Part 7~ Are you OK?

1.2K 118 20
                                        

" Morning Diya.."

" Eh, morning Mister Liam.."

Diya terkejut bila melihat boss Liam yang berada di cafe pada hari ini dan bukan Dane seperti selalu. Hari ni hari ke-5 Diya bekerja di Coffee And Buns Coffee house.

Pagi menaiki bas. Balik dari kerja menumpang kenderaan Dane. Diya selalu berada di bahagian dapur. Mencuci mana-mana peralatan yang perlu. Sekali sekala dia menjenguk keluar. Seronok melihat gaya dan cara Dane  menyedia dan membuat corak pada setiap pesanan latte, cappucino dan beberapa nama pesanan yang masih asing bagi Diya. Setiap kali pesanan tiba di meja pelanggan, pasti ada senyuman terbit dibibir.

" Mister Liam di sini hari ini?" Diya bertanya.

" Ya. Why? Tidak suka kalau saya yang di sini?" Liam sengaja menduga.

" Eh, tidaklah. Saya tanya saja. Kenapa pula saya tidak suka." Diya segera membetulkan penyataan Diya.

Liam tersenyum simpul. Diya segera bergerak masuk menuju ke pintu di belakang kaunter. Yang mana akan menyambungkan ruang pantry, locker staff. Selang beberapa lama Diya keluar dan mula memulakan rutin harian yang sudah dia lakukan beberapa hari ini.

Pintu cafe terbuka beberapa orang staff  masuk. Termasuk Ain.

" Wah, awal Diya? Morning."

" Bas awal datang Ain. Morning..." Diya menjawab salam Ain mesra.

" Oh, Boss. Morning Mister Liam! Wah, Mister Liam di sini? Means, free food for first 20 customer for today?" Ain bersuara.

" Yes. Like usual." Balas Liam.

Diya memasang telinga. Tiba-tiba dia terkenangkan kisah dirinya 6 hari yang lepas. Tersentuh hatinya mendengar perkataan yang keluar dari mulut Diya.

' Harap-harap yang memerlukan dapat free food for today...'

Doanya dalam hati. Dia pernah mengalami hal itu . Berlapar bukanlah perkara yang indah untuk dikenang. Namun, di sebalik pengalaman itu ada pengajaran yang terselit untuk hidupnya.

------------------------------------------------------

" Eh, siap makan sudah?"

Liam yang baru memasuki ruang pantry segera menyapa Diya yang baru menghabiskan bekalnya.

" Oh, ya...Siap makan sudah."

" You want a cup of coffee? Saya buat." Liam bertanya dengan penuh harapan.

" Saya kenyang sudah...." Diya cuba menolak, dia segan.

' Boss bancuh kopi untuk saya? Bikin malu...'

" I'll make it light.." Liam segera hilang.

Beberapa minit kemudian dia muncul dengan dua cawan di tangan.

" Light cappucino for you..."

" Thank you mister Liam..." Diya malu-malu.

Liam mengambil tempat duduk di hadapan Diya.

" I heard from Dane, you're living with your brother?"

" Urmm...Ya."

' Menipu lagi. Ampun mister Liam. Saya tidak boleh cakap...' Kata Diya dalam hati.

" He will pick you later?"

" Tidaklah...Dia selalu sibuk tu."

" Oh....Kerja di mana?"

" Actually, saya tidak berapa pasti...but he run his own company."

" CEO?"

"Maybe..." Diya bersuara perlahan.

ISTERI 365 HARICerita yang buat anda obses. Terokai sekarang