Maaf jika ada typo🙌
______________________
Happy Reading
.
.
.
.
.
.
.
"JANGAN PERNAH KAU SEBUT NAMA ITU LAGI DI DEPANKU!"
Suara Tuan Park menggelegar, penuh amarah.
Rosé membalas dengan suara gemetar. "Kenapa Appa begitu membencinya? Apa salahnya Jisoo?!"
"APA KAU TIDAK INGAT KECELAKAAN ITU? KECELAKAAN YANG MERENGGUT NYAWA KAKAKMU?! KARENA DIA, KAKAKMU MENINGGAL!!"
Rosé terpaku. "Tapi... itu kecelakaan. Bahkan Jisoo juga jadi korban—dia mencoba menolong!"
"Kalau saja kakakmu tidak pergi bersamanya malam itu, mungkin dia masih hidup sampai hari ini!"
"Appa tidak bisa menuduh seperti itu. Oppa pergi sendiri, bahkan sebelum bertemu Jisoo!"
Tuan Park menggeram. "Anak itu sudah membawa pengaruh buruk sejak awal. Dia seret kakakmu ke tempat berbahaya. Dan sekarang, kau pun jadi sepertinya!"
"Tidak! Kakakku bukan anak kecil, dia tahu apa yang dia lakukan! Dan Jisoo... dia hanya mencoba membantu!"
"CUKUP!"
Nyonya Park segera masuk, menggenggam lengan Rosé dengan lembut sambil menenangkan suaminya. "Tenangkan dirimu dulu."
Setelah ayahnya pergi keluar ruangan, Rosé duduk dengan napas berat. Ia mengingat malam itu, bagaimana kakaknya memang sudah terlihat kacau—mabuk, gelisah, dan tampak menyembunyikan sesuatu. Dan Jisoo? Ia ingat jelas, Jisoo tidak pernah punya niat buruk. Bahkan dulu... Appanya sendiri menyukai Jisoo.
Tapi sekarang? Pandangan sang Appa hanya dipenuhi kebencian.
***
"Bagaimana menurutmu Jisoo-ssi?" Tanya salah seorang yang tengah berada di ruangan rapat.
"Jisoo-ssi?" Karena tak ada balasan dari si pemilik nama, orang itu kembali memanggil namanya.
"Kim Jisoo-ssi?" Panggilnya untuk yang ketiga kalinya, namun tetap tak ada respon dari si pemilik nama. Ia masih sibuk dengan lamunannya, entah apa yang sedang dipikirkannya.
"Miss?" Kali ini sang sekretaris yang memanggil seraya menepuk pelan bahu Jisoo.
"Ah iya? Ada apa Chaeyoung-ssi?" Akhirnya Ia tersadar dari lamunannya.
"Ini Jisoo-ssi, bagaimana menurutmu rancangan ini?"
"Maaf, bisakah kau menjelaskan rancangannya sekali lagi Daejung-ssi?"
"Baiklah" Daejung kembali mempresentasikan rancangan mereka. tiga puluh menit berlalu akhirnya rapat tersebut selesai, kini hanya tinggal Jisoo yang berada di ruangan rapat itu.
Suara dering panggilan dari ponselnya seketika memecah keheningan ruangan itu, sebelum menjawab panggilannya ia melihat nama orang yang tertera di ponselnya.
"yeoboseyo" ucap seseorang diseberang telepon.
"Ne, Eomma. Ada apa?"
"Jisoo-ya saat Eomma ini sedang berada di rumah sakit, tadi saat akan menyebrang Eomma h-"
"katakan di rumah sakit mana eomma berada saat ini? Eomma bisa menjelaskan itu nanti" Potong Jisoo cepat.
Setelah mendapatkan jawaban ia langsung bergegas menuju basement, menyalakan mobil dan melajukannya dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit dan untungnya rumah sakit itu tidak terlalu jauh dari kantornya.
.
.
.
.
.
Brakk
KAMU SEDANG MEMBACA
[Must Choose] || [Jensoo]
Fanfiction⚠️ G×G Area 🚫 _____ "Sampai kapan kau akan tetap merahasiakan ini semua?" "Entahlah, aku tidak tahu" "Tapi kau harus memilih salah satu diantara mereka berdua!" "Apa salah jika aku ingin memiliki keduanya?" "Ck, kau sungguh gila Kim!" _____ 𝐖𝐚𝐫�...
![[Must Choose] || [Jensoo]](https://img.wattpad.com/cover/261126348-64-k409990.jpg)