𝚃𝚎𝚗𝚝𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚞𝚊 𝚑𝚊𝚝𝚒 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚜𝚊𝚝𝚞 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚒𝚔𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚜𝚊𝚔𝚛𝚊𝚕.
-𝓑𝔂. 𝓻𝓲𝓪𝓯𝓲𝓽𝓻𝓲𝓪411, 𝙼𝚊𝚛𝚛𝚒𝚊𝚐𝚎 𝚘𝚏 𝙻𝚒𝚎𝚜
Pernikahan seringkali dianggap salah satu ritual paling sakral yang harus dijalani sepasang ins...
Btw, aku mau bikin nama panggilan biar kita semakin deket, kita sama sama panggil bestie yaa
Aku panggil kalian bestie, begitu pula kalian panggil aku bestie
And, hayuk absen dulu!
Kalian tau dari mana cerita ini?
• • •
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
RUMAH bercat putih yang minimalis, berisikan sepasang suami istri dengan putri cantiknya yang masih kecil. Mereka tengah bersiap untuk mengawali pagi hari dengan sarapan.
"Mas, sarapan dulu," ucap Freya pada Aska saat ia melihat jika Aska sudah menuruni anak tangga. Aska yang mendengar ucapan Freya langsung mengambil langkah cepat dan duduk di kursi yang menjadi singgah sananya. Sedangkan putrinya duduk tepat di sebelah Aska.
"Papa makan sama Ghena!" ucap Ghena—putri Aska dan Freya yang berusia lima tahun. Wajahnya sangat mirip dengan Aska, hanya sana kedua bola matanya dominan dari Freya.
Aska tersenyum seraya mengelus rambut putrinya yang halus. Ghena sudah berumur lima tahun, berarti usia pernikahannya dengan Freya sudah berjalan enam tahun.
"Duduk mas, biar aku ambilin ya." Freya membalikan piring milik Aska, meletakkan beberapa sendok nasi goreng ke atasnya, lalu menuangkan segelas air putih ke dalam gelas milik Aska.
Aska membalasnya dengan senyumannya. Wajahnya yang rupawan dengan prilaku yang sangat manis menjadikan dirinya seperti seorang suami yang sangat didamkan.
Freya duduk pada kursinya, dan mulai menikmati hidangannya, sesekali ia melihat ke arah Ghena, memastikan jika Ghena makan dengan benar.
"Ibu jadi dateng mas?" tanya Freya disela-sela sarapan mereka.
"Mas belum dapat kabar, nanti kalau sudah dapat mas kasih tau ya," jawab Aska mengulum senyumnya, yang diabalas dengan anggukan pelan dari Freya.
Mereka bertiga fokus dengan makanan mereka, kadang suara kecil dari piring dan sendok yang beradu memecah keheningan yang ada.
"Papa, nanti kerja sampai jam berapa?" tanya Ghena. Freya menatap Ghena dan Aska secara bergantian.
Aska bangkit dari kursinya, lalu memamerkan sederet giginya yang putih. "Papa sebentar, nanti malam pulang, Ghena mau main sama Papa?"
Ghena memanggutkan kepalanya semangat.
"Mas berangkat sekarang ya," lanjut Aska yang sudah menjinjing tas laptopnya. Piringnya juga sudah bersih dari sisa makanan, itu berarti ia juga sudah menyelesaikan sarapannya.