarnya ada para saksi, Papa Mahesa dan tamu undangan.
Sebelum akad terlaksanakan, Penghulu pun memberikan petuah atau nasihat pernikahan kepada Mahesa. Ia pun menerimanya dengan baik. Setelahnya, akad pun langsung di laksanakan. Yang menjadi wali nikah pun Papa Gebby.
"bismillahirrahmanirrahim... Almahesa Abraham," ucap Papa Gebby
"Ya, saya." jawab Mahesa tegas
"saya nikahkan dan saya kawinkan engkau ananda Almahesa Abraham bin Cahyo Abraham dengan anak saya yang bernama Gebby Fiza binti Rama Adipta dengan maskawinnya berupa mahar senilai Rp 179.500.000,00 di bayar tunai." ucap Papa Gebby
"saya terima nikah dan kawinnya Gebby Fiza binti Rama Adipta dengan maskawinnya yang tersebut, tunai." ucap Mahesa mengucapkan ijab kabul dengan sekali tarikan nafas
"sah para saksi?"
"SAHH,"
"alhmadulillahirrobbil alamin," ucap semua orang yang berada di sana
Setelah para saksi mengucapkan kata sah pun, Mahesa terharu yang membuat air matanya menetes. Perjuangannya mendapatkan Gebby tak sia-sia selama ini.
Di lain sisi, Gebby yang berada di ruangannya dengan Karin dan Mama nya pun mengucapkan bacaan hamdalah. Gebby pun langsung menangis penuh haru. Ia pun lantas berjalan turun menuju Mahesa dan yang lainnya dengan di samping kanannya ada Karin dan di samping kiri nya ada Mama nya.
Sesampainya di hadapan Mahesa, Gebby pun dengan gemetar menyalimi tangan Mahesa. Setelahnya, Mahesa langsung mengecup dahi Gebby membuat sang empunya kembali meneteskan air mata, sama halnya dengan Mahesa.
Setelah acara akad selesai, berlangsunglah acara resepsi. Dalam acara itu, Mahesa mengundang beberapa artis dan ustadz serta ustadzah, tak lupa juga Ia mengundang band kesukaan Gebby, yaitu D'masiv Band. Anggota anak-anak band dari sekolahnya dulu pun ikut menyumbangkan lagu untuk mereka.
Para tamu undangan pun nampak sangat menikmati acara. Banyak kado-kado serta ucapan dari teman-teman mereka yang ikut hadir dalam acara tersebut.
"selamat Iza. Ya ampun, udah maried aja dah," ujar Karin sembari memeluk sahabatnya
"alhamdulillah, cepet nyusul dong. Kan udah tunangan tuh, tinggal lanjut nikah lah," goda Gebby
"aish, bertahap lah babe," ujar Karin malu-malu
Memang Karin dan Wisnu sudah tunangan tepat 3 hari yang lalu. Mereka tidak mengadakan acara besar-besaran, hanya sekedar acara keluarga biasa.
"selamat, Bro. Udah duluan ae lo, hati-hati ntar malem haha," ujar Wisnu
"ntar malem tidur sama keluarga, Bro. Gimana nih haha," ujar Mahesa
Wisnu pun hanya menanggapi itu dengan tawanya.
"wehh Brother. Dah maried ae lo, gak kasihan sama gua nih," ujar Aldi
"makanya cepet cari cewek lo," ujar Mahesa
"haha aman, Bro. Gak perlu pacaran, langsung ta'aruf ntar gua. Ya udah, selamat ya," ujar Aldi
"siapp, thank you Bro," ujar Mahesa
"selamat Pren, bahagia dunia akhirat ye lu berdua," ujar Zidan
"thanks Bro,"
"selamat Men. Gila, gua kalah sama lo haha," ujar Irham
"cepet nyusul sama yang di belakang lo tuh haha," ujar Mahesa
"santai, ntar malem langsung gua minta restu haha," ujar Irham
"mantap," ujar Mahesa
Memang antara Irham, Zidan dan Aldi, hanya Irham yang membawa gandengan. Entahlah, mungkin Zidan dan Aldi memang belum ada.
