[Season 1]
[TELAH TERBIT By ALINEAPUBLISHING]
BEBERAPA PART DI HAPUS UNTUK KEPENTINGAN PENERBITAN.
[Eɴᴅ] Menjadi putera tunggal keluarga Jeon dan selalu bergelimang harta tak menjamin hidupnya bahagia. Hingga akhirnya dia dipertemukan dengan seseor...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Taehyung terbangun kala sebuah alarm dari atas nakasnya berbunyi. Sebenarnya ia masih enggan membuka manik hazelnya yang masih sangat sulit menuruti perintahnya untuk terbuka. Namun, bukan hanya dering alarm yang membuatnya terbangun hingga membuatnya berdecih pelan tetapi juga ketukan dari luar pintu kamarnya pun membuatnya terusik.
"Apa mereka amnesia? Bahkan sekarang hari Sabtu, masih saja mengangguku sepagi ini," keluhnya pelan. Sejenak terjeda. "Sekarang hari Sabtu, aku tidak mau menerima tamu ataupun panggilan telepon! Dan jangan mengangguku, aku masih ingin tidur!" ucapnya sedikit berteriak, pasalnya jarak ranjang dan pintunya memanglah jauh.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ia kembali menaikkan selimut tebalnya, hingga dering ponsel yang tergeletak di atas nakas kembali mengusiknya. Sontak kesal, bahkan ia masih sempat mengumpat dalam hatinya. Tangan panjangnya terulur meraih malah ponselnya, lalu meletakkan tepat di pendengarannya.
"Tae, ini appa. Bisa kau datang secepatnya ke rumah kakek? Ada yang ingin kakek bicarakan denganmu!"
"Ayolah, Appa...bahkan ini adalah hari Sabtu. Tidak bisakah aku menikmati hari liburku?"
"Ini soal Black Shadow! Kakek ingin kau yang menggantikannya!"
"A-apa? Aku tidak salah dengar kan, Appa?"
"Tidak! Cepatlah datang! Setelah ini appa pun akan segera terbang ke Seoul ke rumah kakek!"
"Tapi kenapa harus aku?"
"Datang saja! Kakek yang akan mengatakannya padamu!"
Sebelum Taehyung meletakkan kembali ponselnya di atas nakas, ia sempat mengetikkan sesuatu pada layar ponselnya, pesan untuk sang eomma. Belum mendapatkan balasan dari sang eomma, Taehyung akhirnya menurunkan kakinya, berlalu menuju sebuah ruang di salah satu sudut kamarnya, membasuh dan membersihkan dirinya sebelum pergi menemui sang kakek.
"Tuan muda, sarapan anda!" ucap salah seorang maid.
"Aku akan ke rumah kakek dan makan di sana!"
"Baik, Tuan muda!"
Taehyung melajukan mobilnya, kembali membelah kota Seoul di hari liburnya menuju kediaman kakek Kim. Ia bahkan kembali tersenyum dengan sendirinya, kala mobilnya berhenti tak jauh dari sebuah toserba 24 jam, saat lampu merah menyala. Sosok manis itu kembali memenuhi pikirannya.