Sinopsis
DIYA. Seorang gadis yang kehilangan kedua orang tuanya dalam satu kemalangan jalanraya yang tragis. Kini tinggal sebatang kara, tiada tempat untuk bersandar. Hidupnya berubah 360 darjah.
Dalam terumbang-ambing mencari arah, teman baik kepad...
Tekan Vote ⭐ if you love this chapter ---------------------------------------------------------
Alamak! Gambar ini tidak mengikut garis panduan kandungan kami. Untuk meneruskan penerbitan, sila buang atau muat naik gambar lain.
"Breakfast?"
Langkah Diya terhenti.
' Tidak mandi ka dia tadi? Terus prepare breakfast? Buang tabiat ka apa? Tidak pernah-pernah.'
" Why? Tidak pernah nampak lelaki masak?"
"Bukan sebab tu..."
" Bertuah ko Diya sayang. Tidak pernah saya prepare breakfast untuk perempuan."
' Tidak minta pun.' Diya menjawab di dalam hati.
"Duduklah. This is my style of breakfast." Dylan menarik tempat duduk untuk Diya.
" Why Dylan?" Diya memandang Dylan. Masih berasa ragu .
"Why what?"
"Why you doing this?"
"I'm doing my best of convincing you."
"For what?"
" I want you."
" You think that easy?"
" Diya, lets talk about this later on. Lets eat first."
" Hmmm...Okay..." Diya duduk.
"Scrambled egg, baked beans and toasted bread. Hot choclate!' Diya gembira bila melihat minuman kegemarannya ada terhidang sama.
Dylan turut duduk dan mula makan.
Diya memandangnya.
" What?"
" Sudah berus gigi kah?"
"Well...Thanks for asking. You do care about me. Sudah, Mrs. Dylan." Dylan membuat senyuman iklan gigi sambil memandang Diya.
Diya mencebik dan mula menikmati sarapan.
" Suprisingly you actually know how to make food?"
" You mean cook? I don't cook doesn't mean I can't cook. Thats mean I have no reason to do it."
' Yang di masak cuma telur...' Diya malas mengulas panjang dan hanya mendiamkan diri.
" Diya, I'm sorry for what I have said on the first day you're here. I don't mean it...I mean, I don't mean it now. I regret that I've said that to you. How stupid of me...What can I do to win your heart back?"