𝚃𝚎𝚗𝚝𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚞𝚊 𝚑𝚊𝚝𝚒 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚜𝚊𝚝𝚞 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚒𝚔𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚜𝚊𝚔𝚛𝚊𝚕.
-𝓑𝔂. 𝓻𝓲𝓪𝓯𝓲𝓽𝓻𝓲𝓪411, 𝙼𝚊𝚛𝚛𝚒𝚊𝚐𝚎 𝚘𝚏 𝙻𝚒𝚎𝚜
Pernikahan seringkali dianggap salah satu ritual paling sakral yang harus dijalani sepasang ins...
Pergi ke luar meskipun cuma liatin tiang listrik aja?
And langsung aja, selamat membaca bestieenya aku! • • •
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
SUDAH satu hari Tia menginap di kediaman ayahnya dan membiarkan Danu di rumah sendirian. Adik-adiknya yang masih bersekolah kadang suka bermanja dengannya. Tia, sosok kakak yang sangat baik. Rela mengorbankan kuliahnya hanya untuk memenuhi kebutuhan adik-adiknya.
Ini masih sore, matahari belum tenggelam, namun cahayanya tidak terlalu terang. Planningnya hari ini mengunjungi seseorang. Sebelum pergi, ia harus pamit pada ayahnya, setidaknya ayahnya tidak akan terlalu khawatir dengannya karena pergi sendiri.
Langkahnya yang pelan membawanya berhenti di persimpangan jalan, menatap dari jauh lelaki yang tengah memakai celemek berwarna coklat. Wajahnya yang sangat sempurna dengan kelakuan hangat masih menjadi Favorite Tia.
"Apa hanya bisa melihat dari jauh?" gumamnya pelan.
Bukan Tia namanya, jika ia tak berusaha. Dengan yakin ia memberanikan dirinya untuk masuk ke dalam Arha's Cafe, Cafe milik Arya.
Sengaja ia menghampiri meja kasir tempat dimana Arya berdiri sekarang. "Americano satu," ucap Tia yang berhasil membuat Arya mendongakkan kepalanya.
Tia tersenyum. "Hai, mau ngomong sebentar?" tanya Tia memastikan.
Arya menghela napasnya pelan, lalu memanggutkan kepalanya. "Di luar saja."
Tia yang mendapatkan persetujuan langsung menunggu Arya di kursi yang berada di luar Cafe.
Arya menghampiri Tia dengan membawa dua gelas minuman. Salah satunya ia sodorkan pada Tia. "Vanilla Latte, karena kamu gak suka Americano," jelasnya.
"Masih inget ya, aku kira udah lupa," balas Tia yang terkekeh sedikit.
Tia menyeruput minumannya. Vanilla Latte yang masih menjadi kesukaannya seperti seseorang yang duduk di depannya saat ini.
"Suamimu kemana?" tanya Arya setelah memperhatikan sekitar tidak ada tanda-tanda bahwa Danu ada di sana.
"Aku sendiri, sengaja mau ngomong berdua sama kamu, empat mata."
Meski sudah malas untuk mendengarnya, percayalah bahwa Arya sangat berbakat untuk menghargai wanita, termasuk Tia.
Tia menyentuh pelan tangan Arya. "Ar, aku tau dari dulu kita cuma temen, tapi terlepas dari semuanya. Perasaan aku udah berubah jadi cinta Ar, sampai sekarang," ucapnya.