Tibalah di mana Mahesa dan Gebby akan melaksanakan acara lempar bunga. Mereka semua pun sudah siap dengan posisinya masing-masing menunggu kedua mempelai itu melemparkan bunganya ke arah mereka.
"siap ya, 1 2 3!!" teriak Mahesa dan Gebby sembari melemparkan bunganya
Sampai akhirnya, bunga itu jatuh di tangan Karin. Ia pun langsung menoleh kearah Wisnu dan tersenyum salah tingkah.
"Cieee! Kapan nih?" goda mereka semua kepada Wisnu dan Karin
Setelah acara lempar bunga selesai. Acara pun beralih ke Mahesa yang mempersembahkan sebuah lagu untuk istrinya.
"aku mau nyanyiin satu lagu buat kamu, bagi aku lagu ini bermakna banget untuk hubungan kita dari awal sampai sekarang kita ada di jenjang ini. Dengan segala problem yang udah kita lewatin semuanya bareng-bareng. Lagu ini berjudul Ruang Waktu-Putri Delina
Malam menjelang, di bawah bintang-bintang
Aku, menunggu kau datang
Ada cerita, yang slama ini aku pendam
Dalam-dalam, bahkan kau tak tahuAku slama ini bersembunyi
Di balik semua rahasia, yang tersimpan di Ruang Waktuku
Tanpa kau..TahuSaat ku menatapmu
Saat ku mendengarmu
Kau buatku membisu
Dan tersipu malu
Andai nanti kau tahu
Semua isi hatiku
Yang kuinginkan hanya
Bersamamu...Tetaplah ada jangan hilang, melihatmu sungguh membuatku tenang
Gebby Fiza, istriku. I love you," ucap Mahesa menyelesaikan lagunya dan setelahnya mengecup dahi Gebby dengan lembut
"I love you more," jawab Gebby
Mereka semua yang menyaksikan pun lantas bertepuk tangan meriah.
Setelah acara selesai, Gebby pun ikut pulang ke rumah Mahesa yang sekarang sudah menjadi suami nya. Tentu sebelum itu, mereka sudah berpamitan dulu dengan kedua orang tua Gebby.
Hari yang sangat bahagia, hari yang sangat spesial, hari yang sangat berkesan bagi mereka berdua.
Di mana dua hati telah terikat menjadi satu, dua insan dan dua raga yang telah berjanji akan saling mencintai satu sama lain. Hari yang cukup melelahkan, namun sangat istimewa untuk Gebby dan Mahesa. Perjalanan panjang yang membutuhkan perjuangan, membutuhkan ruang dan waktu. Kini membuahkan hasil, membuktikan kenyataan cinta sejati tak akan pernah pergi. Dua insan yang saling merangkul dan memeluk erat, menghangatkan satu sama lain dalam kondisi dan situasi apapun.
"makasih Sayang, aku janji akan jaga kamu semampu aku. Akan aku buktiin bahwa cinta sejati itu nyata, aku beruntung punya kamu," ujar Mahesa sembari mengecup dahi istrinya berulang kali saat kini Ia telah tertidur pulas
Tentang Gladis, saat ini Ia sudah semakin membaik. Keluarganya pun semakin harmonis, Bunda nya telah mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada Gladis dan Ayah nya. Namun, kini mereka kembali pindah ke rumah yang dulu di Jakarta.

KAMU SEDANG MEMBACA
RUANG WAKTU
Teen Fiction"Sikap dinginmu yang kian menghangat Bagai sang surya yang siap menampilkan sinarnya" ................................................................................. kisah tentang 2 remaja Dimana seorang lelaki yang baru saja pindah dan bertemu de...